Usai Apel Serpas, Pj Bupati Banyumas Temukan Rumah Kurang Layak

Banyumas, IDN Times - Usai melakukan apel pergeseran pasukan bersama TNI Polri, Pj Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro langsung terjun beberapa desa di dua Kecamatan yakni Jatilawang dan Wangon, Selasa (13/2/2024).
Kunjungan Hanung tersebut mengecek kesiapan TPS dan menjenguk warga sekitar yang menderita sakit menahun. TPS yang dikunjungi antara lain TPS 26 di Desa Tinggarjaya, Jatilawang, dan TPS 35 di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon.
"Saya hanya ingin memastikan bahwa pelaksanaan coblosan pemilu pada 14 Februari 2024 berjalan sesuai jadwal dan memantau apakah ada kendala, mudah-mudahan esok berjalan baik,"katanya kepada IDN Times.
1. Jaga fisik dan kesehatan

Saat tiba di TPS 35 Desa Klapagading puluhan warga termasuk petugas TPS dan linmas telah menunggu kedatangan Pj. Bupati Banyumas. Satu persatu meja di TPS tersebut tak luput dari perhatiannya.
Kepada salah satu anggota linmas, Hanung berpesan agar tetap menjaga fisik dan kesehatan."Tetap jaga kesehatan ya pak, jangan khawatir di TPS tenaga medis siap membantu,"katanya.
Setelah selesai, para ibu ibu dan petugas TPS pun meminta Pj. Bupati Banyumas untuk foto bersama. Dengan sabar Ia pun melayani permintaan warga yang ingin berfoto.
2. Sempat tengok warga sakit

Usai mengecek kesiapan TPS, Pj Bupati Banyumas mengunjungi salah seorang warga Desa Klapagading bernama Satiman yang harus merasakan sakit hampir 2 tahun lebih karena kecelakaan saat merantau diluar Jawa.
Akibat kecelakaan tersebut, Satiman mengalami Stroke hingga membuat lumpuh setengah badan.
"Saya kunjungi ingin mensupport agar tetap semangat menjalani hidup, dan semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban keluarga. lekas membaik Pak Satiman, tetap semangat,"katanya didepan keluarganya.
3. Kaget temukan rumah kurang layak

Sebelumnya Pj Hanung saat hendak ke rumah Satiman, merasa kaget dengan salah satu rumah yang kondisinya kurang baik, hingga menyempatkan mengunjungi kediaman rumah milik Satini di Desa Klapagading RT 4/10.
"Melihat kondisi rumah beliau yang tampak kurang baik di beberapa bagiannya, saya jadi terharu,"katanya.
Menurutnya, upaya percepatan penurunan kemiskinan ekstrem tidak lepas dari upaya kolaborasi dari seluruh stakeholder, selain peran pemerintah.
Selain itu juga yang tidak kalah penting adalah peran dari masyarakat yang turut berswadaya membantu apabila di lingkungan sekitarnya masih ditemukan warga masyarakat yang tidak mampu dan masuk kategori miskin ekstrem.
"Bantuan yang kami berikan mungkin belum cukup untuk merehab secara total, kami berharap bantuan ini sekaligus dapat menjadi media untuk merangsang dan menggugah kembali budaya gotong royong di lingkungan masyarakat,"ujarnya.



















