Uskup Agung Semarang Harapkan Perbedaan Pilihan Politik Tidak Picu Konflik

Semarang, IDN Times - Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko mengharapkan kepada semua umat Katolik untuk turut terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang damai.
Sebagai pesta demokrasi, sudah seharusnya perhelatan itu membawa kegembiraan bagi seluruh masyarakat. "Kita semua dipanggil untuk pembawa damai di negara kita, demi keutuhan bangsa Indonesia," tutur Romo Rubi dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (22/1/2024).
1. Romo Rubi minta umat Katolik bijak dan dewasa

Selain itu, ia juga meminta umat Katolik untuk bijaksana dan dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan demi keutuhan bangsa Indonesia.
Bila muncul setiap perbedaan pilihan politik, katanya sebaiknya hindari perpecahan. Tindakan yang menimbulkan konflik selama pemilu jug perlu diantisipasi sedini mungkin.
"Kita dorong umat kita untuk menggunakan hak pilih untuk mendapatkan pemimpin bangsa yang baik. Mari berjalan bersama menuju Indonesia damai. Perbedaan jangan menjadi alasan dan memicu konflik, ketegangan, dan perpecahan sesama anak bangsa," kata Romo Rubi.
2. Romo Rubi gelar doa bersama

Untuk menjaga suasana di tahun politik, Romo Rubi bersama Ketua PGIW Jateng Pendeta Heru Purwanto dan jajaran Pemprov Jateng juga menggelar doa bersama.
Keduanya menyampaikan harapan bahwa perhelatan Pemilu 2024 berjalan sukses dan damai. Acara doa bersama dibalut dalam kegiatan perayaan Natal 2023 dan Tahun baru 2024. Dihadiri sekitar 2.600 orang, meliputi umat Kristiani di lingkungan Pemprov Jateng yang datang bersama keluarga.
3. Nana Sudjana minta tidak mudah terprovokasi

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan dukungan semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan pelaksanaan pemilu damai.
"Mari kita sukseskan pemilu damai dan tidak mudah terprovokasi,” kata Nana di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.
4. Indikator kesuksesan Pemilu diklaim dari partisipasi 80 persen lebih

Nana mengatakan, salah satu indikator kesuksesan Pemilu 2024 adalah partisipasi masyarakat yang tinggi. Ia mematoo target partisipasi masyarakat untuk memberikan hak suaranya setidaknya lebih dari 80 persen.
Nana menjelaskan, pemilu yang damai di Jawa Tengah sangat mungkin diwujudkan. Tentu saja dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat yang ada. Dukungan itu dengan turut menjaga kondusifitas di Jawa Tengah selama tahapan pemilu.
"Pada waktunya nanti, kita bersama berbondong-bondong untuk menghadiri TPS yang ada. Silakan pilih sesuai dengan hati nurani kita," terangnya.



















