Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wali Kota Semarang Mbak Ita Bungkam Disinggung Soal Panggilan KPK

Wali Kota Semarang Mbak Ita Bungkam Disinggung Soal Panggilan KPK
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendampingi Sekretaris Kementerian (Sesmen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Budi Setiyono saat mengunjungi Daycare Stunting Rumah Pelita di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (24/1/2025). (IDN Times/bt)
Intinya Sih
  • Wali Kota Semarang tetap berdinas meskipun mangkir dari panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi.
  • Mbak Ita tidak mau menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus korupsi dan panggilan KPK saat mengunjungi Daycare Stunting Rumah Pelita.
  • Pengawalan tim protokoler Pemkot Semarang sangat ketat dan membatasi wartawan mendokumentasikan acara, bahkan ada yang dihalangi untuk wawancara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu tetap berdinas seperti biasa meskipun tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kendati demikian, saat disinggung oleh wartawan terkait kasus dugaan korupsi dan panggilan KPK tersebut, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita itu bungkam tidak mau menjawab.

1. Mbak Ita tampak berkegiatan dampingi Sesmen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendampingi Sekretaris Kementerian (Sesmen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Budi Setiyono saat mengunjungi Daycare Stunting Rumah Pelita di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (24/1/2025). (IDN Times/bt)
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendampingi Sekretaris Kementerian (Sesmen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Budi Setiyono saat mengunjungi Daycare Stunting Rumah Pelita di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (24/1/2025). (IDN Times/bt)

Hal itu terjadi di sela kegiatan Ita mendampingi Sekretaris Kementerian (Sesmen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Budi Setiyono saat mengunjungi Daycare Stunting Rumah Pelita di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (24/1/2025).

Pada kegiatan itu Sesmen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Sekretaris Utama BKKBN bersama Wali Kota Semarang berinteraksi dengan anak-anak stunting yang dititipkan di Rumah Pelita. 

Kendati demikian, pengawalan tim protokoler Pemkot Semarang sangat ketat dan membatasi wartawan mendokumentasikan acara.

2. Tim protokoler dan Satpol PP halangi wartawan

Setelah kegiatan selesai, Ita terlihat tergesa-gesa meninggalkan lokasi dan menuju mobilnya. Ia tak meladeni wawancara awak media terkait acara tersebut sembari beralasan ada acara berikutnya. 

"Nuwun sewu, soalnya saya mau segera ke bandara," ujarnya singkat.

Wartawan yang nekat mengejarnya untuk wawancara, langsung dihalang-halangi tim protokoler bersama petugas Satpol PP. Bahkan, ada dua wartawan yang ditarik dan didorong agar menjauh dari Mbak Ita.

3. Sudah 3 kali tidak hadiri panggilan KPK

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bekerja sama dengan Bank Jateng memberikan sejumlah bantuan pertanian berupa green house, rumah bibit, dan rumah kompos kepada SMP Negeri 16 Semarang, Jumat (17/1/2025). (dok. Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bekerja sama dengan Bank Jateng memberikan sejumlah bantuan pertanian berupa green house, rumah bibit, dan rumah kompos kepada SMP Negeri 16 Semarang, Jumat (17/1/2025). (dok. Pemkot Semarang)

Adapun, saat ditanya alasan tak hadiri pemeriksaan KPK, Mbak Ita membuang muka dan langsung memasuki mobil. Kemudian, meninggalkan lokasi acara. 

Untuk diketahui, Wali Kota Semarang dan suaminya Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Semarang. Namun, sebanyak tiga kali panggilan oleh KPK, keduanya tidak hadir. 

Sedangkan, dua tersangka lainnya, yakni Direktur PT Chimarder777 dan PT Rama Sukses Mandiri sekaligus Ketua Gapensi Semarang Martono, dan Direktur Utama PT. Deka Sari Perkasa P. Rachmat Utama Djangkar sudah ditahan KPK sejak Jumat (17/1/2025).

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More