Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Banyumas Giatkan Ronda, Perkuat Keamanan Terutama Saat Ramadan

idntimes.com
Warga RT 6 RW 6 Desa Tinggarjaya, Jatilawang, menggelar ronda malam mulai pukul 22.00 WIB sebagai upaya memperkuat keamanan lingkungan jelang Ramadan. Selain patroli door to door, warga juga mengumpulkan jimpitan untuk mendukung kegiatan sosial dan menjaga solidaritas antarwarga, Rabu (18/2/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Intinya sih...
  • Respons atas peningkatan kriminalitas di Banyumas - Peningkatan kriminalitas di Banyumas dipicu oleh aktivitas dan perputaran uang menjelang Ramadan. - Polresta Banyumas mengintensifkan patroli pada jam rawan dan menghidupkan kembali pos kamling di desa-desa.
  • Rumah di pinggir jalan nasional lebih rawan - Rumah di pinggir jalan nasional dinilai lebih rawan menjadi sasaran tindak kejahatan. - Sistem door to door yang dilakukan warga efektif untuk pengawasan rutin tiap malam.
  • Jimpitan, tradisi lama yang kadang menghilang - Ronda tidak hanya berfungsi sebagai sistem keamanan, tetapi juga menghidupkan k
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyumas, IDN Times - Warga RT 6 RW 6 Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, menggiatkan kembali ronda malam sebagai upaya memperkuat sistem keamanan lingkungan. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus kriminalitas di wilayah Banyumas dalam beberapa hari terakhir menjelang Ramadan.

Di lingkungan yang dihuni 75 kepala keluarga (KK) tersebut, ronda dimulai setiap pukul 22.00 WIB. Warga berkeliling dari rumah ke rumah (door to door), sekaligus memungut jimpitan sebagai bentuk partisipasi sosial dan penguatan solidaritas antarwarga.

Ketua RT 6 RW 6, Jaya Sumarto, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan pihak kepolisian agar masyarakat kembali mengaktifkan pos kamling.

“Ini realisasi dari imbauan kepolisian Banyumas agar warga menghidupkan kembali ronda malam. Kami sepakat keamanan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat, tetapi juga harus dimulai dari warga sendiri,” ujar Jaya.

1. Respons atas peningkatan kriminalitas di Banyumas

idntimes.com
Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi didampingi jajaran saat memberikan keterangan kepada awak media di Purwokerto, Rabu (18/2/2026), terkait peningkatan patroli dan pengaktifan kembali pos kamling jelang Ramadan, Rabu (18/2/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Sebelumnya, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus Silalahi, menyampaikan bahwa dalam dua hingga tiga hari terakhir terjadi peningkatan kriminalitas di Kabupaten Banyumas. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya aktivitas dan perputaran uang menjelang Ramadan.

Sebagai langkah preventif, Polresta Banyumas mengintensifkan patroli pada jam rawan, yakni pukul 23.00 WIB hingga menjelang subuh, serta menghidupkan kembali pos kamling di desa-desa.

"Keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan ke polisi. Harus ada sinergi dan kolaborasi,"ujar Petrus dalam keterangannya di Purwokerto, Rabu (18/2/2026).

Langkah warga di desa Tinggarjaya , Jatilawang ini menjadi contoh konkret sinergi tersebut. "Kami ingin Ramadan nanti berjalan aman dan nyaman. Lingkungan harus kita jaga bersama," ungkap Kapolresta yang baru menjabat menggantikan Kombes Arie Wibowo.

Langkah sederhana berupa ronda malam dan jimpitan ini menjadi bukti bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi antara warga dan kepolisian demi menjaga Banyumas tetap kondusif.

2. Rumah di pinggir jalan nasional lebih rawan

idntimes.com
Rumah di pinggi jalan raya seperti milik warga bernama Edo yang juga menyatu dengan ruko pasar Thengok menjadi titik rawan aksi kriminal di Banyumas yang marak belakangan ini, Rabu (18/2/2026).(IDN Times/Dok.Cokie Sutrisno)

Salah satu warga, Edo, mengaku sangat mendukung kegiatan ronda. Terlebih, rumahnya berada di pinggir jalan nasional yang dinilai lebih rawan menjadi sasaran tindak kejahatan.

“Rumah saya persis di pinggir jalan nasional yang menyatu dengan pasar, risiko lebih besar karena aksesnya terbuka. Dengan adanya ronda, kami merasa lebih tenang. Minimal ada kontrol dan pengawasan rutin tiap malam,” kata Edo.

Menurutnya, sistem door to door yang dilakukan warga juga efektif karena memastikan setiap sudut lingkungan terpantau.

3. Jimpitan, tradisi lama yang kadang menghilang

idntimes.com
Seorang warga saat mengambil jimpitan ronda yang diletakan di dekat meteran listrik.(IDN Times/Foto : Ilustrasi/Gintirto)

Menariknya, ronda di RT 6 RW 6 tidak hanya berfungsi sebagai sistem keamanan, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi jimpitan pengumpulan beras atau uang receh dari setiap rumah yang dilewati petugas ronda.

Hasil jimpitan tersebut nantinya digunakan untuk kebutuhan sosial lingkungan, seperti membantu warga yang membutuhkan atau mendukung kegiatan kemasyarakatan. "Jimpitan ini bukan soal besar kecilnya nominal, tapi tentang kebersamaan dari keamanan, lahir solidaritas,"tambah Jaya.

Menurutnya fenomena meningkatnya kriminalitas menjelang Ramadan bukan hal baru. Faktor kebutuhan ekonomi dan meningkatnya konsumsi masyarakat kerap menjadi pemicu. Karena itu, pendekatan keamanan berbasis komunitas dinilai menjadi solusi efektif.

Jaya juga mengingatkan pesan Polisi agar warga meningkatkan kewaspadaan, seperti mengunci kendaraan dengan kunci ganda, memastikan rumah terkunci saat ditinggal, serta tidak menyimpan barang berharga di tempat terbuka. Dengan aktifnya ronda malam di Tinggarjaya, warga berharap potensi pencurian dapat ditekan.

Share
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Warga Banyumas Giatkan Ronda, Perkuat Keamanan Terutama Saat Ramadan

18 Feb 2026, 21:36 WIBNews