Dibuka Besok! Cara Daftar Balik Rantau Gratis Jateng Bisa Pakai Aplikasi JNN

- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka pendaftaran Balik Rantau Gratis 2026 mulai 12 Maret bagi pekerja sektor informal berpenghasilan rendah.
- Pendaftaran dilakukan daring melalui situs resmi atau aplikasi JNN, dengan syarat KTP Jateng, bukti pekerjaan informal, maksimal empat anggota keluarga, dan rekening Bank Jateng.
- Verifikasi data berlangsung 14–16 Maret, e-tiket terbit 17 Maret, keberangkatan KA pada 27 Maret dan bus pada 28 Maret dari beberapa titik di Jawa Tengah.
Semarang, IDN Times – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membuka pendaftaran Balik Rantau Gratis 2026. Program ini ditujukan khusus bagi warga berpenghasilan rendah yang bekerja di sektor informal untuk kembali ke perantauan dengan nyaman dan aman.
Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, mengumumkan bahwa pendaftaran dibuka mulai 12 Maret 2026. “Kami sediakan 68 unit bus dengan kapasitas 3.400 kursi, serta satu rangkaian KA Tawang Jaya Premium berkapasitas 320 kursi,” ujar Miko di Semarang, Senin (11/3/2026).
1. Jadwal dan Link Pendaftaran

Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring untuk memudahkan masyarakat. Catat jadwal pentingnya berikut ini:
12 Maret 2026: Pembukaan pendaftaran moda Kereta Api (KA).
13 Maret 2026: Pembukaan pendaftaran moda Bus.
Link Pendaftaran: pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id atau melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).
2. Syarat dan Ketentuan

Agar pendaftaran Anda diterima, pastikan memenuhi kriteria berikut:
Memiliki KTP domisili Jawa Tengah.
Bekerja di sektor informal (ojek, ART, pedagang kaki lima, buruh, pengemudi, dsb) dibuktikan dengan foto dokumentasi pekerjaan.
Satu keluarga maksimal mendaftarkan 4 orang.
Wajib memiliki rekening Bank Jateng.
3. Alur dan Titik Keberangkatan

Setelah mendaftar, verifikasi data akan dilakukan pada 14–16 Maret, dan e-tiket akan diterbitkan pada 17 Maret 2026.
Keberangkatan KA: Dijadwalkan pada 27 Maret 2026.
Keberangkatan Bus: Dilakukan serentak pada 28 Maret 2026.
Titik pemberangkatan bus utama dipusatkan di Asrama Haji Donohudan Boyolali, dengan titik satelit di berbagai wilayah seperti Terminal Mangkang Semarang, Terminal Bulupitu Banyumas, serta beberapa kantor Dishub dan Pendapa Kabupaten (Blora, Magelang, Kendal).
Miko menjamin keamanan armada karena seluruh bus akan melalui proses ramp check (uji kelaikan) satu hari sebelum keberangkatan. "Program ini adalah komitmen Pemprov Jateng untuk meringankan beban masyarakat pekerja informal di Jakarta agar bisa kembali bekerja tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi," pungkasnya.


















