Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Semarang, IDN Times - Ajang Semarang 10K bakal digeber m, Minggu (15/12/2024). Dengan titik start dan finish di pelataran Balaikota Semarang, ajang olahraga berlari ini bakal diikuti 2.500 orang. 

Semarang 10K mengusung tema Step Up Your Limit. Diestimasikan bahwa para peserta Semarang 10K tak cuma dari lokalan Semarang saja. Melainkan juga diikuti para sprinter dari mancanegara. 

Kompetisi ini terbagi tiga kategori utama. Masing-masing 10K Nasional, 10K Pelajar, dan 10K Master 40+.

Tapi tahukah Kalian jika untuk mengikuti kompetisi berlari seperti Semarang 10K butuh asupan vitamin yang pas. Apa aja sih jenisnya. Yuk keep scroll. 

 

1. Susu etawa mengandung kalsium dan vitamin D

ilustrasi susu putih (pixabay.com/Couleur)

Dalam sesi talkshow kesehatan bersama dr Edward Tirtananda Wikanta, M.Biomed, pakar biomedis dari Semarang yang disiarkan Radio Top 97.7 FM Semarang, disampaikan pentingnya asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung pemulihan dan mencegah cedera. 

"Konsumsi makanan tinggi protein membantu pemulihan otot lebih cepat, meningkatkan performa, dan mengurangi risiko cedera. Nutrisi seperti kalsium dan vitamin D, yang terkandung dalam susu kambing etawa, sangat bermanfaat untuk memperkuat tulang dan menjaga kesehatan sendi," kata Edward. 

2. Seorang pelari rentan cedera sendi dan pergelangan kaki

supergoatinindonesia

Setiap sprinter pasti pernah mengalami cedera. Utamanya akibat lari jarak jauh. Cedera biasanya disebabkan oleh tekanan berulang pada sendi, terutama lutut dan pergelangan kaki. 

Bila tidak diimbangi dengan pemulihan yang cukup, cedera ini bisa memperlambat proses pemulihan dan menghambat performa pelari di masa depan. 

"Lari terlalu sering tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup akan membuat tubuh rentan terhadap cedera, kelelahan kronis, dan penurunan performa fisik. Kondisi ini disebut overuse injury, kondisi yang umum terjadi pada pelari yang tidak memprioritaskan pemulihan tubuh di antara sesi latihan atau setelah berlari," ujarnya. 

3. Sereh, daun salam dan temulawak cocok buat pemulihan fisik pelari

ilustrasi wedang jahe lemon sereh (vecteezy.com/117960367192661)

Ia juga merekomendasikan bahan alami seperti jahe, temulawak, kayu manis, daun salam dan sereh sebagai pendukung pemulihan optimal. 

"Kombinasi bahan-bahan ini efektif mengatasi nyeri sendi dan pegal linu, terutama bagi pelari yang membutuhkan pemulihan cepat," tutur Edward. 

Etawalin melalui program Etawalin Running Journey mendukung pelari di setiap event
bergengsi, seperti Dieng Etawalin Run, Maybank Marathon, Borobudur Marathon, dan kini Semarang 10K Run. 

4. Etawalin sponsori Semarang 10K

Dalam program ini, Susu Kambing Etawalin akan memberikan BIB gratis kepada pelari untuk lari lebih kuat dalam event yang menjadi impiannya di tahun 2025, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dengan kandungan alami yang kaya, Etawalin membantu meredakan nyeri sendi, mengatasi pegal linu, serta mempercepat pemulihan cedera akibat berlari. 

"Melalui partisipasi dalam event Semarang 10K, Etawalin berharap masyarakat semakin yakin bahwa Susu Kambing Etawalin adalah minuman herbal yang tepat untuk pemulihan optimal, sehingga pelari dapat terus mengejar tujuan mereka tanpa khawatir risiko cedera,” kata Dr. Erwin Panigoro, Executive Vice President (EVP) Branding & Marketing PT Etos Kreatif Indonesia. 

Ajang Semarang 10K 2024 gak cuma jadi kompetisi semata. Tapi juga memperkenalkan khazanah budaya lokal kepada dunia. 

Ia menegaskan dukungan Etawalin pada Semarang 10K merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap gaya hidup aktif masyarakat Indonesia. 

"Etawalin memberikan dukungan kepada pelari tidak hanya untuk meraih garis finish, tetapi juga untuk memulihkan tubuh mereka setelah berlari dan merasakan pengalaman lari bebas cedera," tutur Erwin Panigoro. 

Menurutnya, semangat ajang ini sejalan dengan visi Etawalin melalui kampanye Lari Lebih Kuat.

"Semangat Step Up Your Limit yang diusung Semarang 10K sangat selaras dengan semangat Lari Lebih Kuat dari Etawalin. Kami ingin mendorong pelari untuk terus melangkah lebih kuat dan mencapai performa terbaik mereka,” tambah Erwin Panigoro. 

Berlari jarak jauh seperti Semarang 10K dapat meningkatkan risiko overuse injury akibat tekanan berulang pada sendi, terutama lutut dan pergelangan kaki. Oleh karena itu, pemulihan tubuh menjadi kunci untuk menghindari cedera. 

Editorial Team