Raih Emas Kejurnas FORKI 2026, Christo Buktikan Eksistensi Nomor KATA

- Christopher Edbert Setiabudi dari Pati meraih emas kategori kata perorangan putra di Kejurnas Karate PB FORKI IV 2026 yang diikuti lebih dari 1.200 atlet se-Indonesia.
- Kesuksesan Christopher lahir dari latihan rutin, disiplin tinggi, serta fokus pada pengulangan teknik dan mental kuat tanpa pola makan ekstrem.
- Tim Shindoka menyiapkan latihan teknis, fisik, dan mental jauh hari sebelum kejuaraan, membuktikan konsistensi mereka dalam mencetak atlet berprestasi nasional.
Pati, IDN Times - Christopher Edbert Setiabudi, karateka muda berbakat asal Pati, Jawa Tengah, berhasil menyumbangkan medali emas untuk Shindoka, perguruan karate tempatnya, Senin (11/5/2026). Prestasi itu diraih dalam kategori senior perorangan kata putra di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV 2026 yang berlangsung di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat.
Kejurnas yang digelar mulai Sabtu hingga Rabu (9-13 Mei 2026) tersebut diikuti lebih dari 1.200 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Ajang itu menjadi persiapan menuju kejuaraan internasional, termasuk Asian Karate Federation Championships di Bali.
1. Fokus utama latihan dan disiplin kuat

Kepada IDN Times, Christopher menceritakan rahasia kesuksesannya.
"Saya berlatih keras setiap hari dengan mengamalkan pengulangan teknik secara konsisten. Itu yang membuat penampilan saya bisa maksimal di tatami,"ujarnya.
Atlet kelahiran 11 Mei 2005 itu menambahkan, pola makannya pun tergolong biasa saja, tidak ada yang istimewa. Fokus utamanya adalah disiplin latihan dan mental yang kuat.
Prestasi Christopher bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional, termasuk di SEA Karate Championships dan berbagai seri Karate 1.
2. Tim Shindoka persiapkan jauh sebelum kejurnas

Pelatih PB Shindoka Sensei Edo menekankan, persiapan tim dilakukan secara matang jauh sebelum kejurnas.
"Kami fokus pada pengulangan teknik dasar hingga advanced, conditioning fisik, dan latihan mental, semua dilakukan secara rutin," jelasnya.
Mengenai pola makan, tim Shindoka mengikuti nutrisi standar atlet dengan penekanan pada asupan yang seimbang untuk mendukung pemulihan dan performa. Tidak ada diet khusus ekstrem, melainkan pola makan sehat yang konsisten sesuai kebutuhan latihan harian.
Menurutnya, keberhasilan ini semakin membuktikan, Shindoka sebagai salah satu perguruan karate ternama terus melahirkan atlet atlet berprestasi di kancah nasional.
3. Atlet muda yang berpotensi

Prestasi Christopher Edward Setiabudi itu tentu menjadi kebanggaan bagi Jawa Tengah dan perguruan Shindoka. Dengan usianya yang masih muda, ia berpotensi besar untuk mewakili Indonesia di ajang internasional mendatang.
"Selamat kepada Christopher dan seluruh tim Shindoka, semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi para karateka muda Indonesia lainnya untuk terus berlatih dengan disiplin," pungkas Edo.







.jpg)
.jpg)





