Persekat Tegal Susah Payah Hadapi Persiraja di Stadion Trisanja

- Persekat Tegal bermain imbang 1-1 melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Trisanja setelah unggul lebih dulu lewat penalti Pedro Matos pada babak pertama.
- Persiraja berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui gol Connor Flynn-Gillespie, membuat laga berlangsung ketat hingga peluit akhir tanpa tambahan gol.
- Hasil seri ini membuat Persekat Tegal tetap terpuruk di peringkat ke-9 Grup Barat dengan 27 poin dan harus menang di laga terakhir agar terhindar dari playoff degradasi.
Tegal, IDN Times - Persekat Tegal gagal meraih poin sempurna dalam pertandingan kandang pada pekan ke-26 Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026. Tim racikan Pelatih I Putu Gede ini tak mampu mengalahkan Persiraja Banda Aceh di Stadion Trisanja, Tegal, Minggu (26/4/2026) sore. Laga berakhir dengan skor 1-1.
Persekat sebenarnya tampil cukup apik dalam pertandingan ini. Bermain di kandang sendiri membuat mereka unggul lebih dulu melalui gol Pedro Matos pada babak pertama. Namun, asa kemenangan Persekat pupus setelah Persiraja mencetak gol penyama kedudukan lewat Connor Flynn-Gillespie.
1. Persekat Tegal menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol
Persekat Tegal memulai pertandingan dengan ambisi tinggi. Tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu ini mampu tampil agresif dengan menciptakan beberapa peluang. Salah satunya melalui upaya tendangan spekulasi Sylvain Atieda pada menit ke-12.
Kejutan terjadi saat memasuki paruh babak. Persekat Tegal berhasil membuka keunggulan lewat gol Pedro Matos. Gelandang asing berpaspor Portugal itu mencatatkan namanya di papan skor dengan melakukan eksekusi penalti pada menit ke-35.
Usai kecolongan, Persiraja Banda Aceh mencoba membalas. Tim asal Kota Banda Aceh ini menebar ancaman lewat peluang Connor Flynn-Gillespie. Bomber berkebangsaan Skotlandia tersebut hampir mencetak gol andai tendangannya gagal ditepis kiper Dimas Fani.
Persekat Tegal kembali menciptakan peluang emas pada menit tambahan 45+2. Tim Laskar Ki Gede Sebayu hampir menggenapkan keunggulan melalui kontribusi Hamdi Sula. Hanya saja, peluang yang didapat pemain berusia 28 tahun itu menemui jalan buntu setelah sepakannya membentur mistar gawang Persiraja. Kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum.
2. Persiraja Banda Aceh menyamakan kedudukan pada babak kedua
Memasuki babak kedua, tim tamu langsung berinisiatif mendominasi permainan. Persiraja Banda Aceh bahkan membuat gebrakan dengan mencetak gol penyama kedudukan. Gol tersebut tercipta melalui determinasi Connor Flynn-Gillespie pada menit ke-48. Ia melakukannya setelah memanfaatkan umpan Asgal Habib dari sektor kiri lapangan.
Persekat Tegal merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Laskar Ki Gede Sebayu mampu mengancam gawang Persiraja Banda Aceh melalui dua peluang berbahaya. Peluang pertama datang dari tendangan spekulasi Pedro Matos pada menit ke-57. Lalu, pergerakan individu Riki Dwi Saputro juga mengancam gawang Persiraja pada menit ke-59.
Sayangnya, kedua tim tetap gagal memanfaatkan sisa pertandingan dengan menambah keunggulan. Persekat dan Persiraja sama-sama tak mampu mencetak gol hingga pertandingan berakhir. Ini membuat laga berakhir imbang 1-1.
3. Harapan Persekat Tegal lolos dari playoff degradasi kian sulit
Hasil tersebut membuat situasi Persekat Tegal makin sulit. Laskar Ki Gede Sebayu diprediksi gagal mentas dari zona playoff degradasi di Grup Barat Championship 2025/2026. Sebab, mereka masih menempati peringkat ke-9 klasemen sementara dengan 27 poin dari 26 laga. Persekat teringgal jauh dari PSPS Pekanbaru yang mengumpulkan 34 poin di batas zona aman.
Apalagi, Persekat Tegal hanya menyisakan satu pertandingan yang harus dihadapi. Laskar Ki Gede Sebayu dijadwalkan bertemu Sumsel United di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, pada 2 Mei 2026. Ini menjadi pertandingan terakhir pada putaran ketiga babak penyisihan Championship 2025/2026.
Persekat wajib memaksimalkan pertandingan tersebut dengan meraih kemenangan. Ini demi meningkatkan moral penggawa Laskar Ki Gede Sebayu jelang melakoni laga playoff degradasi Championship 2025/2026. Kemenangan menjadi harga mati jika Persekat tak ingin turun kasta ke Liga Nusantara (Liga 3) musim depan.






.jpg)









