Semarang, IDN Times - Popularitas olahraga padel membuat semakin banyak orang penasaran untuk mencobanya, tak terkecuali aktris Sintya Marisca. Namun, bagi perempuan berusia 27 tahun itu, padel bukan lagi sekadar olahraga yang sedang tren.
Ini Alasan Aktris Sintya Marisca Ketagihan Main Padel, Coba Aja Dulu
1. Ketagihan sejak pertama kali main
‘’Saya justru sudah “ketagihan” sejak pertama kali mencobanya,’’ ungkap Sintya saat ditemui di peresmian arena Durian Padel di Jalan Durian Utara III, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (23/8/2026).
Aktris yang berpenampilan tomboy itu mengikuti pertandingan persahabatan bersama pemain padel profesional, Zar Lasahido dan pengunjung lainnya. Sintya mengaku memiliki pengalaman berkeliling dan mencoba sejumlah lapangan padel. Dari pengalaman itu membuatnya bisa membandingkan fasilitas yang tersedia di setiap lapangan.
Menurut Sintya, salah satu hal yang paling terasa adalah kenyamanan court, terutama dari kualitas karpet lapangan.
“Yang paling menarik memang di bagian court, kalau court-nya bagus ya main jadi nyaman,” katanya.
2. Tidak semua lapangan padel nyaman
Ia menilai tidak semua lapangan padel yang bermunculan mengutamakan kenyamanan pemain. Menurut Sintya, ada fasilitas yang dibangun dengan orientasi biaya terjangkau tetapi mengorbankan kualitas lapangan.
Sebaliknya, Durian Padel dinilai mampu menawarkan harga sewa yang masih relatif terjangkau sekaligus mempertahankan kenyamanan bermain.
“Di sini menurut aku sangat affordable dengan harga ratusan ribu, Rp100 sekian ribu, tapi di sini bisa ngasih kenyamanan di lapangan yang luar biasa, khususnya di bagian karpetnya,” ujarnya.
Adapun, popularitas padel tidak lepas dari citranya sebagai olahraga yang identik dengan gaya hidup urban. Harga sewa lapangan dan perlengkapan juga sempat membuat Sintya berpikir olahraga tersebut terlalu mahal.
Namun, pandangannya berubah seiring semakin banyaknya fasilitas padel yang menawarkan harga lebih beragam.
“Awalnya juga aku ngerasa padel tuh overpriced,” kata Sintya.
Ia menilai semakin banyaknya lapangan justru membuat akses terhadap olahraga raket tersebut semakin terbuka. Kondisi itu pula yang membuat Sintya mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mencoba bermain padel.
“Untuk teman-teman mahasiswa di Semarang yang mau coba, coba aja dulu,” ujarnya.
3. Main padel itu mudah
Sintya juga menilai padel memiliki keunggulan dari sisi kemudahan adaptasi. Pemain pemula tidak harus memiliki pengalaman panjang dalam olahraga raket untuk bisa mulai bermain.
Ia sendiri mengaku tidak memiliki dasar olahraga raket ketika pertama kali mencoba padel. Latar belakang basket justru membantunya beradaptasi, terutama dalam aspek footwork.
“Aku walaupun enggak ada basic racket sport tapi punya basic basket, aku ngerasa mudah untuk adaptasi sama olahraga ini. Tinggal menyesuaikan tangannya, tapi footwork-nya dari basket,” katanya.
Maka itu, kini bagi Sintya, kemudahan beradaptasi, unsur kompetisi sekaligus kesenangan bermain bersama teman menjadi kombinasi yang membuat olahraga padel sulit ditinggalkan.
“Padel ini bisa jadi olahraga yang sangat adiktif dan bikin kamu ketagihan,” pungkasnya.