Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengprov Inkado Jateng Tegak Lurus ke Pusat, Ini 3 Alasannya
Pengprov Inkado Jawa Tengah menegaskan sikap tegak lurus dan setia kepada PB Inkado periode 2022–2027. Semangat kebersamaan dan pembinaan terus dijaga demi melahirkan karateka berprestasi, Senin (14/9/2026).(IDN Times/Foto : Segoro)
  • Pengprov Inkado Jawa Tengah menyatakan tetap setia kepada PB Inkado periode 2022–2027 pimpinan Ahmad Sahroni, serta menegaskan persoalan internal tidak mengganggu aktivitas organisasi daerah.
  • Program pembinaan atlet, pelatih muda, wasit, dan juri di Jawa Tengah berjalan normal serta meningkat, dengan dukungan bimbingan PB Inkado melalui kegiatan gashuku dan kenaikan DAN.
  • Pengprov Inkado Jateng menyebut pemberian DAN Kehormatan bertujuan memperluas jejaring dan membesarkan organisasi, bukan menarik Inkado ke politik, termasuk melalui dukungan akademisi, pengusaha, dan tokoh masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Pengurus Provinsi Indonesia Karate-do (Inkado) Jawa Tengah menegaskan sikap tetap setia dan tegak lurus kepada Pengurus Besar (PB) Inkado periode 2022–2027 yang dipimpin Ketua Umum Ahmad Sahroni, Sekjen Shihan Octar Ramon Pesik, dan Ketua Dewan Guru Kanco G.A Pesik.

Ketua Pengprov Inkado Jateng, Suyantoro, mengatakan persoalan internal yang tengah terjadi di tubuh perguruan tidak mengganggu aktivitas organisasi di Jawa Tengah.

"Kami di Jateng sedikit pun tidak terganggu dengan masalah itu. Selama ini bimbingan, arahan, kebijakan serta tata kelola yang dilakukan PB sudah sangat baik dalam mendukung pengembangan organisasi maupun peningkatan prestasi Inkado di Jateng," ujar Suyantoro saat dihubungi IDN Times, Senin (15/9/2026).

1. Pembinaan atlet dan prestasi terus berjalan

Latihan intensif menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet Inkado Jawa Tengah. Teknik, disiplin, kekuatan, dan mental terus diasah agar para karateka semakin siap menghadapi berbagai kejuaraan, Senin (14/9/2026).(IDN Times/Foto : Segoro)

Suyantoro menegaskan, tugas pengurus olahraga bukan hanya mengelola organisasi, tetapi juga membesarkan perguruan, meningkatkan kualitas dan prestasi atlet, serta menjaga soliditas keluarga besar Inkado.

Ketua Keluarga Sabuk Hitam (KSH) Jateng, Hasiholan Welly Roike Gultom, menyebut seluruh program Pengprov Inkado Jateng berjalan normal, bahkan mengalami peningkatan.

Pembinaan atlet di berbagai daerah juga terus dilakukan secara terarah dan terprogram. Hasilnya terlihat dari capaian para karateka Inkado Jateng dalam berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah, nasional hingga internasional.

"Semua program dan proses yang ada di Pengprov Jateng berjalan normal, bahkan mengalami peningkatan kegiatan,"kata Roike.

Selain atlet, pembinaan pelatih muda juga terus dilakukan. Karateka yang telah menyandang sabuk hitam atau DAN didorong mengamalkan ilmu kepelatihan di dojo masing-masing.

2. Pembinaan pelatih serta wasit-juri mendapat dukungan PB

2. Pembinaan pelatih serta wasit-juri mendapat dukungan PB, Senin (14/9/2026).(IDN Times/Foto : Segoro)

Pengprov Inkado Jateng juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan maupun perwasitan.

Pembinaan wasit dan juri dilakukan untuk meningkatkan kualitas pertandingan. Bahkan, jumlah wasit nasional dari Jawa Tengah disebut terus bertambah.

Menurut Roike, berbagai program tersebut tidak terlepas dari bimbingan PB Inkado. Salah satunya saat kegiatan gashuku dan kenaikan DAN di dojo Pengprov Inkado Jateng di SMK LPI, Jalan Menoreh Utara Nomor 11, Sampangan, Semarang.

Dalam kegiatan tersebut, PB Inkado menugaskan Dewan Guru Shihan Octar Ramon Pesik dan Iwan Taher untuk memberikan bimbingan teknis kepada peserta.

"Saya sangat terbantu dengan kehadiran Shihan Octar dan Iwan itu," ujar Roike yang juga menjadi Dewan Guru PB Inkado.

Dalam kesempatan tersebut, PB Inkado juga memberikan DAN Kehormatan kepada sejumlah tokoh. Di antaranya drh. Wahono Endro Purnawanto, Ketua Pengcab Inkado Grobogan. Selain itu, Bambang Widiastomo dari Grobogan dan Irwan Wijanarko dari Wonosobo juga menerima DAN Kehormatan.

3. DAN Kehormatan dinilai bagian dari strategi membesarkan perguruan

Prosesi penyematan Sabuk Hitam DAN Kehormatan menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan dukungan terhadap perkembangan Inkado, Senin (15/9/2026).(IDN Times/Foto : Segoro)

Pengprov Inkado Jateng membantah adanya upaya menarik perguruan karate tersebut ke ranah politik.

Sekretaris Umum Pengprov Inkado Jateng, Adam Prabowo, mengatakan pemberian DAN Kehormatan kepada sejumlah tokoh merupakan bagian dari strategi organisasi untuk memperluas jejaring sekaligus membangun dan membesarkan Inkado.

"Saya kira langkah strategis seperti ini merupakan upaya mempertahankan, mengembangkan dan bahkan membesarkan organisasi Inkado,"kata Adam.

Menurutnya, organisasi olahraga tidak hanya menjadi ruang bagi praktisi olahraga. Akademisi, pengusaha, maupun tokoh masyarakat juga dapat berkontribusi dalam pengembangan organisasi dan prestasi atlet.

Keterlibatan pihak luar, kata dia, justru dapat memberikan dukungan teknis maupun nonteknis. Akademisi, misalnya, dapat membantu pengembangan program latihan melalui sport science, sport technology, data analytics hingga sport intelligence.

Sementara dukungan pengusaha maupun donatur dapat membantu penyediaan sarana dan prasarana latihan serta perlengkapan pertandingan yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

"Jadi jangan alergi, karena tugas pokok dan fungsi dari personel pengurus itu sudah ada. Ketika semua dilakukan dengan guyub rukun, tentu hasilnya akan maksimal, yakni terciptanya prestasi karateka Inkado,"pungkas Adam.

Editorial Team

Related Article