Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masih Ingat? 4 Kemenangan Comeback Paling Epik PSIS Semarang, Bikin Jantungan!
Pesepak bola PSIS Semarang Bruno Silva (tengah) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar Benny Wahyudi (kanan) pada pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/27/2019). (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
  • PSIS Semarang terkenal memiliki mental baja yang sering menyuguhkan drama comeback heroik saat posisi tim sedang tertinggal dari lawan.

  • Laga melawan Martapura FC pada tahun 2017 menjadi momen paling legendaris karena mengakhiri penantian panjang 8 tahun untuk promosi ke Liga 1.

  • Ikon klub, Hari Nur Yulianto, menjadi aktor intelektual utama yang berulang kali menyelamatkan muka Laskar Mahesa Jenar di masa-masa kritis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi pendukung setia PSIS Semarang itu memang harus punya stok kesabaran ekstra dan jantung yang kuat. Bagaimana tidak? Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tim kebanggaan warga ibu kota Jawa Tengah ini hobi banget menyuguhkan pertandingan dengan tensi tinggi yang memacu adrenalin. Menonton laga mereka sering kali rasanya seperti naik roller coaster.

Tapi, di situlah letak seninya. Slogannya saja "Yoh Iso Yoh", yang mencerminkan mentalitas pantang menyerah. Terbukti, dari berbagai kompetisi resmi, Laskar Mahesa Jenar beberapa kali berhasil membalikkan keadaan secara heroik dari posisi di ujung tanduk hingga berujung pada kemenangan manis. Yuk, kita nostalgia kembali dengan 4 momen comeback paling dramatis berikut ini!

1. Hujan 10 Gol Kontra Martapura FC (Skor 6-4)

Kompetisi: Play-off Promosi Liga 2 (28 November 2017)

Ini adalah salah satu pertandingan paling legendaris, gila, dan penuh drama dalam sejarah sepak bola modern Indonesia. Taruhannya tidak main-main: satu tiket terakhir untuk promosi ke kasta tertinggi Liga 1. Laga berjalan sangat menegangkan karena kedua tim saling membalas gol tanpa ampun. PSIS yang sempat memimpin, mendadak berbalik tertinggal menjadi 2-3 hingga 3-4 dari Martapura FC.

Di saat harapan mulai menipis, mental baja berbicara. Sang ikon klub, Hari Nur Yulianto, mencetak hattrick krusial yang menyamakan kedudukan menjadi 4-4 di waktu normal. Memasuki babak perpanjangan waktu (extra time), PSIS berbalik mengamuk dengan menambah dua gol penentu dari Andrid Wibawa. Skor akhir 6-4 mengunci kemenangan fantastis sekaligus mengakhiri penantian 8 tahun suporter Semarang untuk kembali naik kasta.

2. Terkaman Kilat Penghancur Bhayangkara FC (Skor 3-1)

Kompetisi: Liga 1 (3 Juli 2023)

Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Jatidiri pada laga perdana kompetisi Liga 1 2023/2024, PSIS justru dikejutkan oleh gol cepat pemain muda Bhayangkara FC, Muhammad Ragil, di babak pertama. Keunggulan tim tamu bertahan sangat lama dan membuat seisi stadion mulai tegang dan frustrasi karena laga sudah memasuki menit ke-85.

Ketika kekalahan perdana seolah sudah di depan mata, keajaiban terjadi dalam rentang waktu kurang dari 10 menit. Carlos Fortes memecah kebuntuan lewat sundulan mematikan di menit ke-86. Memasuki masa injury time, rekrutan anyar asal Timor Leste, Paulo Gali Freitas, mencetak gol pembalik keadaan, yang kemudian disusul oleh gol penutup Boubakary Diarra. PSIS menang 3-1 lewat comeback kilat di penghujung laga!

3. Amukan Talenta Lokal Atasi Persiraja Banda Aceh (Skor 3-2)

Kompetisi: Turnamen Pramusim Piala Menpora (24 Maret 2021)

Berlaga di fase grup turnamen pramusim yang digelar di Stadion Manahan, Solo, lini pertahanan PSIS sempat dikejutkan oleh skema serangan masif Persiraja Banda Aceh. Tim berjuluk Laskar Rencong tersebut sempat unggul terlebih dahulu lewat skenario serangan balik yang sangat cepat.

Mengandalkan kombinasi pemain lokal yang dominan, Mahesa Jenar menunjukkan karakter permainan yang keras dan tanpa kompromi. Dua talenta muda lokal, Hari Nur Yulianto dan Pratama Arhan, menginisiasi kebangkitan tim melalui eksekusi taktis bola mati serta umpan silang yang akurat. Kerja sama agresif tersebut berhasil membalikkan papan skor menjadi 3-2 untuk keunggulan dramatis PSIS hingga peluit panjang berbunyi.

4. Menjinakkan Juku Eja di Magelang (Skor 2-1)

Kompetisi: Liga 1 (17 November 2019)

Menjamu tim kuat PSM Makassar di Stadion Moch. Soebroto, Magelang (yang menjadi markas sementara PSIS saat itu), Mahesa Jenar dipaksa tertinggal lebih dulu dari skuat Juku Eja pada babak pertama akibat gol dari legiun asing lawan.

Didorong oleh atmosfer militan dari para suporter yang rela menempuh perjalanan ke Magelang, PSIS mengubah strategi di babak kedua dengan menyerang total dari sektor sayap. Gol penyama kedudukan akhirnya lahir dari aksi cerdik Claudir Marini Junior. Momentum kemenangan akhirnya pecah melalui gol penentu striker lokal andalan, Hari Nur Yulianto, yang sukses membalikkan kedudukan menjadi 2-1 sekaligus mengamankan tiga poin krusial dari sang juara Piala Indonesia kala itu.

Kemenangan-kemenangan dramatis ini membuktikan bahwa dalam sepak bola, pertandingan belum benar-benar selesai sebelum wasit meniup peluit panjang. Karakter pantang menyerah inilah yang membuat identitas PSIS Semarang begitu melekat di hati para pendukungnya.

Dari keempat momen dramatis dan bikin jantungan di atas, laga comeback mana nih yang menurutmu paling emosional dan bikin kamu merinding sampai nggak bisa melupakannya hingga sekarang? Yuk, coret-coret di kolom komentar bawah!

Editorial Team

Related Article