Kendal Tornado Kalah 0-1 dari PSS Sleman, Stefan Puji Mental Pemain

- Kendal Tornado FC kalah 0-1 dari PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo setelah Matheus Fornazari mencetak gol pada menit 90+3.
- Pelatih Stefan Keeltjes menilai mental pantang menyerah, kerja keras, dan dukungan antarpemain lebih penting daripada hasil dalam fase pramusim.
- Uji coba dimanfaatkan untuk memberi menit bermain rekrutan anyar, mengevaluasi adaptasi skuad, serta mematangkan fisik, mental, dan taktik menuju Championship 2026/2027.
Semarang, IDN Times – Kendal Tornado FC harus mengakui keunggulan PSS Sleman dalam laga uji coba yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (8/8/2026) malam. Laskar Badai Pantura kalah tipis 0-1 setelah kebobolan pada masa injury time.
Gol tunggal kemenangan PSS dicetak striker asal Brasil, Matheus Fornazari, pada menit ke-90+3. Meski pulang tanpa kemenangan, pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes justru melihat banyak hal positif dari penampilan anak asuhnya.
1. Stefan puas dengan karakter pemain

Menurut Stefan, hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama dalam fase pramusim. Ia lebih menyoroti mentalitas dan karakter para pemain saat menghadapi tim yang musim ini berlaga di Super League.
“Mental tidak ingin kalah, semua pemain mau bekerja keras, sama-sama support itu yang mereka tunjukkan di pertandingan ini,” ujar Stefan seusai laga.
Pelatih asal Surabaya tersebut menilai semangat juang para pemain tetap terjaga sepanjang pertandingan meski menghadapi lawan dengan level kompetisi lebih tinggi.
“Karakter itu yang ingin pemain paham dan terus dipertahankan setiap bermain,” tambahnya.
2. Pemain anyar langsung mendapat kesempatan tampil

Dalam laga tersebut, Stefan juga memanfaatkan uji coba untuk melihat perkembangan seluruh pemain yang telah menjalani empat pekan program latihan.
Sejumlah rekrutan anyar langsung diberikan menit bermain, termasuk Rifal Lastori, Fredyan Wahyu Sugiantoro, Ahmad Birrul Walidain, Andre Oktaviansyah, hingga Rizky Dwi Pangestu.
Kesempatan itu menjadi ajang bagi tim pelatih untuk menilai adaptasi pemain baru sekaligus mengukur kesiapan skuad menghadapi Championship 2026/2027.
3. Kekalahan jadi bahan evaluasi menuju kompetisi

Meski kalah lewat gol pada menit-menit akhir, Stefan menegaskan proses perkembangan tim tetap berjalan sesuai rencana.
Ia berharap setiap sesi latihan dan pertandingan uji coba dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pemain sebelum kompetisi resmi bergulir.
“Saya ingin anak-anak berproses dan berprogres di setiap latihan dan uji coba. Harapannya nanti di kompetisi mereka benar-benar siap,” tegasnya.
Laga melawan PSS Sleman sendiri menjadi salah satu ujian terberat yang dihadapi Kendal Tornado FC selama masa persiapan. Selain mengukur kondisi fisik, pertandingan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengasah mental bertanding dan penerapan taktikal yang mulai diasah tim pelatih dalam beberapa pekan terakhir.
















