Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pembelian Pemain Asing Paling Zonk di PSIS Semarang, Bikin Suporter Geregetan!
Pemain PSIS Semarang, Chevaughn Walsh mencetak gol perdana pada pertandingan melawan Madura United pada laga pekan ke-21 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, Jumat (28/1/2022) petang. (dok. PSIS Semarang)
  • Mendatangkan pemain asing berstatus mentereng bukan jaminan sukses; nyatanya, banyak yang justru kewalahan beradaptasi dengan ritme permainan fisik di Liga 1.

  • Nama-nama seperti Chevaughn Walsh hingga Evandro Brandao terpaksa masuk dalam daftar hitam perekrutan paling zonk akibat performa mandul dan riwayat cedera parah.

  • Keputusan tegas untuk memutus kontrak di pertengahan jalan sering kali harus diambil oleh manajemen demi menyelamatkan performa Laskar Mahesa Jenar dari jurang kekalahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap kali bursa transfer dibuka, harapan suporter selalu melambung tinggi. Membayangkan kedatangan penyerang berpostur raksasa atau playmaker berdarah Eropa rasanya sudah cukup membuat gelar juara seolah ada di depan mata. Tapi, realita di atas lapangan hijau memang tidak selalu seindah video highlight di YouTube.

Bagi kamu pendukung setia PSIS Semarang, euforia menyambut pemain asing sering kali harus berakhir dengan elusan dada. Alih-alih menjadi tulang punggung tim, sederet nama ini malah menjadi beban manajemen dan panen hujatan di media sosial. Dari mulai minimnya visi bermain hingga yang malah rebahan panjang di ruang medis, yuk kita bongkar deretan lima pemain asing paling gagal sepanjang sejarah Laskar Mahesa Jenar!

1. Chevaughn Walsh: Si Gempal yang Kehilangan Arah

Pemain asing PSIS Semarang, Chevaughn Walsh. (Dok. PSIS Semarang)

Didatangkan pada paruh musim Liga 1 2021/2022, ekspektasi terhadap striker asal Jamaika ini sangatlah masif. Ia diplot untuk menggantikan posisi mesin gol idola publik Semarang, Bruno Silva. Harapannya, postur tubuh besarnya bisa menjadi ancaman menakutkan bagi bek-bek lawan di kotak penalti.

Kenyataannya, Walsh justru tampil sangat mengecewakan. Pergerakannya dinilai sangat lamban, minim visi bermain, dan jauh dari kata tajam. Dari 10 pertandingan, ia hanya sanggup menorehkan 1 gol saja. Tak butuh waktu lama, manajemen langsung memutus kontraknya di akhir musim setelah ia menjadi target bulan-bulanan kritik suporter.

2. Evandro Brandao: Datang untuk Cedera

Evandro Brandao (ligaindonesiabaru.com)

Drama perekrutan paling tragis mungkin jatuh pada musim Liga 1 2024/2025. Evandro Brandao, penyerang berpaspor Angola, direkrut secara kilat menjelang penutupan bursa transfer untuk menambal absennya Sudi Abdallah yang cedera parah. Ironisnya, nasib Brandao tak kalah nahas.

Belum sempat unjuk gigi secara maksimal di laga debut, ia langsung menderita cedera robek tendon achilles dalam sesi latihan. Praktis, ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan. Saat mencoba kembali bermain pun, kontribusinya sangat minim dan bahkan sempat diganjar kartu merah. Kisahnya berakhir suram ketika ia hengkang di tengah konflik internal terkait penunggakan gaji.

3. Akhlidin Israilov: Lulusan Eropa yang "Lembek"

potret skuad Dynamo Kiev musim 1998/1999 (fcdynamo.com)

Membawa CV sebagai jebolan akademi bergengsi Dynamo Kyiv sekaligus pemain aktif Timnas Kirgistan, sangat wajar jika publik menaruh harapan tinggi pada Israilov di musim Liga 1 2018. Sayangnya, status mentereng tersebut luntur seketika begitu ia menginjakkan kaki di kerasnya sepak bola Indonesia.

Gaya bermainnya dianggap terlalu "lembek" dan sama sekali tidak cocok dengan intensitas fisik khas liga domestik. Ia terus-menerus kalah berduel di lini tengah. Ujungnya, sang gelandang serang harus angkat koper lebih awal di paruh musim usai hanya mencatatkan 5 penampilan tanpa sumbangsih gol maupun assist.

4. Taufee Skandari: Kepingan Asing yang Tak Berfungsi

Taufee Skandari (instagram.com/taffinio22)

Diplot sebagai pemain asing kedelapan pada musim Liga 1 2024/2025, gelandang asal Afganistan ini diharapkan bisa menambah kreativitas kedalaman skuad. Pengalamannya merantau di berbagai liga Eropa ternyata bukan jaminan ia bisa menaklukkan atmosfer sepak bola nasional dengan mudah.

Taufee tampak sangat kesulitan beradaptasi dengan ritme permainan PSIS. Ia dinilai minim improvisasi dan gagal membangun koneksi dengan lini depan. Dengan catatan hanya bermain di 7 laga (294 menit) tanpa memberikan dampak berarti, manajemen akhirnya mengambil langkah tegas menyudahi kontraknya lebih cepat.

5. Fernandinho: Motor Serangan yang Mogok

Fernandinho (instagram.com/psisfcofficial)

Berasal dari Brasil—negara produsen seniman lapangan hijau—Fernandinho digadang-gadang bakal menjadi roh permainan dengan goyangan magis khas Samba. Ia didatangkan pada musim Liga 1 2024/2025 dengan target utama memanjakan para penyerang PSIS lewat umpan-umpan mematikan.

Jauh panggang dari api, performanya terhitung amat pas-pasan untuk ukuran kuota pemain asing. Sepanjang musim berjalan, ia hanya diberi kepercayaan turun di 9 pertandingan (350 menit) dan mentok hanya sanggup memproduksi 1 assist. Merasa investasi ini merugikan dan tidak efisien, namanya pun resmi dicoret bersamaan dengan Taufee Skandari.

Tabel Perbandingan Statistik Pemain Gagal

Nama Pemain

Musim

Posisi

Statistik Utama di PSIS

Masalah Utama

Chevaughn Walsh

2021/2022

Striker

10 Main / 1 Gol

Fisik kurang ideal, lamban, mandul

Evandro Brandao

2024/2025

Striker

8 Main / 2 Gol

Cedera parah sejak awal bergabung

Akhlidin Israilov

2018

Gelandang

5 Main / 0 Gol

Kalah fisik, tidak cocok iklim Liga 1

Taufee Skandari

2024/2025

Gelandang

7 Main / 0 Gol

Gagal adaptasi, minim visi bermain

Fernandinho

2024/2025

Gelandang

9 Main / 1 Assist

Kontribusi minim, kalah bersaing

Bursa transfer dalam dunia sepak bola memang selalu penuh misteri; CV mentereng di masa lalu belum tentu menjadi garansi kesuksesan di rumput yang baru. Proses adaptasi cuaca, gaya bermain liga, hingga mentalitas personal sangat menentukan nasib seorang pemain asing.

Nah, dari kelima nama yang bikin geregetan di atas, menurutmu, performa zonk siapa nih yang paling bikin kamu susah move on saking jengkelnya? Yuk, tumpahkan uneg-uneg sepak bolamu di kolom komentar!

Editorial Team

Related Article