Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Jonathan Bustos, Dari Bolivia ke Indonesia Demi PSIS Semarang
PSIS Semarang melengkapi kuota pemain asing dengan mendatangkan gelandang asal Argentina, Jonathan Ezequiel Bustos untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. (dok. PSIS)
  • Jonathan Bustos kembali ke Indonesia untuk memperkuat PSIS Semarang pada musim 2026/2027, setelah musim lalu bermain bersama The Strongest di Bolivia.
  • Gelandang serang Argentina berusia 32 tahun itu menargetkan membantu PSIS meraih promosi ke Super League dengan pengalaman kompetisi Indonesia yang dimilikinya.
  • Adaptasi Bustos di PSIS didukung reuni dengan Hari Nur Yulianto, Ray Redondo, dan pelatih fisik Gaselly Jun Panam, sambil membangun chemistry seluruh skuad.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jonathan Bustos dari Argentina kembali ke Indonesia untuk main di PSIS Semarang musim 2026/2027. Ia dulu pernah main di beberapa klub Indonesia, lalu main di Bolivia. Sekarang ia mau bantu PSIS naik ke Super League. Bustos juga bertemu lagi dengan teman lama, Hari Nur Yulianto, Ray Redondo, dan Gaselly Jun Panam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Petualangan Jonathan Ezequiel Bustos di sepak bola Indonesia berlanjut. Setelah sempat meninggalkan Tanah Air dan bermain bersama The Strongest di Bolivia musim lalu, gelandang asal Argentina itu memilih kembali ke Indonesia untuk memperkuat PSIS Semarang pada musim 2026/2027.

1. Indonesia bukan tempat asing bagi Bustos

PSIS Semarang melengkapi kuota pemain asing dengan mendatangkan gelandang asal Argentina, Jonathan Ezequiel Bustos untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. (dok. PSIS)

Indonesia bukan tempat asing bagi pemain berusia 32 tahun tersebut. Sebelum bergabung dengan Mahesa Jenar, Bustos pernah memperkuat Borneo FC, PSS Sleman, Malut United FC, hingga Persela Lamongan.

Kepulangannya kali ini membawa misi baru. Bustos ingin membantu PSIS mengejar tiket promosi ke Super League.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan PSIS. Ini adalah klub yang memiliki sejarah besar dan suporter yang luar biasa. Setelah sempat bermain di Bolivia, saya juga senang bisa kembali ke Indonesia karena saya sudah mengenal kompetisi dan merasa nyaman bermain di sini,” katanya, Rabu (29/7/2026).

Kini, pemain di posisi gelandang serang itu berlabuh ke PSIS sebagai tempat melanjutkan karier profesionalnya. Pengalamannya bermain di sejumlah klub membuat Bustos sudah memahami atmosfer dan karakter kompetisi Indonesia.

2. Pulang ke Indonesia dengan misi bawa PSIS promosi

PSIS Semarang melengkapi kuota pemain asing dengan mendatangkan gelandang asal Argentina, Jonathan Ezequiel Bustos untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. (dok. PSIS)

Kembali ke Indonesia, Bustos tidak sekadar ingin mendapatkan menit bermain. Ada target besar yang ingin dikejarnya bersama PSIS.

Pada musim 2026/2027 ini, Mahesa Jenar mengusung misi promosi ke Super League. Bustos ingin menggunakan pengalaman dan kemampuannya sebagai gelandang serang untuk membantu tim mencapai target tersebut.

“Saya datang dengan semangat untuk bekerja keras setiap hari dan membantu tim dengan kemampuan yang saya miliki. Semoga kehadiran saya bisa memberikan dampak positif bagi PSIS dan kami dapat bersama-sama mencapai target promosi ke Super League,” ujarnya.

Oleh manajemen, Bustos diproyeksikan menjadi salah satu sumber kreativitas permainan Mahesa Jenar. Tantangan pertamanya adalah beradaptasi dengan karakter permainan dan rekan-rekan barunya.

“Saya berharap bisa segera beradaptasi dengan tim dan menikmati setiap proses yang ada di sini,” katanya.

3. Reuni dengan wajah lama di PSIS

PSIS Semarang melengkapi kuota pemain asing dengan mendatangkan gelandang asal Argentina, Jonathan Ezequiel Bustos untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. (dok. PSIS)

Proses adaptasi Bustos di PSIS berpotensi berjalan lebih mudah. Sebab, ada sejumlah sosok yang sudah dikenalnya di skuad Mahesa Jenar. Bustos akan bereuni dengan Hari Nur Yulianto dan Ray Redondo yang pernah menjadi rekan satu timnya.

Selain itu, ia kembali bertemu Pelatih Fisik PSIS Gaselly Jun Panam. Keduanya pernah bekerja bersama ketika Bustos memperkuat Malut United.

“Tentu menyenangkan bisa bertemu lagi dengan beberapa teman lama. Saya mengenal mereka sebagai pribadi yang baik dan profesional. Semoga itu bisa membantu proses adaptasi saya,” tuturnya.

Meski demikian, Bustos tak ingin hanya mengandalkan kedekatan dengan wajah-wajah lama. Ia menilai membangun hubungan dengan seluruh pemain menjadi pekerjaan penting menjelang kompetisi.

“Yang terpenting sekarang adalah membangun chemistry dengan seluruh pemain agar kami bisa menjadi tim yang solid sepanjang musim,” tutup Bustos.

Curated For You

Editorial Team

Related Article