Persiku Kudus sebenarnya menurunkan skuad terbaik menghadapi PSGC Ciamis. Tim Macan Muria bermain dengan beberapa nama andalan, seperti Ivan Veras, Vitor Barata, dan Nurhidayat. Keberadaan ketiganya membuat Persiku sempat tampil agresif sejak peluit kick-off dibunyikan.
Agresivitas permainan Persiku terbukti setelah mampu menciptakan beberapa peluang. Ancaman pertama hadir lewat tendangan spekulasi Mufid Zainun pada menit ke-10. Penyerang sayap berusia 17 tahun itu hampir mengubah angka di papan skor andai melakukan eksekusi bola tepat sasaran. Sialnya, sepakan Mufid masih melebar tipis di atas gawang PSGC Ciamis.
PSGC mulai memberikan perlawanan saat memasuki pertengahan babak. Tim berjuluk Laskar Singacala itu bahkan membuat kejutan. Mereka membuka keunggulan lebih dulu lewat sepakan Ghani Fathir pada menit ke-26. Gol tercipta setelah Ghani terlepas dari pengawalan pemain belakang Persiku Kudus.
Persiku merespons dengan meningkatkan tempo pertandingan. Macan Muria lalu menciptakan beberapa peluang lewat upaya Vitor Barata, Lucky Oktavianto, dan Ivan Veras. Namun, seluruh peluang menemui jalan buntu untuk menyamakan skor. Ini membuat Persiku tertinggal 0-1 hingga jeda babak.