Kiper PSIR Rembang Disanksi Seumur Hidup, Wasit Liga 4 Diskors 1 Tahun

- Raihan Ably dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup karena mengangkat kaki terlalu tinggi dan mencederai pemain lawan.
- Wasit yang memimpin pertandingan juga disanksi selama satu tahun karena dianggap gagal menjalankan tugas dengan baik.
- Ketua PSSI Jateng, Yoyok Sukawi, mendukung hukuman berat demi efek jera agar tidak ada lagi tindakan kekerasan di lapangan hijau.
Semarang, IDN Times – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah menjatuhkan sanksi berat buntut insiden kekerasan dalam laga terakhir penyisihan Liga 4 Jateng 2025/2026. Penjaga gawang PSIR Rembang, Raihan Ably Valent Ramdan Alfariq, dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Putusan No 52/KD.L4/PSSI.JTG/I/2026 yang dirilis usai sidang Komdis pada Rabu (21/1/2026) malam.
1. Dinilai sengaja angkat kaki tinggi, ancam keselamatan lawan

Insiden ini terjadi saat laga antara PSIR Rembang menjamu Persikaba Blora di Stadion Krida. Raihan Ably dinilai melakukan pelanggaran buruk (violent conduct) dengan sengaja mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mencederai pemain Persikaba, Rizal Dimas Avesta.
"Tindakan tersebut sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pemain lawan," bunyi keterangan resmi Komdis. Berdasarkan Kode Disiplin 2025, Raihan tak hanya dilarang bermain selamanya, tapi juga didenda sebesar Rp5 juta.
2. Wasit 'underperform' disanksi setahun

Ketegasan Komdis PSSI Jateng tidak hanya menyasar pemain. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut juga diparkir selama satu tahun karena dianggap gagal menjalankan tugas dengan baik alias underperform.
Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, menegaskan langkah ini diambil sesuai regulasi untuk menjaga integritas kompetisi. "Ini pengingat bagi semua agar Liga 4 berjalan aman dan fair play," tegas Evan.
3. Yoyok Sukawi dukung hukuman berat demi efek jera

Ketua PSSI Jateng, Yoyok Sukawi, mengaku geram dan menyayangkan terjadinya aksi brutal di lapangan hijau. Ia mendukung penuh langkah Komdis dan Komite Wasit untuk 'membersihkan' sepak bola Jateng dari tindakan kekerasan.
"Saya instruksikan langsung untuk ambil langkah tegas. Semoga sanksi berat ini memberikan efek jera agar tidak ada lagi nilai-nilai fairplay yang dicederai," pungkas Yoyok.











.jpg)





