PSIS Semarang Punya Utang Rp45 Miliar, Terungkap di RUPS PT MJS

- Manajemen PSIS Semarang memiliki tanggungan utang sebesar Rp45 miliar.
- Direncanakan adanya RUPS kembali untuk setoran modal pemegang saham guna menutup utang.
- Pemegang saham diberi prioritas untuk membeli saham yang belum ditempatkan hingga RUPS berikutnya.
Semarang, IDN Times - PT Mahesa Jenar Semarang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Semarang, Jumat (17/1/2025). Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa manajemen PSIS Semarang memiliki tanggungan utang sebesar Rp45 miliar.
1. Hinca Panjaitan ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT. MJS

RUPS tersebut dihadiri oleh para pemegang saham, yakni Yoyok Sukawi, Heri Sasongko, Trias Iskandar, Kairul Anwar, dan Setyo Agung Nugroho.
Pada pertemuan itu membahas beberapa poin seperti penunjukan Hinca Panjaitan sebagai Komisaris Independen untuk memperkuat di bidang Hukum PT. Mahesa Jenar Semarang. Keputusan itu sudah sesuai dengan kompetensi yang bersangkutan.
Selanjutnya, Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang (MJS), Agung Buwono melaporkan terkait keuangan pada tahun 2023 dan 2024. Dalam laporan keuangan tahun 2023 dan 2024, terungkap bahwa manajemen PSIS Semarang terdapat tanggungan atau utang sebesar Rp45 miliar.
Adapun, laporan keuangan tersebut dibuat oleh Kantor Akuntan Publik yang Independen.
2. PT MJS punya tanggungan operasional selama 2 tahun

"Kami menggelar RUPS PT Mahesa Jenar Semarang. Dalam RUPS, direktur melakukan paparan bahwa PT. MJS memiliki tanggungan operasional selama 2 tahun sebesar Rp45 miliar pada tahun 2023 dan 2024," terang Komisaris Utama PT. Mahesa Jenar Semarang, Yoyok Sukawi dalam keterangan resmi, Sabtu (18/1/2025).
CEO PSIS itu juga menjelaskan, bahwa di Februari nanti akan diadakan kembali RUPS terkait setoran modal para pemegang saham untuk menutup tanggungan utang tersebut.
Untuk diketahui, selama ini utang Rp45 miliar tersebut berusaha diselesaikan dengan pemberian dana talangan oleh pemegang saham yang bersedia untuk membayar. Kemudian, mereka menyetor modal ke PT MJS untuk operasional PSIS.
3. Saham akan ditawarkan ke investor dari luar
Dalam kesempatan RUPS tersebut, perseroan memberi prioritas utama bagi pemegang saham untuk melakukan pembelian saham yang belum ditempatkan. Adapun, prioritas ini memiliki jangka waktu sampai RUPS berikutnya.
Apabila terlewat, maka akan ditawarkan kepada investor dari luar. Nantinya hasil pembelian saham tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan tanggungan yang dimiliki PT MJS.
"Pemegang saham saat ini diberi waktu hingga RUPS berikutnya dan pemegang saham saat ini yang kami prioritaskan membeli saham yang belum ditempatkan untuk dapat menutup tanggungan-tanggungan yang ada. Sehingga, sahamnya dapat bertambah sesuai dengan ketentuan undang-undang perseroan terbatas," tutup Yoyok.