Sebelum Bawa Spanyol Juara Dunia 2026, Pau Cubarsí Pernah Berlaga di Solo, Ingat?

- Pau Cubarsí, bek muda FC Barcelona, jadi sorotan usai bantu Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 berkat ketenangan dan kematangannya di lini belakang.
- Sebelum sukses di level dunia, Cubarsí pernah tampil di Stadion Manahan Solo saat Piala Dunia U-17 2023 dan menunjukkan bakat luar biasa sebagai bek utama Spanyol muda.
- Pengalaman bermain di iklim tropis Solo membentuk mental juara Cubarsí hingga akhirnya berkembang pesat di Barcelona dan menjadi pilar penting timnas senior Spanyol.
Sebelum Bawa Spanyol Juara Dunia 2026, Pau Cubarsí Pernah Berlaga di Solo, Ingat?
Surakarta, IDN Times — Euforia keberhasilan Timnas Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 masih hangat terasa, ya Lur! Di balik ketangguhan benteng pertahanan La Furia Roja sepanjang turnamen, nama bek muda FC Barcelona, Pau Cubarsí, menjadi perbincangan hangat pencinta sepak bola seluruh dunia berkat penampilannya yang sangat dingin dan dewasa.
Namun, di balik sorot lampu megah stadion kelas dunia tempat laga final berlangsung, ada satu fakta unik yang bikin warga Solo Raya dan Jawa Tengah mesem-mesem bangga. Tahukah Sedulur, sebelum mengawal lini belakang Spanyol hingga bertahta di puncak dunia di tahun 2026 ini, Pau Cubarsí ternyata pernah berjibaku dan "keringatan" di atas rumput Stadion Manahan, Solo?
Yuk, kita putar balik waktu dan simak perjalanan nostalgia Pau Cubarsí dari Kota Bengawan hingga menaklukkan panggung tertinggi Piala Dunia 2026 berikut ini, Lur!
1. Saksi Bisu Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia

Jejak langkah Cubarsí di Indonesia bermula pada akhir tahun 2023 lalu, saat Indonesia dipercaya FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17. Kala itu, Stadion Manahan Solo terpilih menjadi salah satu venue utama yang menggelegar, khususnya untuk pertandingan Grup B yang dihuni oleh Timnas Spanyol U-17.
Pau Cubarsí yang saat itu baru berusia 16 tahun sudah menjadi pilar utama di jantung pertahanan La Furia Roja muda. Ia bahu-membahu mengawal lini belakang Spanyol saat berhadapan dengan negara-negara kuat seperti Kanada, Mali, hingga Uzbekistan di hadapan ribuan suporter lokal yang memadati Stadion Manahan.
2. Gemblengan Udara Tropis Solo yang Membentuk Mental Juara

Bagi para pemain muda Eropa, bertanding di iklim tropis Jawa Tengah yang hangat dan lembap tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, atmosfer Stadion Manahan dan keramahan warga Solo justru memberikan kenangan manis sekaligus gemblengan fisik yang luar biasa bagi Cubarsí.
Di Solo, kemampuan membaca permainan (game reading) dan ketenangannya dalam mengalirkan bola dari belakang (ball-playing defender) sudah terlihat sangat menonjol. Tak heran jika selepas berdikari di turnamen U-17 tersebut, karier Cubarsí melesat bagai roket di FC Barcelona hingga akhirnya dipanggil masuk ke skuad utama timnas senior Spanyol untuk Piala Dunia 2026.
3. Dari Manahan ke Puncak Dunia

Siapa yang menyangka, bek muda yang dulu berlari-lari menyapu bola di lapangan Manahan kini telah bertransformasi menjadi salah satu bek tengah terbaik di planet bumi. Pengalaman bertanding di berbagai benua—termasuk panggung Piala Dunia U-17 di Solo—menjadi fondasi penting yang membentuk mentalitas juara seorang Pau Cubarsí.
Bagi pencinta sepak bola di Solo Raya, melihat pemain yang dulu bertanding langsung di depan mata mereka kini mengangkat trofi Piala Dunia 2026 tentu memberikan kepuasan dan kebanggaan tersendiri.
Nah, itulah kilas balik perjalanan Pau Cubarsí yang pernah mengukir jejak di Tanah Jawa sebelum membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Bangga banget kan, Stadion Manahan pernah jadi bagian dari perjalanan sang juara dunia? Selamat untuk Spanyol, dan salam olahraga selalu, Sedulur!



















