Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seri Lawan Persikad, Persekat Tegal Masuk Playoff Degradasi

Ilustrasi sepak bola (unsplash.com/Wesley Tingey)
Ilustrasi sepak bola (unsplash.com/Wesley Tingey)
Intinya sih...
  • Persekat Tegal gagal meraih hasil optimal di Pegadaian Championship 2025/2026
  • Meskipun unggul jumlah pemain, Persekat gagal mencetak gol dan harus berjuang pada babak playoff degradasi
  • Persekat akan menghadapi PSIS Semarang dalam playoff degradasi untuk menentukan nasibnya di kompetisi Championship musim depan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tegal, IDN Times - Persekat Tegal menutup babak penyisihan Pegadaian Championship 2025/2026 dengan gagal meraih hasil optimal. Tim racikan pelatih I Putu Gede hanya imbang melawan Persikad Depok di Stadion Trisanja, Tegal, Kamis, (29/1/2026) sore. Laga ini berakhir dengan skor 0-0.

Hasil tersebut membuat Persekat gagal mentas dari zona persaingan papan bawah di klasemen akhir Grup 1 atau grup wilayah barat. Mereka harus berjuang pada babak playoff degradasi. Ajang ini akan menentukan nasib Persekat untuk bertahan di kompetisi Championship atau degradasi ke Liga Nusantara musim depan.

1. Persekat unggul jumlah pemain sejak babak pertama

Persekat Tegal sebenarnya tampil dengan percaya diri tinggi melawan Persikad Depok. Tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu menciptakan peluang pertama pada menit ke-14. Mereka hampir mencetak gol melalui tendangan spekulasi Genta Alparedo. Namun, eksekusi bola pemain bernomor punggung 79 itu masih melebar tipis dari sasaran.

Persekat kembali menebar ancaman ke gawang Persikad Depok pada menit ke-26. Laskar Ki Gede Sebayu melakukannya lewat pergerakan individu Antonius Tuna. Hanya saja, gelandang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu punya persoalan dalam penyelesaian akhir. Bola sepakan Antonius mampu ditangkap kiper Persikad, Lutfi Masrohan.

Kejutan terjadi pada menit tambahan 45+1. Wasit dengan tegas memberi hukuman kartu kuning kedua kepada pemain Persikad Depok, Aulia Lubis, usai melanggar Antonius Tuna. Ini menjadi kerugian bagi Persikad karena bermain dengan sepuluh pemain.

Sialnya, Persekat Tegal gagal memanfaatkan keuntungan tersebut. Laskar Ki Gede Sebayu tak mampu mengoyak jala Persikad Depok hingga babak pertama usai. Ini membuat laga berakhir dengan skor sementara 0-0.

2. Persekat gagal memecah kebuntuan sepanjang laga

Persekat Tegal melakukan pergantian pemain pada awal babak kedua. Laskar Ki Gede Sebayu menurunkan Dirk Lukas Auri dan Rocky Mandosir untuk menggantikan posisi Muhammad Taufiq dan Faisal Ramadani. Ini dilakukan demi menambah daya gedor tim.

Tak berselang lama, upaya tersebut terlihat cukup berdampak. Persekat Tegal menciptakan gelombang serangan ke lini pertahanan Persikad Depok. Laskar Ki Gede Sebayu sempat mengancam lewat upaya Rocky Mandosir pada menit ke-55, Antonius Tuna pada menit ke-69, dan Iuri Barbosa pada menit ke-71. Namun, semua peluang itu selalu menemui jalan buntu.

Upaya Persekat Tegal tidak berhenti di sana. Laskar Ki Gede Sebayu kembali menginvasi lini belakang Persikad Depok lewat determinasi Sylvain Atieda pada menit ke-76. Lalu, winger Persekat, Kevy Syahertian ikut andil dengan melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti.

Di sisi lain, tim tamu tidak banyak mengembangkan skema permainan. Persikad Depok hanya fokus bertahan. Meski demikian, upaya ini berbuah hasil karena Persikad mampu mengimbangi Persekat Tegal hingga laga bubaran. Laga tetap berakhir sama kuat 0-0.

3. Persekat harus berjuang pada playoff degradasi

Hasil tersebut menjadi hasil yang kurang memuaskan bagi Persekat Tegal. Sebab, Laskar Ki Gede Sebayu mesti berakhir di peringkat ke-9 klasemen Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026 dengan mengumpulkan 19 poin dari 18 pertandingan. Hasil ini membuat Persekat masuk ke babak playoff degradasi.

Nasib Persekat Tegal akan ditentukan pada fase tersebut. Laskar Ki Gede Sebayu akan menghadapi tim dari peringkat ke-9 di klasemen akhir Grup 2 Championship 2025/2026. Kandidat terkuat tim yang menempati posisi itu adalah PSIS Semarang. PSIS sendiri belum maksimal dengan catatan 11 poin dari 17 laga sejauh ini.

Nantinya, Persekat wajib meraih kemenangan dalam duel playoff degradasi. Itu wajib dilakukan jika mereka ingin bertahan di kompetisi Championship musim depan. Sebaliknya, Laskar Ki Gede Sebayu dipastikan turun kasta ke Liga Nusantara alias Liga 3 Indonesia jika mengalami kekalahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest Sport Jawa Tengah

See More

Seri Lawan Persikad, Persekat Tegal Masuk Playoff Degradasi

29 Jan 2026, 22:18 WIBSport