Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rahasia Seharian Solo ke Jogja PP Naik KRL Cuma Modal Rp50 Ribu, Bisa Apa Aja?
KRL Commuter Line Solo-Jogja berhenti di Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Liburan lintas kota Solo-Jogja dengan modal Rp50 ribu sangatlah nyata; rahasia penghematan terbesarnya ada pada tarif KRL Commuter Line yang flat Rp8.000 sekali jalan.

  • Sisa uang Rp34.000 masih sanggup membiayai tiga sesi wisata kuliner—mulai dari soto segar di Lempuyangan, es teh jumbo di Malioboro, hingga pesta nasi kucing di angkringan.

  • Trik bertahan hidupnya adalah pantang memesan ojek online, wajib membawa botol minum sendiri, dan dilarang makan besar di trotoar utama Malioboro.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lagi jenuh-jenuhnya di Solo, tapi pengen sekadar healing tipis ganti suasana ke Jogja? Begitu buka dompet dan lihat lembaran uang Rp50.000 tinggal satu-satunya sebelum jadwal kiriman bulan depan turun, langsung deh ragu-ragu: "Yaelah, duit segini mah cuma cukup buat ongkos doang, di sana mau makan angin?".

Eits, buang jauh-jauh pikiran pesimismu itu! Nyatanya, pelarian singkat ke Kota Pelajar berbekal selembar uang bergambar Djuanda Kartawidjaja ini bukan cuma skenario khayalan, tapi sangat bisa dieksekusi sampai perut kenyang. Lewat manajemen backpacking ultra-ketat di bawah ini, yuk kita buktikan kalau kemewahan liburan lintas kota tidak selalu butuh modal besar!

1. Kunci Transportasi: KRL Solo-Jogja PP Cuma Rp16 Ribu

KRL Commuter Line Solo-Jogja berhenti di Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)

Aturan mendasar kaum mendang-mending: pastikan kartu e-money atau KMT kamu sudah terisi. Ongkos transportasi pulang-pergi (PP) kamu akan dipotong oleh KRL Commuter Line dengan tarif flat yang sangat manusiawi, yaitu Rp8.000 per perjalanan.

Perhitungannya saklek: Rp8.000 (Solo–Jogja) + Rp8.000 (Jogja–Solo) = Rp16.000. Angka ini otomatis menyelamatkan 68% total modalmu. Sekarang, mari kita kurangi: Rp50.000 – Rp16.000 = Rp34.000. Uang tiga puluh empat ribu inilah yang bakal jadi bensin penopang lambungmu seharian di sana.

2. Makan Siang Lokal: Soto atau Pecel Lempuyangan (Rp12.000)

KRL Solo-Yogyakarta yang berhenti di Stasiun Palur. (IDN Times/Larasati Rey)

Begitu kereta mendarat di Stasiun Lempuyangan sekitar jam jam makan siang, perut pasti langsung berdemo. Jangan terburu-buru memesan makanan di dalam area stasiun. Berjalanlah keluar sedikit ke arah Jalan Hayam Wuruk.

Di area lokal ini, kamu bisa menemukan semangkuk Soto Ayam Kampung yang gurih dan segar seharga Rp10.000 hingga Rp12.000 per porsi, atau sepiring Nasi Pecel Madiun bumbu kacang pekat seharga Rp12.000. Sisa budget kuliner sekarang: Rp34.000 – Rp12.000 = Rp22.000.

3. Camilan Sore: Es Teh Jumbo & Gorengan Malioboro (Rp7.000)

Suasana penumpang KRL Solo-Yogyakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Setelah seharian keliling jalan kaki menelusuri sudut-sudut estetik kota, masuklah ke jam jam kritis dahaga di sore hari. Melipirlah ke warung tenda rakyat di sekitaran pinggiran Malioboro.

Pesanlah satu Es Teh Manis Jumbo atau Es Susu seharga Rp4.000 untuk membasahi kerongkongan yang kering, ditemani oleh 2 biji gorengan hangat (mendoan atau bakwan) seharga Rp3.000. Komposisi karbohidrat ringan ini cukup ampuh menahan lapar sampai malam tiba. Sisa budget kuliner sekarang: Rp22.000 – Rp7.000 = Rp15.000.

4. Makan Malam Kenyang: Angkringan Kopi Joss Tugu (Rp15.000)

KRL Solo-Jogja di Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)

Menjelang jam jam pulang sebelum mengejar KRL jadwal malam, bergeserlah ke area legenda: Angkringan Kopi Joss di utara Stasiun Tugu. Dengan modal pas Rp15.000 di kantong, kamu bisa berpesta kecil-kecilan ala rakyat Jogja.

Ambillah 2 bungkus Nasi Kucing (Rp6.000), tambahkan lauk 2 tusuk sate ayam atau sate usus bakar (Rp5.000), dan tutup sesi ini dengan menyeruput segelas Es Teh atau Wedang Jahe hangat (Rp4.000). Pas bukan? Perut kenyang maksimal, saldo di dompet habis tepat pada waktunya.

5. Tiga Hukum Bertahan Hidup Backpacker Rp50 Ribu

Penumpang menaiki KRL Solo-Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)

Supaya simulasi keuangan ini tidak meleset sepeser pun di lapangan, pegang erat tiga prinsip haram berikut:

  • Haram Beli Air Kemasan: Kamu wajib membawa botol minum sendiri yang sudah diisi penuh dari rumah. Trik sederhana ini memotong potensi pengeluaran konyol Rp5.000 hingga Rp10.000 cuma demi air putih.

  • Haram Order Ojek Online: Seluruh titik rute kuliner di atas didesain sangat dekat. Kamu wajib berjalan kaki menikmati trotoar kota. Begitu kamu memencet tombol aplikasi ojek, skenario finansial ini langsung hancur.

  • Haram Makan Besar di Jalur Utama Malioboro: Jangan pernah membeli makanan berat di sepanjang trotoar utama Malioboro yang harganya sering kali dikalikan dua. Selalu melipirlah masuk ke gang-gang kecil seperti Sosrowijayan atau area pemukiman warga dekat peron stasiun untuk mendapatkan harga lokal asli.

Berlibur ke Jogja bermodalkan uang selembar lima puluh ribuan membuktikan bahwa bahagia itu tidak selalu tentang menginap di hotel bintang lima atau nongkrong di kafe fancy. Aroma rel kereta dan teh hangat angkringan adalah terapi paling efektif untuk me-reset isi kepala yang suntuk.

Nah, supaya rute jalan kakimu makin presisi, kira-kira kamu bakal memilih turun di Stasiun Lempuyangan atau langsung mendarat di Stasiun Tugu, nih? Yuk, tuliskan stasiun pilihanmu di kolom komentar biar kita spill rute gang pintasnya!

Editorial Team

Related Article