Penumpang menaiki KRL Solo-Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
Supaya simulasi keuangan ini tidak meleset sepeser pun di lapangan, pegang erat tiga prinsip haram berikut:
Haram Beli Air Kemasan: Kamu wajib membawa botol minum sendiri yang sudah diisi penuh dari rumah. Trik sederhana ini memotong potensi pengeluaran konyol Rp5.000 hingga Rp10.000 cuma demi air putih.
Haram Order Ojek Online: Seluruh titik rute kuliner di atas didesain sangat dekat. Kamu wajib berjalan kaki menikmati trotoar kota. Begitu kamu memencet tombol aplikasi ojek, skenario finansial ini langsung hancur.
Haram Makan Besar di Jalur Utama Malioboro: Jangan pernah membeli makanan berat di sepanjang trotoar utama Malioboro yang harganya sering kali dikalikan dua. Selalu melipirlah masuk ke gang-gang kecil seperti Sosrowijayan atau area pemukiman warga dekat peron stasiun untuk mendapatkan harga lokal asli.
Berlibur ke Jogja bermodalkan uang selembar lima puluh ribuan membuktikan bahwa bahagia itu tidak selalu tentang menginap di hotel bintang lima atau nongkrong di kafe fancy. Aroma rel kereta dan teh hangat angkringan adalah terapi paling efektif untuk me-reset isi kepala yang suntuk.
Nah, supaya rute jalan kakimu makin presisi, kira-kira kamu bakal memilih turun di Stasiun Lempuyangan atau langsung mendarat di Stasiun Tugu, nih? Yuk, tuliskan stasiun pilihanmu di kolom komentar biar kita spill rute gang pintasnya!