Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Suhu Malam di Dieng Tembus 6 Derajat! Cek 5 Barang Wajib Saat Bediding

Suhu Malam di Dieng Tembus 6 Derajat! Cek 5 Barang Wajib Saat Bediding
Dieng (unsplash.com/Andri Hermawan)
Intinya Sih
  • Fenomena bediding di Dieng membuat suhu malam turun hingga sekitar 6 derajat Celsius, menciptakan udara sangat dingin terutama pada malam dan pagi hari.
  • BMKG menjelaskan bediding terjadi saat musim kemarau akibat massa udara dingin dari Australia yang memengaruhi wilayah selatan Indonesia, termasuk dataran tinggi seperti Dieng.
  • Wisatawan disarankan membawa jaket tebal, sarung tangan, kupluk, baju cadangan, serta pelembap dan lip balm agar tetap nyaman menghadapi suhu dingin Dieng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Fenomena bediding menjadi salah satu momen yang cukup dikenal di berbagai wilayah Jawa saat musim kemarau. Bediding merupakan kondisi ketika suhu udara terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini juga sering dikaitkan dengan langit yang cenderung cerah dan minim awan selama musim kemarau.

Dataran Tinggi Dieng menjadi salah satu kawasan yang identik dengan fenomena tersebut. Berdasarkan informasi dari BMKG, suhu dingin di Dieng dapat memicu kemunculan embun beku atau embun upas yang kerap menarik perhatian wisatawan. Saat merencanakan perjalanan ke kawasan ini pada periode bediding, sejumlah perlengkapan berikut layak dipersiapkan.

1. Jaket tebal

ilustrasi menggunakan jaket tebal
ilustrasi menggunakan jaket tebal (unsplash.com/Eugene Chystiakov)

Dataran Tinggi Dieng dikenal dengan udara yang sejuk sepanjang tahun. Suhu di kawasan ini dapat berada pada kisaran 12 hingga 20 derajat Celsius pada siang hari dan sekitar 6 hingga 10 derajat Celsius pada malam hari. Kondisi tersebut membuat suasana terasa jauh lebih dingin dibanding banyak daerah lain di Pulau Jawa.

Karena itu, jaket tebal menjadi perlengkapan yang penting dibawa saat berkunjung. Wisatawan disarankan mempersiapkan pakaian hangat untuk menghadapi udara dingin di Dieng. Jaket membantu memberikan perlindungan tambahan terutama saat berada di luar ruangan pada pagi atau malam hari.

2. Sarung tangan

Ilustrasi sarung tangan
Ilustrasi sarung tangan (unsplash.com/eskay lim)

Fenomena bediding membuat udara dingin lebih terasa terutama menjelang pagi. Menurut BMKG, kondisi ini umum terjadi pada puncak musim kemarau ketika massa udara dingin dan kering dari Australia memengaruhi wilayah Indonesia bagian selatan. Dampaknya lebih terasa di daerah dataran tinggi dan pegunungan seperti Dieng.

Sarung tangan termasuk perlengkapan yang disarankan untuk dibawa saat berwisata ke Dieng. Aksesori ini membantu menambah kenyamanan ketika suhu udara turun cukup rendah. Kehadirannya juga melengkapi penggunaan jaket dan pakaian hangat lainnya.

3. Kupluk

Kupluk
Kupluk (unsplash.com/Iamninoslav)

Suasana pagi di Dieng saat musim kemarau sering terasa sangat dingin. Berdasarkan penjelasan BMKG, bediding biasanya berlangsung dari malam hingga pagi hari dan menjadi bagian dari fenomena alam yang umum terjadi setiap tahun. Kondisi tersebut menjadikan perlindungan tubuh dari udara dingin sebagai hal yang perlu diperhatikan.

Kupluk atau penutup kepala termasuk barang yang sebaiknya dimasukkan ke dalam tas perjalanan. Perlengkapan ini membantu melengkapi kebutuhan pakaian hangat selama berada di kawasan dataran tinggi. Penggunaannya juga sejalan dengan anjuran untuk mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin Dieng.

4. Baju cadangan yang cukup

Ilustrasi pakaian
Ilustrasi pakaian (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Dieng memiliki karakter cuaca yang berbeda dibanding banyak destinasi wisata lain. Udara dingin di kawasan ini sering membuat wisatawan mengenakan pakaian berlapis agar tetap nyaman selama beraktivitas. Karena itu kebutuhan pakaian dapat menjadi lebih banyak dibanding perjalanan biasa.

Wisatawan disarankan membawa baju lebih dari kebutuhan standar perjalanan. Ketersediaan pakaian cadangan memberikan fleksibilitas ketika harus mengenakan beberapa lapis pakaian dalam satu waktu. Persiapan sederhana ini dapat membantu perjalanan terasa lebih nyaman selama periode bediding.

5. Pelembab dan lip balm

Ilustrasi pelembab
Ilustrasi pelembab (unsplash.com/Poko Skincare)

Selain suhu yang rendah, udara dingin di Dieng juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Udara dingin disebut berpotensi menyebabkan kulit tubuh dan bibir menjadi kering. Kondisi ini sering menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat berwisata ke dataran tinggi.

Karena itu, pelembap seperti krim wajah, losion, dan lip balm termasuk perlengkapan yang direkomendasikan. Produk tersebut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat kulit dan bibir yang mengering. Kehadirannya menjadi pelengkap penting selain pakaian hangat saat menjelajahi Dieng pada musim bediding.

Fenomena bediding menjadikan suasana Dieng terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, baju cadangan, serta pelembap dan lip balm merupakan perlengkapan yang relevan dipersiapkan di kawasan tersebut. Dengan persiapan yang sesuai, pengalaman menikmati atmosfer khas Dieng saat musim dingin dapat berlangsung lebih nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest Travel Jawa Tengah

See More