Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wisata ke Dieng saat Suhu 0 Derajat? Cicipi 4 Kuliner Penghangat Tubuh Khas Wonosobo

Wisata ke Dieng saat Suhu 0 Derajat? Cicipi 4 Kuliner Penghangat Tubuh Khas Wonosobo
Dataran tinggi Dieng (unsplash.com/Andri Hermawan)
Intinya Sih
  • Fenomena embun upas di Dieng membuat suhu turun hingga 0 derajat Celsius, menarik wisatawan untuk merasakan sensasi musim dingin ala luar negeri.
  • Wonosobo menawarkan empat kuliner penghangat tubuh khas, yaitu Mie Ongklok, Tempe Kemul, Purwaceng, dan Sego Megono yang cocok dinikmati saat udara ekstrem.
  • Setiap hidangan memiliki keunikan rasa dan efek hangat tersendiri, menjadikannya pilihan favorit wisatawan untuk menjaga stamina selama berlibur di Dataran Tinggi Dieng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Wisata ke Dieng saat Suhu 0 Derajat? Cicipi 4 Kuliner Penghangat Tubuh Khas Wonosobo Ini

Wonosobo, IDN Times — Fenomena "embun upas" atau embun racun yang membeku menjadi es di Dataran Tinggi Dieng selalu sukses menarik perhatian wisatawan ya, Lur? Memasuki puncak musim kemarau, suhu di kawasan wisata Dieng bahkan bisa merosot ekstrem hingga menyentuh angka 0 derajat Celsius. Fenomena ini tentu menawarkan sensasi liburan ala musim dingin di luar negeri yang sangat magis.

Namun, di balik keindahannya, dinginnya udara Dieng yang menusuk tulang sering kali bikin tubuh gemetaran jika tidak bersiap dengan baik. Selain memakai jaket berlapis, salah satu cara paling ampuh dan menyenangkan untuk mengusir rasa menggigil adalah dengan berburu kuliner lokal. Wonosobo memiliki sederet makanan dan minuman tradisional yang sengaja diracik khusus untuk menghangatkan tubuh dari dalam.

Biar petualangan nekatmu menembus suhu beku tetap nyaman, yuk cicipi 4 kuliner penghangat tubuh khas Wonosobo yang wajib masuk daftar buruanmu berikut ini, Lur!

1. Mie Ongklok, Sensasi Mi Kuah Kental yang Menggugah Selera

ilustrasi mie ongklok (freepik.com/freepik)
ilustrasi mie ongklok (freepik.com/freepik)

Belum ke Wonosobo namanya kalau belum menjajal kuliner legendaris yang satu ini. Mie Ongklok adalah makanan paling ikonik yang sangat diburu wisatawan, terutama saat cuaca sedang dingin-dinginnya.

Keunikannya: Nama "ongklok" diambil dari nama keranjang bambu kecil yang digunakan untuk mengocok mi dan sayuran di dalam air mendidih sebelum disajikan. Mi ini disiram dengan kuah jenang—kuah cokelat super kental yang terbuat dari pati singkong (kanji), ebi, dan campuran bumbu kacang yang gurih manis.

Efek Menghangatkan: Kombinasi kuah kental yang disajikan dalam keadaan panas berpadu dengan potongan kol segar dan kucai langsung memberikan kehangatan instan di tenggorokan pada suapan pertama. Biasanya, mi ini disantap bersama sate sapi bumbu kacang dan tempe kemul, Lur!

2. Tempe Kemul, Gorengan Garing Berbalut "Selimut" Kuning

Tempe Kemul (https://id.pinterest.com/omegab129/)
Tempe Kemul (https://id.pinterest.com/omegab129/)

Jika di daerah lain kamu mengenal tempe mendoan yang bertekstur lembek, maka di Wonosobo kamu akan jatuh cinta dengan kerenyahan Tempe Kemul. Dalam bahasa Jawa, kemul berarti selimut.

Keunikannya: Tempe ini diiris tipis, lalu dicelupkan ke dalam adonan tepung gandum dan tepung beras yang diberi bumbu kunyit pekat sehingga warnanya kuning cerah. Ciri khas utamanya adalah taburan daun kucai yang melimpah dan pinggiran tepungnya yang digoreng melebar serta sangat garing (crispy).

Efek Menghangatkan: Menikmati Tempe Kemul yang baru saja diangkat dari wajan penggorengan besar di tengah kabut Dieng adalah kenikmatan tiada tara. Rasa hangat dari minyak kelapa dan gurihnya kucai dijamin bikin kamu gak bisa berhenti mengunyah.

3. Purwaceng, Ramuan Herbal Ajaib Penghalau Angin Malam

ilustrasi akar purwaceng kering (commons.wikimedia.org)
ilustrasi akar purwaceng kering (commons.wikimedia.org)

Bagi Sedulur yang membutuhkan asupan minuman hangat yang bisa mendongkrak stamina sekaligus mengusir masuk angin, Purwaceng adalah jawabannya. Tanpa ragu, ini adalah minuman wajib saat berkemah atau jalan-jalan malam di Dieng.

Keunikannya: Purwaceng merupakan tanaman herbal endemik yang hanya bisa tumbuh subur di dataran tinggi berwujud semak legendaris. Akarnya diolah menjadi bubuk jamu beraroma khas.

Efek Menghangatkan: Saat ini purwaceng sudah dikemas modern dan sering disajikan dalam bentuk Kopi Purwaceng, Susu Purwaceng, atau Teh Purwaceng hangat. Begitu diminum, ramuan ini memberikan efek hangat yang bertahan lama di dada dan perut, sangat ampuh menjaga suhu tubuh tetap stabil di tengah kepungan udara 0 derajat.

4. Sego Megono, Nasi Campur Gurih Penyemangat Pagi

potret nasi megono di Sego Megono Bu Ari, Jogja (google.com/maps/Rahajeng Mufid)
potret nasi megono di Sego Megono Bu Ari, Jogja (google.com/maps/Rahajeng Mufid)

Sebelum memulai petualangan berburu matahari terbit (sunrise) di Bukit Sikunir, mengisi perut dengan porsi sarapan yang hangat dan padat adalah hal yang wajib hukumnya. Sego Megono khas Wonosobo siap menjadi bahan bakar tubuhmu.

Keunikannya: Berbeda dengan Megono Pekalongan yang menggunakan nangka muda, Sego Megono Wonosobo (sering disebut Sego Reged) terdiri dari nasi putih hangat yang dikukus bersama dengan parutan kelapa berbumbu, irisan kubis (kol), dan terkadang diberi tambahan teri medan atau ebi.

Efek Menghangatkan: Rasa gurih dari kelapa yang dikukus matang menyatu sempurna dengan nasi yang masih mengepulkan asap. Disantap di warung-warung kecil pinggir jalan Dieng pada pukul 5 pagi bersama secangkir teh panas, sarapan sederhana ini terasa luar biasa mewah dan mengenyangkan.

Nah, itulah 4 kuliner penghangat tubuh khas Wonosobo yang siap menemani perjalanan serumu menikmati pesona negeri di atas awan saat suhu menyentuh 0 derajat Celsius. Selalu jaga kondisi fisik, pakai pakaian tebal, dan selamat berwisata kuliner, Sedulur!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest Travel Jawa Tengah

See More