Awas Oplosan! 3 Cara Bedakan Minyakita Asli di Pasar Tradisional

- Tingginya permintaan Minyakita di Jawa Tengah dimanfaatkan oknum nakal untuk menjual versi oplosan yang berisiko bagi kesehatan.
- Minyakita asli memiliki kemasan rapi dengan logo BPOM, Halal, dan SNI jelas, sedangkan oplosan tampak buram atau tidak lengkap izinnya.
- Ciri fisik Minyakita asli adalah warna jernih keemasan, aroma segar, serta tekstur cair lembut tanpa rasa lengket berlebihan.
Boyolali, IDN Times — Sebagai minyak goreng subsidi kemasan yang dibanderol dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) ramah kantong, Minyakita hingga tahun 2026 ini masih menjadi primadona utama bagi emak-emak dan pelaku UMKM di Jawa Tengah. Sayangnya, tingginya permintaan pasar ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan haram dengan mengedarkan Minyakita palsu atau oplosan di sejumlah pasar tradisional.
Minyakita oplosan biasanya dibuat dengan mencampurkan minyak goreng curah berkualitas rendah, atau bahkan minyak jelantah yang disaring kembali secara kimiawi, lalu dikemas menggunakan plastik tiruan yang mirip aslinya. Jika dikonsumsi terus-menerus, kesehatan keluarga taruhannya, Lur!
Biar tidak tertipu barang palsu saat belanja bulanan, yuk simak 3 cara mudah membedakan Minyakita asli dan oplosan saat belanja di pasar tradisional Jateng berikut ini!
1. Amati Fisik Kemasan, Logo, dan Cetakan Label

Cara paling awal yang bisa Sedulur lakukan sebelum membeli adalah dengan memperhatikan detail kemasan plastik atau botol Minyakita secara jeli.
Kualitas Cetakan: Kemasan Minyakita yang asli diproduksi dengan mesin standar pabrik yang rapi, dengan warna cetakan yang tajam, jelas, dan tidak luntur. Sebaliknya, Minyakita oplosan sering kali menggunakan kemasan plastik sablonan manual yang warnanya agak pudar, buram, atau posisi logonya miring.
Kelengkapan Izin: Pada kemasan asli, pastikan terdapat logo Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), nomor izin edar yang jelas, logo Halal Indonesia, serta logo SNI (Standar Nasional Indonesia). Jika tulisan-tulisan ini tampak blur atau bahkan tidak ada, segera batalkan niat membeli ya, Lur!
2. Cek Kejernihan, Warna, dan Bau Cairan Minyak

Jangan langsung kepincut harga murah, sempatkan untuk menerawang warna cairan minyak di dalam kemasan di bawah terik matahari atau lampu kios pasar.
Warna dan Kejernihan: Minyakita yang asli memiliki warna kuning keemasan yang jernih dan bersih karena melalui proses penyaringan pabrik yang ketat. Sementara itu, Minyakita oplosan cenderung berwarna lebih keruh, kuning tua kecokelatan, atau terdapat endapan/kotoran halus di dasar kemasan.
Uji Aroma: Jika Sedulur diperbolehkan membuka atau mencium aromanya (terutama untuk kemasan jeriken/botol), Minyakita asli berbau segar khas minyak kelapa sawit baru. Sedangkan minyak oplosan biasanya mengeluarkan bau tengik yang khas atau bau bahan kimia bekas proses penjernihan tiruan.
3. Periksa Kekentalan dan Sensasi saat Diusap di Tangan

Karakteristik fisik dari minyak goreng murni pabrikan akan sangat terasa perbedaannya dengan minyak goreng curah ilegal yang dioplos secara manual.
Tekstur Cairan: Minyakita asli memiliki tekstur yang cair dan tidak terlalu pekat saat dikocok di dalam kemasan.
Tes Sentuh: Coba minta satu tetes minyak pada pedagang, lalu usap di antara ujung jari Sedulur. Minyakita asli akan terasa lembut dan tidak meninggalkan rasa lengket yang berlebihan. Jika minyak terasa sangat kental, kesat, atau meninggalkan rasa gatal/panas di kulit, hampir bisa dipastikan itu adalah minyak goreng oplosan dari jelantah berbahaya.
Nah, itulah 3 cara taktis membedakan Minyakita asli dan oplosan di pasar tradisional. Yuk, lebih jeli dan teliti lagi saat berbelanja demi menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga di rumah, Sedulur!


















