Tarik Wisatawan dan Hunian, Queen Garden Gelar Tarian Lengger

Banyumas, IDN Times - Indonesia, termasuk Kabupaten Banyumas memiliki keanekaragaman budaya yang sangat banyak, dengan ciri khas dan karateristik yang berbeda dari daerah satu dengan yang lain seperti lengger.
Ketika lengger dengan keanekaragaman itu menyatu menjadi satu gerak tari, maka akan menjadi sebuah keindahan. Lengger Banyumas adalah satu budaya yang banyak diminati oleh semua kalangan di Kabupaten Banyumas.
Kalau dalam musik ada jazz gunung, kali ini masyarakat penikmat budaya tradisional menggelar Lengger gunung di area kolam renang queen garden hotel yang terletak di Baturaden, Purwokerto, Sabtu (15/6/2024).
1. Nikmati tarian lengger sambil nikmati makanan chef

Suguhan dua penari lengger Sanggar Wahyu Lestari yang sesekali melempar selendang sampur diiringi senyum manis tersebut makin terasa indah dengan latar gunung Slamet. Sementara panggung yang berada di tepi kolam renang hotel Queen Garden makin terlihat mempesona.
Sembari menikmati tarian lengger yang diiringi musik calung, pengunjung menikmati sajian nasi goreng ala Queen Garden.
Nasi Goreng yang dibalut dengan telur serta toping lengkap sate, mentimun dan wortel, menambah suasana makin hangat. Ada pula bakmi ala Queen Garden yang selama ini paling banyak dikeluarkan untuk menjamu pengunjung.
2. Berharap pemerintah support bisnis perhotelan

GM Queen hotel Ayu mengatakan pihaknya kini dengan wajah baru yang sudah 36 tahun berdiri berharap semakin berkembang, bahkan disebut sebagai aset banyumas, maka pihkanya juga berharap pemerintah untuk bisa mensupport bisnis perhotelan.
"Hotel Queen Garden yang berada di lereng Gunung Slamet dikawasan wisata Baturaden ini memiliki keunggulan panorama dan suasana alam yang indah dan sejuk,"kata Ayu.
Sementara dalam hal budaya, pihaknya mensupport potensi kesenian asli banyumas seperti lengger yang saat ini makin dilirik oleh pencinta budaya dari negara lain seperti jepang, itali, rumania, belgia, dan negara lainnya.
3. Perlunya ekosistem pariwisata

Sementara menurut mantan Wabup Sadewo Tri Lastiono yang akan maju sebagai Cabup Banyumas dalam Pilkada tahun ini menyatakan untuk mengembalikan atau menggiatkan pariwisata di Banyumas perlunya konektivitas antar destinasi wisata untuk memperkuat ekosistem kepariwisataan.
“Kekurangannya di Banyumas itu konektivitas antar destinasi wisata sehingga wisatawan baik domestik apalagi mancanegara masih jarang ya datang ke Banyumas itu,”katanya kepada IDN Times.
Sadewo juga mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh Queen Garden. Kegiatan tersebut juga telah meningkatkan komunikasi antar pihak, sehingga bisa menghasilkan pemahaman yang selaras antar pengelola wisata maupun pemangku kebijakan.
4. Dinporabudpar tidak tutup mata

Sedangkan kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Setya Rahendra menambahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat perlu adanya inovasi kepariwisataan.
Pemkab juga tidak tutup mata ketika ada suara suara sumbang menurunnya sektor wisata di Banyumas, salah satunya adalah soal angkutan wisata yang tidak bisa naik dan harus berhenti diterminal Baturraden.
"Harus ada solusi ketika ada suara sumbang, tanggapan bagus, dan bahkan yang biasa saja, untuk itu perlu diskusi menemukan solusi agar bisa membangkitkan geliat pariwisata salah satunya ada event positif,"katanya.