Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Salah! Ini 5 Tips Memasak Daging Ayam Agar Empuk dan Juicy

ilustrasi ayam goreng (pexels.com/Harry Dona)
ilustrasi ayam goreng (pexels.com/Harry Dona)
Intinya sih...
  • Memotong ayam dengan tepat untuk tekstur yang lembut
  • Marinasi daging ayam untuk hasil yang lembut dan juicy
  • Menggunakan teknik memasak yang tepat agar daging empuk
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Daging ayam adalah bahan makanan favorit yang serbaguna dan populer di seluruh dunia. Meski terlihat mudah, mengolah ayam memerlukan perhatian khusus agar hasilnya tidak keras atau kering. Sayangnya, banyak orang masih melakukan kesalahan saat memasak ayam sehingga teksturnya menjadi alot.

Agar masakanmu selezat hidangan restoran, perhatikan lima tips berikut ini untuk menghasilkan daging ayam yang empuk, lembut, dan juicy.

1. Memotong ayam dengan tepat

ilustrasi dada ayam (unsplash.com/Philippe Zuber)
ilustrasi dada ayam (unsplash.com/Philippe Zuber)

Banyak orang yang mungkin tidak menyadari bahwa ternyata potongan ayam akan sangat berpengaruh terhadap tekstur yang dimilikinya, sehingga kamu tidak boleh sampai salah. Jika kamu memang memotong daging ayam sendiri, maka pastikan untuk memotong dengan teknik dan juga cara-cara yang tepat, termasuk menggunakan pisau yang memang sesuai.

Jika memang kamu mau membeli daging ayam yang sudah berupa potongan, maka pilihlah bagian paha atas atau pun paha bawah karena biasanya memiliki tekstur yang lebih lembut dan juga juicy. Namun, jika memang kamu memilih untuk membeli dada ayam, maka pastikan memotongnya secara merata agar kematangannya cepat tanpa memberikan tekstur yang terlalu keras.

2. Marinasi daging ayam terlebih dahulu

ilustrasi daging marinasi (pexels.com/Avraami Barri)
ilustrasi daging marinasi (pexels.com/Avraami Barri)

Sebelum proses pemasakan yang dilakukan tentu sangat disarankan untuk memarinasinya terlebih dahulu agar memiliki tekstur yang lembut. Daging ayam bisa direndam dalam campuran bumbu marinasi atau pun kombinasi bahan-bahan, seperti lemon, cuka, dan juga yogurt agar memberikan penambahan tekstur serta cita rasa yang tidak yang lezat.

Kamu dapat melakukan proses marinasi selama minimal 30 menit untuk membantu melunakan serat daging ayam. Ternyata asam yang terdapat pada marinasi dapat membantu memecah protein yang terdapat pada daging ayam, sehingga membuat teksturnya akan terasa lebih lembut pada saat dimasak.

3. Menggunakan teknik memasak yang tepat

ilustrasi ayam panggang (pexels.com/Omar Mahmood)
ilustrasi ayam panggang (pexels.com/Omar Mahmood)

Memasak daging ayam tidak boleh dilakukan sembarangan karena ternyata memiliki teknik tersendiri yang perlu kamu perhatikan, sebab dapat menentukan tekstur akhir dari sajian tersebut. Ternyata memasak daging ayam disarankan untuk menggunakan suhu rendah dan juga waktu yang lebih lama, seperti menggunakan teknik slow cooking atau pun braising, sehingga menghasilkan tekstur daging yang lebih empuk.

Jika kamu memasak daging ayam dengan cara dipanggang atau pun digoreng, maka pastikan suhunya tidak terlalu tinggi agar bagian luar tidak sampai cepat kering, namun bagian dalam justru belum matang. Selain itu, suhu internal ayam pada saat memasak disarankan mencapai 74 derjat Selsius, sehingga kematangan ayam sempurna tanpa terlalu keras.

4. Jangan memasak daging ayam terlalu lama

ilustrasi daging ayam (pexels.com/Kai-Chieh Chan)
ilustrasi daging ayam (pexels.com/Kai-Chieh Chan)

Proses pemasakan harus memperhatikan soal durasi terlebih dahulu agar kamu tidak sampai keliru dalam mengolahnya. Memang proses pengolahan daging ayam yang terlalu lama bisa menjadi salah satu penyebab mengapa daging ayam bisa memiliki tekstur yang keras, sebab kehilangan kelembapan dan juga mengubah teksturnya menjadi lebih kering.

Penting sekali untuk selalu memeriksa tingkat kematangan ayam selama proses memasak dilakukan dan angkat daging ayam dari api setelah benar-benar matang. Jika memang kamu merasa ragu, maka lebih baik memasak dalam waktu yang lebih singkat dan memeriksa kembali tingkat kematangannya daripada memasak terlalu lama.

5. Berikan jeda pada daging ayam setelah dimasak

ilustrasi daging ayam (pexels.com/Lukas)
ilustrasi daging ayam (pexels.com/Lukas)

Satu hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam proses memasak daging ayam adalah dengan mengistirahatkannya sejenak setelah proses pemasakan dilakukan. Ternyata memberikan waktu istirahat pada ayam setelah dimasak bisa menjadi langkah penting agar nantinya tekstur dari daging tersebut tidak sampai terlalu keras.

Kamu bisa mengistirahatkan daging ayam selama beberapa menit sebelum atau pun disajikan, sehingga cairan yang ada di dalamnya dapat didistribusikan kembali dan dagingnya pun akan terasa lebih juicy dan lembut. Jika kamu langsung memotong daging ayam setelah dimasak, maka cairannya akan keluar dan membuat daging tersebut terasa lebih kering, serta keras.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, kamu bisa menghindari daging ayam yang keras dan alot. Hasilnya, sajian ayam buatanmu akan terasa lebih lezat dengan tekstur yang memanjakan lidah. Jadi, jangan sepelekan teknik memasaknya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mayang Ulfah Narimanda
Dhana Kencana
Mayang Ulfah Narimanda
EditorMayang Ulfah Narimanda
Follow Us

Latest Food Jawa Tengah

See More

Jangan Salah! Ini 5 Tips Memasak Daging Ayam Agar Empuk dan Juicy

05 Jan 2026, 11:00 WIBFood