Konsep Home Cooked, Kisah Inspiratif Warkop Sudut Bilqila di Bumiayu

- Sekelompok ibu rumah tangga di Bumiayu membentuk Warkop Sudut Bilqila, mengubah kegiatan rumahan menjadi usaha kuliner yang memberdayakan dan menambah penghasilan keluarga.
- Konsep home cooked diterapkan dengan setiap anggota memasak dari rumah, menyajikan menu Nusantara seperti Sop Iga, Ayam Geprek, hingga Ketan Pencok khas Bumiayu.
- Warkop ini beroperasi setiap hari pukul 09.00–22.00 WIB dan menjadi tempat favorit warga untuk menikmati kuliner lokal sekaligus mendukung semangat gotong royong ekonomi.
Bumiayu, IDN Times - Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, sekelompok ibu rumah tangga di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, berhasil mengubah kebiasaan sehari hari menjadi peluang usaha yang memberdayakan.
Melalui Warkop Sudut Bilqila, mereka tidak hanya menyajikan aneka kuliner khas Nusantara, tapi juga menciptakan sumber penghasilan tambahan yang nyata bagi keluarga.
Awalnya, para ibu hanya berkumpul saat kegiatan lingkungan RT sambil saling membawa makanan. Seiring waktu, mereka membentuk koperasi yang awalnya hanya melayani kebutuhan harian anggota. Namun, kreativitas dan semangat mereka tidak berhenti di situ.
"Koperasi berkembang menjadi usaha makanan. Yang khas Bumiayu ada ketan pencok. Terbuat dari ketan yang ditumbuk halus kemudian diberi gula,"ungkap Dwi Indriasari, Ketua Koperasi kepad IDN Times, Kamis (18/6/2026).
1. Konsep home cooked disesuaikan selera pelanggan

Salah satu daya tarik utama Warkop Sudut Bilqila terletak pada sistem produksinya yang unik. Berbagai menu dimasak langsung oleh anggota koperasi di rumah masing masing, kemudian disajikan sesuai pesanan pelanggan. Konsep ini menjamin kesegaran dan rasa rumahan yang autentik.
Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari Sop Iga dengan kuah segar berbumbu rempah, Ayam Geprek, Soto Lamongan, Pempek, Ikan Goreng, Berbagai varian Susu Sapi, dan Nusantara Platter.
Menu andalan khas daerah, Ketan Pencok, menjadi favorit banyak pengunjung. Makanan tradisional ini terbuat dari ketan tumbuk dengan taburan gula sehingga menghadirkan cita rasa lokal yang sederhana namun menggugah selera.
2. Pemberdayaan ekonomi dan pelestarian kuliner

Warkop Sudut Bilqila menjadi wadah produktif bagi para ibu rumah tangga. Pendapatan dari penjualan dibagikan kepada anggota, sementara sebagian lagi disisihkan sebagai modal pengembangan koperasi.
Menurut Dwi, kegiatan ini sangat membantu ibu ibu rumah tangga yang berlokasi di Perumahan Bilqila Regency, Desa Adisana, dan merupakan wujud nyata semangat koperasi yang lahir dari gotong royong warga setempat. "Sebagian besar memang di rumah, sehingga dengan kegiatan ini ada pemasukan tambahan yang sangat terasa manfaatnya,"lanjutnya.
Meski baru berdiri sekitar setahun, pengelola berharap Warkop Sudut Bilqila terus berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner unggulan di wilayah selatan Kabupaten Brebes. Ke depan, mereka ingin membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
3. Buka mulai pukul 9 pagi

Antusiasme masyarakat terhadap tempat ini cukup tinggi. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat signifikan dibanding hari biasa, buka setiap hari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB ini menjadi pilihan favorit untuk bersantai bersama keluarga atau teman.
Salah seorang pelanggan setia, Nanda Amaylia, mengaku sering datang ke sini. “Saya tadi pesan sop iga. Rasanya segar, kuahnya segar banget dan bumbu rempahnya terasa. Harganya sangat terjangkau. Tempatnya juga nyaman untuk nongkrong dan ngobrol,” ceritanya.
Nanda juga mengingatkan kalau kebetulan berada di Brebes atau sekitarnya, wajib mampir siapa tahu, secangkir kopi dan sepiring ketan pencok di sini bisa jadi inspirasi bagi pemberdayaan yang bisa dimulai dari rumah.
















