Resep Bubur Suro Khas Jawa Gurih dan Harum, Cocok Dibagikan 10 Muharram

- Masyarakat Jawa menyambut Hari Asyura 10 Muharram dengan tradisi membuat Bubur Suro sebagai simbol syukur dan sarana mempererat silaturahmi lewat berbagi kepada tetangga serta kerabat.
- Bubur Suro memiliki cita rasa gurih khas karena dimasak dengan santan, rempah melimpah, serta disajikan bersama lauk pendamping seperti sambal goreng tempe, ayam suwir, dan perkedel kentang.
- Proses memasaknya meliputi merebus santan dan rempah, menambahkan beras hingga mengental, lalu menyajikannya hangat dengan taburan kacang goreng, seledri, kemangi, dan bawang goreng.
Semarang, IDN Times — Menyambut Hari Asyura pada 10 Muharram yang jatuh esok hari, Kamis (25/6/2026), masyarakat Jawa punya tradisi kuliner yang khas dan tak pernah absen, yaitu membuat Bubur Suro. Tradisi memasak bubur ini merupakan simbol rasa syukur sekaligus sarana untuk mempererat silaturahmi lewat aksi saling berbagi ke tetangga dan kerabat, Lur.
Berbeda dengan bubur ayam biasa, Bubur Suro memiliki cita rasa yang jauh lebih gurih karena dimasak bersama santan dan bumbu rempah yang melimpah. Aromanya yang harum dijamin langsung bikin perut keroncongan. Ditambah dengan aneka lauk pendamping yang komplet, sajian ini selalu sukses jadi rebutan warga kampung.
Tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah untuk dibagikan besok? Yuk, intip resep Bubur Suro khas Jawa yang gurih, harum, dan antigagal berikut ini!
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan
Untuk membuat porsi keluarga besar atau porsi siap bagi, siapkan bahan-bahan yang terbagi menjadi dua bagian ini ya:
1. Bahan Utama Bubur:

Beras pulen: 300 gram (cuci bersih dan rendam selama 1 jam agar cepat empuk)
Santan sedang: 1.500 ml (dari 1 butir kelapa tua)
Daun salam: 4 lembar
Serai: 2 batang (memarkan bagian putihnya)
Garam murni: 1,5 sendok teh
Kaldu ayam bubuk: 1 sendok teh
Kunyit bubuk: 1/2 sendok teh (optional, jika ingin warna bubur kuning khas Suro)
2. Bahan Lauk Pendamping (Topping):

Sambal goreng tempe dan krecek pedas
Telur dadar tipis, lalu diiris suwir tipis
Perkedel kentang
Kacang tanah goreng atau kacang kedelai goreng kering
Ayam suwir bumbu opor atau bumbu kuning
Daun kemangi, iris seledri, dan bawang goreng untuk taburan akhir
Langkah-Langkah Memasak Bubur Suro
Pastikan kamu menggunakan panci antilengket yang cukup besar, lalu ikuti panduan cara memasaknya di bawah ini, Lur:
Langkah 1: Rebus Santan dan Rempah
Masukkan santan, daun salam, serai, kunyit bubuk, garam, dan kaldu bubuk ke dalam panci. Masak di atas api sedang sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah hingga mendidih.
Langkah 2: Masukkan Beras
Setelah santan mendidih dan aromanya wangi, masukkan beras yang sudah direndam dan ditiriskan tadi. Kecilkan api kompor ke tingkat sedang-cenderung kecil.
Langkah 3: Aduk Secara Berkala
Masak beras sambil sesekali diaduk agar bagian bawahnya tidak gosong atau berkerak. Proses ini membutuhkan kesabaran sampai butiran beras benar-benar pecah, mekar, dan menyerap seluruh air santan.
Langkah 4: Koreksi Rasa dan Angkat
Jika teksturnya sudah mulai mengental, lembut, dan menjadi bubur halus, cicipi rasanya. Tambahkan garam jika dirasa kurang gurih. Matikan kompor dan biarkan uap panasnya sedikit berkurang.
3. Cara Penyajian untuk Dibagikan ke Tetangga

Biar tampilannya makin menggugah selera saat dibagikan besok sore menjelang waktu berbuka puasa, ikuti urutan penataan ini:
Ambil wadah mangkuk plastik thinwall atau takir dari daun pisang.
Tuangkan Bubur Suro yang masih hangat secukupnya sebagai dasar.
Tata lauk pendamping di atasnya secara melingkar: beri sambal goreng tempe krecek di satu sisi, telur suwir, ayam opor suwir, dan perkedel kentang di sisi lainnya.
Taburi bagian tengahnya dengan kacang tanah goreng, irisan seledri, daun kemangi segar, dan bawang merah goreng.
Bubur Suro yang harum dan estetis siap didistribusikan!
Nah, itulah resep praktis membuat Bubur Suro khas Jawa yang gurih dan harum. Selamat mencoba di rumah nanti malam, semoga aksi berbagimu di hari esok mendatangkan banyak berkah dan kebahagiaan. Selamat menyambut 10 Muharram, Lur!

















