Kisah Soni Ojol Semarang Dapat Rumah Idaman Berkat Program Swadaya

Dapat pulung. Kalimat itu tepat disematkan kepada Soni Yuliawan. Keputusannya untuk resign dari pekerjaannya di Hotel Ibis Simpang Lima Semarang bisa dikatakan berbuah manis.
Soni sudah makan asam garam menekuni profesi sebagai petugas parkir di hotel tersebut. Namun di tahun 2016 ia mulai berspekulasi.
Saat menginjak tahun 2018 ia nekat resign untuk kemudian menjadi seorang driver ojek online. Sebuah langkah out of the box bagi seorang pegawai hotel berbintang di Ibukota Jateng.
Pilihannya pun ia jatuhkan untuk menjadi driver Gocar. "Jadi memang pas kerja di Ibis satu setengah tahun terus saya mulai mikir-mikir. Saya mempertimbangkan harus punya usaha sendiri sehabis menikah. Makanya saya spekulasi untuk keluar dari kerjaan yang lama, terus gabung Gojek. Allhamdulillah sejak 2018 sampai sekarang saya jadi driver Gocar," kata bapak dua anak tersebut saat berbincang dengan IDN Times, Selasa (29/10/2024).
Soni kantongi penghasilan Rp3 juta sebulan

Tantangan pun ia hadapi dalam menjalani rutinitas harian. Ia kemudian kredit mobil Honda Brio. Ia bersyukur semenjak jadi driver online membuat rejekinya mengalir deras.
Saban hari ia sanggup melayani orderan 20-25 kali. Ia bisa mengantongi penghasilan sampai Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Alhasil, angsuran Brionya selama empat tahun lunas. Kini ia juga berani kredit Toyota Sigra.
"Yang bikin lega lagi itu doa saya diijabahi sama Gusti Allah. Karena ada program swadaya dari Gojek, mitra driver seperti saya bisa dibantu mendapatkan KPR dari BTN," ungkap Soni.
Dapat rumah bersubsidi di Puri Delta Asri

Rumah yang ia dapatkan dari KPR BTN itu berlokasi di Puri Delta Asri 9 Kaliwungu Kendal. Tepatnya di Blok J. Proses memperoleh KPR boleh dibilang sangat cepat. Bahkan diluar nalarnya Soni.
Sebab, Soni yang diberi panduan oleh Gojek semula mendapatkan notifikasi untuk mengikuti aturan syarat KPR melalui pesan singkat yang dikirimkan dari aplikasi Gojek.
Kemudian tak lama ia memproses pemberkasan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk kelengkapan KPR. "Jadi tanggal 10 Juni kemarin itu saya Terima notifikasi, terus tanggal 16 saya urus pemberkasan dokumen yang dibutuhkan. Gak lama setelah itu, berkas saya di ACC bank. Tanggal 28 Juni saya serah terima kunci sama pengembang PT Delta Asri," akunya.
Ia mengakui bahwa Gojek telah mewujudkan impiannya untuk mendapatkan rumah impiannya. Di Perumahan Delta Asri 9 ia menempati rumah type 29 seluas 60 meter persegi yang dilengkapi dua kamar, ruang tamu, tambahan lahan untuk teras dan dapur.
"Rumah saya listriknya 1.300 watt. Saya bersyukur banget beberapa bulan kemarin bisa boyongan ke rumah baru. Kalau rumah lama saya di kampung belakang Asrama Brimob Kaliwungu," kata pria berumur 35 tahun ini.
Bayar cicilan lewat GO-PAY

Lebih lanjut, dengan penghasilan sebagai driver online dirinya bisa membayar angsuran rumah sebesar Rp960 ribu per bulan dengan lancar.
Selain dirinya, dari program swadaya Gojek terdapat 10 driver lainnya yang berhasil mendapatkan KPR dari BTN. "Saya sama teman-teman saya sekitar 10 orang diparingi gampang untuk dapat rumah bersubsidi. Kalau dengan penghasilan rata rata sampai Rp3 juta, bagi saya allhamdulillah bisa lancar bayar cicilan. Untuk bayar cicilan, penghasilan saya di aplikasi GO-PAY dipotong Rp50 ribu per hari," ujarnya.
Heri, seorang ojol lainnya juga mendapatkan berkah serupa. Berbeda dengan Soni yang jadi driver Gocar, Heri sejak awal adalah ojol Goride.
"Awal saya dapat rumah itu dari info aplikasi go patner. Terus saya disuruh ngisi formulir dari BTN. Saya masukin berkas, seminggu proses pemberkasan selesai, saya baru tahu kalau berkasnya ternyata di-ACC. Prosesnya kurang lebih 1 bulan," terangnya.
"Memang punya rumah sendiri itu impian sejak dulu. Soalnya Saya sudah tiga kali pengajuan KPR cuman ditolak terus. Dulu Saya kendalanya dari perusahaan lama gak diberi stempel dan tidak ada ID Card. Dan pas ikut programnya GO-JEK nyatanya bisa diterima," tambahnya.
Ojol Gen Z juga beruntung bisa punya rumah

Bima, ojol lainnya dari Yogyakarta justru bisa dibilang lebih beruntung lagi. Pasalnya dari segi usia Bima tergolong kalangan Gen Z.
Baru berusia 23 tahun dan masih lajang, Bima juga dapat rumah bersubsidi dari program swadaya Gojek.
"Prosesnya saya beda sendiri. Karena di Jogja belum ada informasi program KPR dari Gojek. Tapi untungnya dibantu sama manajemen Gojek. Prosesnya kurang dari sebulan. Sekarang lokasi rumahnya tinggal pembangunan jalannya aja," terangnya.
Puluhan ojol dapat KPR dari BTN

Nur Andriansyah Area Head Gojek Semarang mengatakan untuk wilayah Jateng-DIY sudah ada puluhan mitra Gojek yang dapat kredit rumah bersubsidi dari programnya.
Untuk rata-rata tenor angsurannya antara 15-20 tahun. Adapun down payment dalam program KPR ini sebesar Rp2 juta. "Mitra driver yang sudah dapat KPR domisilinya di Semarang, Jogja, Bogor, Solo," tuturnya.
Dengan adanya kerjasama ini dimanfaatkan untuk membantu driver online agar mendapatkan rumah impiannya. "Kita punya tiga pilar program swadaya. Yaitu embantu biaya operasional mitra driver. Yang kedua kita fasilitasi dengan asuransi berjangka. Yang ketiga adalah kita mencoba meningkatkan kesejahteraan driver jangka panjang. Seperti punya beasiswa anak mitra GO-JEK," kata Andre.
Menurutnya dengan membantu mitra driver paling tidak bisa meringankan beban yang mana saat ini banyak masyarakat masih kesulitan mendapatkan rumah. "Untuk program KPR semata demi mewujudkan impian mereka memperoleh hunian rumah yang layak. Untuk di Semarang sudah ada puluhan mitra driver yang mendapatkan KPR BTN," paparnya.


















