Emas Perhiasan Dongkrak Inflasi Jateng 0,50 Persen di Desember 2025

- BPS Jawa Tengah mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,50 persen.
- Kenaikan harga emas perhiasan menjadi salah satu penyebab terkereknya inflasi bulanan.
- Emas perhiasan berperan dalam meningkatkan indeks harga konsumen di Jawa Tengah.
Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat inflasi bulan Desember 2025 mencapai 0,50 persen. Terkereknya inflasi secara bulanan ini disebabkan salah satunya oleh kenaikan harga emas perhiasan.
1. Kenaikan harga cabai rawit picu inflasi

Statistisi Ahli Madya BPS Jateng, Wisnu Nurdiyanto mengatakan, inflasi bulan Desember 2025 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2025 yang mencapai 0,19 persen.
‘’Penyumbang inflasi terbesar bulan Desember berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,38 persen. Inflasi kelompok ini disebabkan oleh kenaikan harga cabai rawit. Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberi andil inflasi 0,08 persen karena kenaikan harga emas perhiasan,’’ ungkapnya dalam siaran pers secara daring, Senin (5/1/2026).
Komoditas utama yang menyumbang inflasi Desember secara bulanan karena kenaikan harga cabai rawit. Harga komoditas tersebut naik karena permintaan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru serta penurunan produksi karena cuaca ekstrem sehingga pasokan di pasar berkurang.
2. Emas perhiasan beri andil inflasi sepanjang 2025

Wisnu mengungkapkan, kenaikan harga emas perhiasan juga menyumbang inflasi bulan Desember. Bahkan sepanjang tahun 2025, emas perhiasan selalu memberikan andil inflasi kecuali di bulan Mei 2025.
‘’Hal ini karena emas perhiasan menjadi aset safe haven bagi masyarakat di tengah ketidakpastian global,’’ ujarnya.
Kemudian, komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain kenaikan daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, dan cabai hijau.
3. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang

Sedangkan, komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain kacang panjang, jeruk, bayam, buncis, dan cabai merah.
Pada Desember 2025, inflasi secara tahunan di Jateng sebesar 2,72 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 2,84 persen dengan IHK sebesar 109,10 dan terendah terjadi di Kabupaten Rembang sebesar 2,47 persen dengan IHK sebesar 113,16.

















