Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Copot Baliho Rizieq Shihab di Jateng, Kapolda Bakal Tindak Tegas

Kota Semarang
Copot Baliho Rizieq Shihab di Jateng, Kapolda Bakal Tindak Tegas
Foto ilustrasi. Peserta reuni 212 membawa bendera besar dengan wajah Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Semarang, IDN Times - Aparat kepolisian di Jawa Tengah telah diperintahkan untuk menertibkan berbagai spanduk dan baliho yang memuat unsur provokatif. Perintah itu langsung dilontarkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi sebagai upaya menindak tegas gerakan kelompok intoleran di sejumlah daerahnya.

  1. 1. Kapolda tindak tegas kelompok intoleran

    ANTARA FOTO/Rony Muharrman
    ANTARA FOTO/Rony Muharrman

    Ia mengatakan seluruh Kapolres dan Kapolresta untuk bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah.

    "Itu prinsip dan itu harga mati seluruh jajaran Kapolres sudah saya perintahkan, enggak ada intoleransi di wilayah Jawa Tengah,” katanya dalam keterangan yang didapat IDN Times, Minggu (22/11/2020).

  2. 2. Spanduk Rizieq Shihab dipereteli di berbagai wilayah. Mulai Solo sampai Grobogan

    Poster pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
    Poster pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

    Ia menyebut spanduk yang sudah dicopoti personelnya menyasar pada gambar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.Di Solo, proses penertiban terhadap spanduk Rizieq Shihab sudah dimulai sejak Jumat (20/11/2020).

    Penertiban dilakukan di seluruh jalan protokol di Kota Solo. Lokasi penertiban dari mulai Kecamatan Serengan, Kecamatan Laweyan, dan Kecamatan Pasar Kliwon.

    Menurutnya pencopotan spanduk ilegal dan baliho tak sesuai aturan tersebut juga terjadi di Karanganyar dan Grobogan.

    "Spanduk yang dicopot yang menyalahi aturan, tanpa izin lokasi, apalagi spanduk yang bernada provokasi memecah belah rasa persatuan dan kesatuan bangsa," bebernya.

  3. 3. Kapolda Jateng: Tidak ada ruang untuk kelompok intoleran

    Ilustrasi TKP (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi TKP (IDN Times/Arief Rahmat)

    Ia juga meminta personelnya memberantas gerakan kelompok intoleran. "Tidak ada kesempatan dan ruang kelompok intoleran khususnya di wilayah Polda Jawa Tengah," imbuhnya.

    Jenderal bintang dua tersebut menekankan kini sedang dalam masa dua operasi sekaligus yakni Mantap Praja dan Aman Nusa. Operasi Mantap Praja terkait dengan pengamanan Pilkada 2020, dan Aman Nusa untuk mengantisipasi bencana alam dan COVID-19.

    “Jadi dua kegiatan bersinergi bersama-sama dilakukan dengan pembagian anggota secara merata. Tadi sudah sepakat juga dengan Pangdam IV/Diponegoro, Pak Gubernur Jateng bahwa kita sama-sama akan melaksanakan kegiatan ini, baik penanganan bencana alam dengan maupun COVID-19 secara bersama-sama,” katanya.

Related Articles

See More
Copot Baliho Rizieq Shihab di Jateng, Kapolda Bakal Tindak Tegas