Comscore Tracker

Jokowi Sindir Ganjar Usai Curhat Wali Kota Solo Soal Insentif Nakes

Banyak daerah belum belanja barang

Semarang, IDN Times - Presiden Joko Widodo yang menggelar kunjungan ke Jawa Tengah disambut oleh sejumlah pejabat termasuk Gubernur Ganjar Pranowo. Ketika mengadakan pertemuan dengan para kepala daerah di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jokowi berulang kali menekankan agar kepala daerah segera melakukan percepatan pemulihan perekonomian di tengah pandemik COVID-19.

Jokowi pun meminta kepada para kepala daerah yang hadir untuk merespon paparan yang ia sampaikan bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

1. Bupati Karanganyar ngaku ada kasus penularan dari pemudik yang masuk dari Jatim

Jokowi Sindir Ganjar Usai Curhat Wali Kota Solo Soal Insentif NakesIDN Times / Larasati Rey

Bupati Karanganyar, Yuliyatmono yang pertama merespon mengakui bahwa wilayahnya juga terkena dampak virus Corona. Meski begitu, ia mengklaim saat ini situasinya sudah mengalami penurunan. 

"Hanya saja akhir-akhir ini yang berada di perbatasan dengan Jatim muncul kasusnya. Ada pemudik dari Jatim yang masuk ke Karanganyar. Tapi kita tidak ingin berlarut-larut dalam persoalan covid," katanya. 

Baca Juga: Ganjar Semprit Pemda Karanganyar Soal Pembukaan Lahan di Lereng Lawu

2. Bupati Karanganyar minta Pemprov Jateng cairkan APBD Perubahan

Jokowi Sindir Ganjar Usai Curhat Wali Kota Solo Soal Insentif NakesGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Jateng, Senin (20/1). Dok. Humas Pemprov Jateng

Pihaknya ingin agar Pemprov Jateng segera mencairkan APBD Perubahan untuk menggerakkan perekonomian lokal.

"Untuk menggerakkan ekonomi, kita ingin APBD Perubahan segera dicairkan. Agar ekonomi kita bisa bangkit. Sehingga bisa mengembalikan hasil reproduksi kemarin. Tapi tetap kita lakukan recovery juga," kata Yuliyatmono.

3. Rudy: Kasus COVID-19 ada dua, satunya diisolasi

Jokowi Sindir Ganjar Usai Curhat Wali Kota Solo Soal Insentif NakesDok. Humas Pemkot Solo

Kemudian, giliran Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang ikut merespon. Di wilayah Solo saat ini kasus COVID-19 mulai berkurang. Rudy bilang di Solo sekarang tinggal ada dua kasus COVID-19. 

"Solo sekarang ini ada dua. Yang isolasi ada satu. Tapi kebetulan wilayah Solo ini partisipasi masyarakatnya cukup besar. Kebutuhan dananya juga besar. Kegiatan masyarakatnya berasal dari mana-mana. Karena ada yang dari orang Sukoharjo, Klaten," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Rudy juga curhat dan menagih janji Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merealisasikan janjinya soal insentif tenaga kesehatan dan alat kesehatan di RSUD Bung Karno Solo. 

Sebelumnya Ganjar mendapuk RSUD Bung Karno di Solo, Jawa Tengah sebagai rumah sakit khusus virus corona. Namun hingga kini, belum ada kejelasan soal pemberian insentif tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. Bahkan alat kesehatan yang diajukan Pemerintah Kota Surakarta sebesar Rp53 miliar belum ada kejelasan kapan cair.

"Sesuai perintah Pak Gubernur (Ganjar), RSUD Bung Karno sebagai rumah sakit khusus virus corona. Sampai hari ini pengajuan yang diperintahkan (Ganjar) soal insentif nakes belum direalisasi pembayarannya. Alat-alat kesehatan yang kita ajukan belum ada kejelasan. Mohon segera direalisasikan," ungkap Rudy kepada Jokowi melansir tayangan resmi Sekretariat Kabinet.

Mendengar hal tersebut Ganjar merespon dengan bakal mengirimkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. Ia sempat menanyakan jumlah pasien COVID-19 saat ini yang dirawat di rumah sakit yang terletak di kawasan Semanggi Solo itu. 

"Pak Wali, yang dirawat di situ berapa?," tanya Ganjar.

Jawab Rudy, "Yang dirawat tinggal satu. Kemarin yang dirawat cukup banyak."

"Baik, saya kirim Kadinkes untuk mengecek ke sana," tutup Ganjar.

4. Jokowi temukan banyak daerah belum lakukan belanja barang dan modal

Jokowi Sindir Ganjar Usai Curhat Wali Kota Solo Soal Insentif NakesDok. Biro Pers Kepresidenan

Sedangkan menurut Jokowi, saat ini masih banyak daerah yang belum melakukan belanja modal dan belanja barang untuk perbaikan kondisi perekonomian.

"Saya melihat banyak daerah belum melakukannya. Dan banyak daerah belum melakukan belanja modal dan belanja barang," kata Jokowi, Selasa (30/6).

Ia mencontohkan untuk Kabupaten Karanganyar yang berniat membuka sektor pariwisata di Tawangmangu, ia mewanti-wanti perlu tindakan yang ekstra hati-hati.Jokowi menegaskan sektor pariwisata harus tetap mengacu pada protokol kesehatan yang ketat. Termasuk juga kesiapan sarana kesehatannya. 

"Jangan sampai wisatawannya membludak penuh, terus protokol kesehatannya belum siap. Di Solo, saya lihat ekonominya sudah bergerak membaik. Untuk yang RS Bung Karno, saya minta Pak Gub menyelesaikannya. Kalau tidak bisa selesaikan nanti minta bantuan ke pusat," pungkasnya.

Baca Juga: Jokowi: Jangan Buka Tatanan Baru Tanpa Melalui Tahapan yang Benar

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya