Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tes Kemampuan Akademik Akan Diterapkan untuk SPMB 2026 di Semarang

Tes Kemampuan Akademik Akan Diterapkan untuk SPMB 2026 di Semarang
Ilustrasi PPDB (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Intinya Sih
  • Dinas Pendidikan Kota Semarang akan menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada SPMB 2026 untuk jenjang SD dan SMP, lengkap dengan simulasi sesuai jadwal Kementerian.
  • Nilai TKA akan menjadi parameter utama jalur prestasi dalam SPMB, sementara jalur domisili tetap berdasarkan wilayah tempat tinggal tanpa mempertimbangkan nilai TKA.
  • TKA dirancang memiliki bobot lebih tinggi dari nilai rapor namun tidak memengaruhi kelulusan siswa, hanya digunakan sebagai alat pemetaan kemampuan akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang akan menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

1. Akan ada simulasi tes kompetensi akademik

Orang tau murid melihat hasil pengumuman PPDB. IDN Times/ Istimewa.
Orang tau murid melihat hasil pengumuman PPDB. IDN Times/ Istimewa.

Kebijakan tersebut dianggap penting dalam seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi pada SPMB 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, pihaknya saat ini masih menyusun konsep dan mekanisme pelaksanaan TKA di SPMB 2026. Tujuannya agar nantinya sistem tersebut mudah dipantau oleh orang tua murid dan berjalan sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Untuk diketahui, TKA dirancang sebagai alat ukur kemampuan akademik murid yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Teman-teman di lapangan saat ini sudah mulai melakukan berbagai persiapan. Nantinya juga akan ada simulasi tes kompetensi akademik baik untuk jenjang SD maupun SMP sesuai jadwal dari Kementerian,” ungkapnya, Kamis (12/3/2026).

2. Parameter pada jalur prestasi SPMB

Ilustrasi. Posko informasi PPDB Kota Yogyakarta. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi. Posko informasi PPDB Kota Yogyakarta. (Dok. Istimewa)

Dalam rancangan yang sedang dibahas, nilai TKA akan menjadi salah satu parameter utama pada jalur prestasi dalam SPMB. Untuk siswa SD yang akan melanjutkan ke SMP, nilai TKA SD akan digunakan sebagai bahan penilaian tambahan.

Kendati demikian, Ahsan menjelaskan, untuk penggunaan TKA hanya berlaku untuk jalur prestasi. Sedangkan untuk jalur domisili, parameter seleksi tidak menggunakan nilai TKA.

“Kalau jalur domisili tetap berdasarkan wilayah tempat tinggal. TKA hanya untuk jalur prestasi,” terangnya.

3. TKA tidak akan memengaruhi kelulusan siswa

Ilustrasi PPDB. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Ilustrasi PPDB. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Dalam draft kebijakan yang sedang dibahas, bobot nilai TKA bahkan direncanakan lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata rapor. Meski begitu, persentase yang pasti dalam pembobotannya masih dalam tahap pembahasan.

“Kami sudah sepakat bahwa bobot TKA akan dibuat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai rapor. Tapi untuk persentasenya masih belum ditentukan karena masih dalam tahap draft,” ujarnya.

Ahsan menambahkan, TKA tidak akan memengaruhi kelulusan siswa. Tes ini hanya difungsikan sebagai salah satu instrumen untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

“TKA tidak mempengaruhi kelulusan siswa. Fungsinya lebih kepada pemetaan kemampuan akademik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More