Semarang Diprediksi Jadi Episentrum Baru COVID-19, Ini Reaksi Hendi

Semarang, IDN Times - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tak mempermasalahkan bila nantinya wilayahnya bakal ditetapkan sebagai titik episentrum baru kasus penularan virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Sebab, menurut Hendi, sapaan akrabnya, Semarang memiliki pergerakan orang-orang yang sangat dinamis.
1. Hendi Semarang merupakan Kota Metropolitan
Ia pun tak mempermasalahkan dengan prediksi yang dilontarkan oleh Jubir Pemerintah untuk Gugus Tugas COVID-19."Gak apa-apa kalau diprediksi begitu, namanya kan Kota Metropolitan, aktivitas lalu lintas barang dan gerakan orangnya memang dinamis sekali," akunya, Rabu (30/4).
Baca Juga: Cek Suhu Tubuh 40 Derajat, Belasan Pemotor Ditolak Masuk Semarang
2. Hendi minta warganya tambah disiplin ikuti protokol kesehatan
Editor’s picks
Hendi mengimbau agar warganya mentaati aturan PKM yang telah diberlakukannya. Ia kini sedang berusaha membangun kesadaran masyarakatnya untuk mematuhi aturan social distancing dan physical distancing yang ketat.
Pihaknya sejauh ini juga telah berupaya membangun 16 pos pantau yang diawasi oleh 48 tim patroli gabungan. Ia menegaskan protokol kesehatan sudah diterpakan dengan ketat. Termasuk membubarkan kerumunan, cek suhu pengguna jalan, penggunaan masker.
"Paling penting warga sekarang harus tambah disiplin, ikuti protokol kesehatan dan jaga jarak. Kita harap dengan begitu bisa terhindar dari penularan wabah yang berkepanjangan," terangnya.
3. Ada 30 persen pasien COVID-19 berasal dari luar kota Semarang
Sementara itu terkait banyaknya pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit di Semarang, Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam menyebutkan ada 30 persen pasien COVID-19 yang dirawat di wilayahnya justru berasal dari luar kota. Lokasinya pun menyebar di semua rumah sakit rujukan yang ada saat ini.
Baca Juga: Penyekatan Belum Optimal, Ribuan Kendaraan Masih Masuk Semarang