Bupati Cilacap Kena OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Syamsul Auliya Rachman

- Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap, terjaring OTT KPK pada Jumat (13/3/2026) dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk menentukan status hukumnya.
- Lahir di Cilacap tahun 1985, Syamsul merupakan alumnus IPDN yang meniti karier birokrasi dari bawah hingga akhirnya menjabat sebagai Bupati Cilacap periode 2025–2030.
- Sebelum menjabat bupati, ia pernah menjadi wakil bupati termuda, aktif di berbagai organisasi seperti PBSI dan ISNU, serta melaporkan kekayaan sekitar Rp11 miliar.
Cilacap, IDN Times — Nama Syamsul Auliya Rachman mendadak jadi sorotan nasional setelah dikonfirmasi terjaring OTT KPK pada Jumat (13/3/2026). Pria yang dikenal sebagai salah satu bupati muda di Jawa Tengah ini memiliki perjalanan karier yang cukup mentereng, mulai dari seorang birokrat murni hingga menjadi orang nomor satu di Kabupaten Cilacap.
1. Latar Belakang Pendidikan dan Karier Birokrat

Lahir di Cilacap pada 30 November 1985, Syamsul merupakan alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2008. Ia dikenal sebagai sosok yang meniti karier dari bawah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap: Ia pernah dipercaya menjadi ajudan mantan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.
Sebelum terjun ke politik, ia pernah menjabat sebagai Kasi Trantibum di Kecamatan Kedungreja (2012) dan Kasubag Otonomi Daerah pada Bagian Tata Pemerintahan Setda Cilacap (2013). Syamsul memegang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN (S3) dan Magister Sains dari Universitas Jenderal Soedirman (S2).
2. Terjun ke Politik dan Jadi Wakil Bupati Termuda

Karier politiknya meroket saat ia terpilih menjadi Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022, mendampingi Tatto Suwarto Pamuji. Saat dilantik, ia menjadi salah satu wakil bupati termuda di Indonesia.
Setelah masa jabatannya berakhir, ia aktif memimpin DPC PKB Kabupaten Cilacap untuk periode 2021-2026. Ia kemudian memenangkan Pilkada Cilacap 2024 dan baru saja dilantik sebagai Bupati Cilacap periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025 lalu.
3. Jejak Organisasi dan Kekayaan

Selain aktif di politik, Syamsul juga dikenal aktif di berbagai organisasi:
Ketua Umum Pengcab PBSI Kabupaten Cilacap.
Ketua Paguyuban Purna Widya Praja Cilacap.
Anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).
Berdasarkan data LHKPN terakhir yang dilaporkannya, harta kekayaannya tercatat berada di kisaran Rp11 miliar (berdasarkan laporan saat pencalonan bupati), yang mencakup aset tanah, bangunan di Cilacap, serta alat transportasi.
4. Ironi OTT KPK di Bulan Ramadan

Kabar penangkapan Syamsul oleh KPK ini mengejutkan publik, terutama karena terjadi hanya berselang satu tahun setelah ia menjabat sebagai Bupati definitif. Ironisnya, penangkapan ini dilakukan di tengah suasana bulan suci Ramadan, di mana ia baru saja aktif melakukan kegiatan safari Ramadan dan pasar murah di berbagai kecamatan di Cilacap.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif untuk menentukan status hukum Syamsul Auliya Rachman dalam kurun waktu 1 x 24 jam.
















