Politikus PKS Kritik Gaya Komunikasi Gibran, Ini Respon Wali Kota Solo

Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendapatkan kritikan terkait gaya komunikasinya yang dinilai kurang bagus. Terutama saat menyelesaikan sejumlah masalah di Kota Solo. Kritikan tersebut dilontarkan oleh politikus PKS, Sugeng Riyanto.
1. Dinilai kurang komunikatif

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Solo, mengatakan jika program yang akan dijalankan beberapa waktu terakhir dinilai karena gaya komunikasi Pemkot Solo yang kurang baik.
Sungeng mengaku ada beberapa program Pemkot yang tak berjalan dengan baik. Di antaranya rencana pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di kawasan Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari. Program tersebut ditolak mayoritas pedagang. Serta penolakan sejumlah pemilik toko terkait rencana penataan Jalan Gatot Subroto (Gatsu).
Kedua permasalahan tersebut, menurut politikus PKS disebabkan karena pola komunikasi Pemkot Solo dan Gibran yang kurang bagus.
"Ini preseden tak baik. Pola komunikasi harus benar-benar didandani. Masyarakat sebetulnya hanya belum paham secara utuh apa yang dimaui Pemkot, dan sebaliknya. Intinya faktor komunikasi. Kalau tak diperbaiki, ke depan akan muncul gejolak yang sama,” katanya.
2. Bantah kurang komunikatif

Menanggapi hal tersebut, Gibran membantah jika komunikasi yang dilakukan dengan warga buruk. Ia mengaku, meski dikritik tapi pekerjaan selesai dan semua program-programnya selesai tepat waktu.
"Komunikasine elek pie to? (jelek gimana to). Kan pekerjaaannya selesai. Gilingan selesai, Jurug selesai, Lokananta selesai," ujar Gibran, Rabu (23/2/2022).
Termasuk seluruh program pembangunan salah satunya adalah rencana pembangunam sentra industri kecil menengah (IKM) Gilingan yang sebelumnya mendapatkan penolakan pedagang, yang menurutnya sudah teratasi saat ini.
"Yen (kalau) aku ra (tidak) komunikasi karo uwong-uwong opo yo rampung (sama orang-orang apa ya selesai). Kalau ketemu kapan saja boleh kok, tapi ini kan sudah selesai masalahnya. Sudah clear," katanya.
3. Terima semua kritikan

Putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut juga mengtakan dirinya menerima semua kritkan. Tetapi, yang terpenting semua pekerjaannya selesai meskipun dengan cara komunikasi yang berbeda dengan wali kota sebelumnya.
"Kan gak pernah tak ekspose , yang penting pekerjaan selesai kan beres. Pekerjaannya sudah selesai semua kecuali kalau belum selesai, diprotes tidak apa-apa," katanya lagi.
Akan tetapi, Gibran mengatakan semua kritikan dan masukan akan diterima dan akan dijadikan evaluasi.
"Kritik silahkan akan saya jadikan evaluasi, tetapi kalau komunikasi saya dibilang jelek, ya tidak. Pekerjaan semua selesai, termasuk yang berpuluh-puluh tahun gak selesai, sekarang saya selesaikan," ujarnya.


















