Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Saham atau Kripto, Reksadana Kini Jadi Favorit Gen Z di Jateng

Bukan Saham atau Kripto, Reksadana Kini Jadi Favorit Gen Z di Jateng
ilustrasi reksadana (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Reksadana menjadi instrumen investasi paling diminati di Jawa Tengah, dengan 63,9% dari total investor pasar modal didominasi generasi muda di bawah usia 30 tahun.
  • OJK mencatat pertumbuhan investor reksadana mencapai 105,29% secara tahunan dan penjualan naik 269%, disertai dorongan peningkatan literasi keuangan bagi investor pemula.
  • APRDI menggelar kampanye digital Road to Pekan Reksa Dana 2026 untuk menjangkau mahasiswa lewat webinar dan roadshow kampus, yang mendapat respons peserta jauh melampaui target.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times – Sektor pasar modal di Provinsi Jawa Tengah mencatat lonjakan angka investor dengan pesat. Instrumen reksadana mendominasi pilihan masyarakat sebagai sarana investasi utama, khususnya di kalangan generasi muda, yang mencari alternatif penempatan dana secara mudah.

1. Katalis pertumbuhan di Jawa Tengah

Data investor reksadana yang ditampilkan saat kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI) di Semarang, Kamis (9/4/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)
Data investor reksadana yang ditampilkan saat kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI) di Semarang, Kamis (9/4/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah I, Fanny Rifqi menjelaskan, hampir 60 persen investor pasar modal berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Tren lonjakan investor muda itu mulai terlihat sejak pandemik COVID-19 pada tahun 2020.

Data BEI mencatat, SID (Single Investor Identification) reksadana di Jawa Tengah mencapai 2.165.157 akun, menguasai porsi 63,9 persen. Angka tersebut jauh mengungguli instrumen saham dengan 1.097.036 akun (32 persen) dan Surat Berharga Negara/SBN (3,6 persen).

"Berinvestasi di pasar modal harus disesuaikan dengan profil risikonya. Bagi masyarakat dengan profil moderat dan konservatif, reksadana menjadi pilihan tepat. Instrumen reksadana pasar uang dan pendapatan tetap memiliki risiko yang cukup konservatif, sehingga tidak terlalu fluktuatif seperti saham," katanya di Semarang, Kamis (9/4/2026).

2. Penguatan literasi digital

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Hidayat Prabowo. (IDN Times/Dhana Kencana)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Hidayat Prabowo. (IDN Times/Dhana Kencana)

Sejalan dengan data BEI, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Hidayat Prabowo mengonfirmasi pertumbuhan total SID secara positif sebesar 105,29 persen secara tahunan (year on year/y-o-y). Nilai penjualan reksadana per Januari 2026 tumbuh 269 persen.

Menyikapi antusiasme tersebut, Hidayat menekankan pentingnya penguatan kualitas literasi agar sejalan dengan inklusi yang sehat.

"Reksadana pasar uang dapat menjadi titik masuk ideal bagi investor pemula," ujar Prabowo.

3. Kampanye digital dan antusiasme Mahasiswa

Kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI) di Semarang, Kamis (9/4/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)
Kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI) di Semarang, Kamis (9/4/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)

Secara nasional, antusiasme masyarakat sejalan dengan lonjakan total Dana Kelolaan investasi yang melesat 25,19 persen menjadi Rp1.007,65 triliun pada pengujung 2025. Merespons tren itu, Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menggelar kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI), Kamis (9/4/2026).

Ketua Panitia SOSEDU APRDI 2026, Gresia Kusyanto menjelaskan, pihaknya sengaja menerapkan pendekatan digital seperti Live Instagram dan seminar daring (webinar) untuk merangkul generasi muda. Kegiatan itu, lanjutnya, berwujud roadshow edukasi, bukan ajang penjualan produk.

Terkait dengan tingginya respons mahasiswa, Gresia tidak menampik hal itu. Ia malah menyebutkan target awal per kampus hanya 50 peserta, namun realisasinya melonjak pesat.

"Contoh tadi pagi di Sekolah Vokasi Undip, kami mendapat info ada 230 peserta yang hadir. Semua kampus yang kami kunjungi pesertanya berada di atas target," akunya.

Kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI) di Semarang, Kamis (9/4/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)
Kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI) di Semarang, Kamis (9/4/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)

Untuk diketahui, rangkaian roadshow SOSEDU APRDI di Jawa Tengah mengunjungi lima perguruan tinggi yang memiliki Galeri Investasi BEI, meliputi:

  • Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip)
  • Universitas PGRI Semarang
  • Universitas Bina Nusantara (Binus) Semarang
  • Universitas Katolik Soegijapranata
  • Universitas Dian Nuswantoro (Udinus)

Selain Semarang, roadshow juga menyasar sejumlah kampus di Surabaya (seperti Universitas Airlangga, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Internasional Semen Indonesia), serta berlanjut ke Medan, Makassar, Bandung, hingga di Palembang pada 22 April 2026.

Adapun, puncak Pekan Reksadana akan berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026, dengan seremoni peluncuran pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

5. Tantangan aset digital dan tips aman investasi

ilustrasi reksadana (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi reksadana (IDN Times/Aditya Pratama)

Lebih lanjut, Gresia mengakui jika pamor reksadana sempat terbagi pada lima tahun terakhir akibat bertambahnya ragam instrumen investasi modern seperti saham langsung, NFT, dan aset kripto (cryptocurrency). Melalui kampanye itu, APRDI berupaya menjadikan reksadana sebagai instrumen yang wajib dimiliki semua kalangan.

Menyikapi banyaknya ragam aplikasi investasi dan platform sekuritas, Gresia membagikan dua kiat penting bagi generasi muda sebelum memilih platform reksadana:

  1. Pemeriksaan Legalitas: Hal paling utama dan mutlak adalah memastikan platform tersebut memiliki izin resmi serta terdaftar di OJK.
  2. Kenyamanan Antarmuka (UI/UX): Setelah legalitas terjamin, pilihlah platform yang memiliki tampilan antarmuka simpel, navigasi mudah, dan ramah bagi pengguna pemula.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More