Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ciri Regulator Rusak Kena Gas Oplosan dan Cara Membersihkannya

Ciri Regulator Rusak Kena Gas Oplosan dan Cara Membersihkannya
Mirah (41), seorang ibu rumah tangga difabel menggunakan tabung Bright Gas untuk kebutuhan sehari-hari. IDN Times/Dhana Kencana
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok elpiji mencapai 14.833 metrik ton atau enam kali lipat kebutuhan normal, sehingga warga diminta tetap tenang dan tidak menimbun.
  • Pemprov Jateng bersama Ditreskrimsus Polda Jateng memperketat pengawasan distribusi elpiji 3 kg agar tepat sasaran serta menindak tegas praktik penyuntikan dan penimbunan gas ilegal.
  • Gas oplosan dapat merusak regulator kompor karena proses pemindahan paksa memakai alat tidak standar, menyebabkan kebocoran, keausan komponen, dan risiko keselamatan bagi pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan persediaan gas elpiji di wilayahnya dalam kondisi aman. Per Selasa (7/4/2026), stok elpiji mencapai 14.833 metrik ton atau setara dengan enam kali lipat dari angka kebutuhan normal.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan laporan tersebut saat meninjau Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Grasindo di Kabupaten Karanganyar pada Rabu (8/4/2026). Ketersediaan stok yang sangat mencukupi ini menutup kemungkinan terjadinya kelangkaan di masyarakat. Oleh karena itu, warga diminta tidak panik, apalagi melakukan tindakan ilegal seperti menimbun barang.

Pengawasan distribusi elpiji 3 Kg tepat sasaran

Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 3 kilogram di salah satu gudang agen. (ANTARA FOTO/Akramul Muslim)
Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 3 kilogram di salah satu gudang agen. (ANTARA FOTO/Akramul Muslim)

Pemprov Jateng bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng terus memantau penyaluran elpiji. Pemantauan ketat itu bertujuan memastikan distribusi elpiji bersubsidi 3 kg tepat sasaran kepada kelompok berikut ini:

  • Konsumsi rumah tangga (terutama masyarakat kurang mampu).
  • Nelayan dengan kapal di bawah 5 GT.
  • Petani penggarap.
  • Pelaku usaha mikro.

Ahmad Luthfi mengingatkan agar elpiji subsidi 3 kg tidak dipakai untuk operasional perusahaan atau usaha skala menengah ke atas seperti penatu (laundry). Pemerintah akan menertibkan segala bentuk penyalahgunaan, termasuk tindakan menyuntik (mengoplos) dan menimbun tabung.

Pihaknya berkoordinasi langsung dengan kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang kedapatan menimbun atau menyuntik gas.

Sanksi tegas dan imbauan Pertamina

Pangkalan elpiji Ilustrasi pangkalan gas elpiji. (Dok. Humas Ombudsman Jateng)
Pangkalan elpiji Ilustrasi pangkalan gas elpiji. (Dok. Humas Ombudsman Jateng)

Sementara itu, infrastruktur distribusi di Jawa Tengah juga terpantau luas dengan total 54.235 lokasi pangkalan elpiji, mewakili 21 persen dari total pangkalan nasional. Rata-rata terdapat enam pangkalan elpiji 3 kg di setiap kelurahan atau desa.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto mengapresiasi dukungan gubernur dan kepolisian dalam menjaga kelancaran serta ketepatan sasaran distribusi elpiji maupun BBM.

Fanda mengimbau masyarakat untuk bijak dan hemat memakai energi agar tidak terbuang sia-sia. Ia juga meminta peran aktif warga untuk segera melapor ke pihak berwajib apabila menemukan praktik ilegal di wilayah sekitar, sehingga penegakan hukum dapat berjalan maksimal.

Sebelumnya, polisi dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng dan Polres Karanganyar membongkar sindikat pemalsuan gas elpiji (LPG), yang beroperasi dengan modus menyuntikkan isi elpiji 3 kg bersubsidi ke dalam tabung nonsubsidi, tabung 12 kg dan 50 kg, Kamis (2/4/2026).

Mengapa tabung gas oplosan bisa merusak regulator?

Wawan Nur Kholiq (19), penjaga peternakan memasang Bright Gas berukuran 12 kilogram pada alat penghangat manual (gasolec) untuk kandang ayam di Boyolali, Jawa Tengah. (IDN Times/Dhana Kencana)
Wawan Nur Kholiq (19), penjaga peternakan memasang Bright Gas berukuran 12 kilogram pada alat penghangat manual (gasolec) untuk kandang ayam di Boyolali, Jawa Tengah. (IDN Times/Dhana Kencana)

Tindakan ilegal tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara dan memicu kelangkaan elpiji bersubsidi di pasaran, tetapi juga membawa dampak serius bagi konsumen.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah potensi kerusakan pada regulator kompor rumah tangga. Mengapa demikian? Sebab, kerusakan terjadi karena proses pemindahan isi gas dari tabung subsidi ke tabung nonsubsidi sering dilakukan secara paksa menggunakan peralatan tidak standar, seperti pipa besi atau alat penyambung rakitan.

Praktik kasar tersebut pada akhirnya merusak anatomi katup tabung dan komponen internal regulator.

Lantas, bagaimana mekanisme gas oplosan itu bisa merusak regulator? Aktivitas pengoplosan dari tabung subsidi (3 kg) ke tabung nonsubsidi biasanya memakai pipa besi atau alat penyambung rakitan.

Pemaksaan pembukaan katup (spindle valve) itu mengakibatkan tiga masalah utama:

  • Presisi Katup Menurun: Alat pemindah paksa membuat lubang katup menjadi longgar, miring, atau cacat secara fisik.
  • Keausan Pin Regulator: Saat regulator dipasang pada katup yang cacat, jarum penekan (spindle) akan tertekan secara tidak simetris. Tekanan miring yang berulang ini membuat jarum bengkok atau aus lebih cepat.
  • Kebocoran Seal Regulator: Katup tabung yang kotor atau aus mengikis karet seal bagian dalam regulator setiap kali dipasang. Sistem menjadi tidak kedap udara sehingga memicu kebocoran halus.

Tanda-tanda regulator rusak akibat gas oplosan

Seorang karyawan KUD Ganesa mengambil tabung Bright Gas dari motor sespan Parjono (39) yang telah dipesan melalui online sebelumnya. IDN TImes/Dhana Kencana
Seorang karyawan KUD Ganesa mengambil tabung Bright Gas dari motor sespan Parjono (39) yang telah dipesan melalui online sebelumnya. IDN TImes/Dhana Kencana

Jika sering memakai tabung yang dicurigai oplosan, waspadai indikasi kerusakan berikut pada regulator.

  1. Suara Mendesis: Desisan tetap terdengar meskipun karet tabung sudah diganti baru. Hal ini menandakan seal internal atau mulut regulator tidak lagi presisi.
  2. Tuas Pengunci Bermasalah: Pengunci terasa sulit diputar atau justru sangat longgar (tidak mengunci rapat) karena mekanisme pengait rusak.
  3. Bau Gas Menyengat: Muncul aroma gas walau kompor dalam keadaan mati akibat kebocoran halus dari sambungan yang tidak tertutup sempurna.
  4. Jarum Manometer Fluktuatif: Tekanan gas yang tidak merata membuat jarum indikator bergerak tidak menentu atau turun drastis saat kompor dinyalakan.
  5. Perubahan Warna Api: Aliran gas yang tersumbat menyebabkan api kompor berubah warna menjadi merah atau kuning, bahkan bisa mati tiba-tiba walau isi gas masih penuh.

Panduan membersihkan regulator dari residu gas oplosan

Wawan Nur Kholiq (19), penjaga peternakan memasang Bright Gas berukuran 12 kilogram pada alat penghangat (heater) untuk kandang ayam di Boyolali, Jawa Tengah. (IDN Times/Dhana Kencana)
Wawan Nur Kholiq (19), penjaga peternakan memasang Bright Gas berukuran 12 kilogram pada alat penghangat (heater) untuk kandang ayam di Boyolali, Jawa Tengah. (IDN Times/Dhana Kencana)

Gas tidak murni sering meninggalkan kotoran logam atau residu lengket serupa minyak. Berikut adalah langkah membersihkannya:

Alat dan Bahan:

  • Cotton bud atau sikat gigi bekas bersih.
  • Cairan pembersih (alkohol 70 persen atau air sabun hangat).
  • Jarum pentul atau kawat tipis.
  • Kain lap bersih (microfiber disarankan).

Langkah-langkah Pembersihan:

  1. Pengecekan Visual: Pastikan regulator terlepas dari tabung dan selang kompor. Periksa area dalam mulut regulator. Residu gas oplosan biasanya berupa kerak hitam atau cairan lengket.
  2. Bersihkan Lubang Spindle: Masukkan cotton bud yang dibasahi sedikit cairan pembersih ke lubang tengah regulator. Putar perlahan untuk mengangkat kotoran. Jangan menekan terlalu keras agar jarum tidak bengkok.
  3. Cek Karet Seal Dalam: Beberapa regulator memiliki karet seal tambahan. Jika tampak pecah atau keras, congkel perlahan dengan jarum pentul lalu ganti dengan yang baru.
  4. Bersihkan Saluran Keluar (Outtake): Lepaskan klem selang dan bersihkan ujung pipa kecil yang menuju ke kompor. Tumpukan kotoran di area ini sering menghambat aliran gas.
  5. Tes Tuas Pengunci: Putar tuas berulang kali. Jika seret, teteskan pelumas (seperti WD-40 atau minyak goreng bersih) pada bagian engsel luar agar kembali lancar.

Kapan regulator harus diganti baru?

WhatsApp Image 2025-10-26 at 5.07.41 PM.jpeg
Seorang ibu rumah tangga, Eni (55), hendak mengganti tabung bright gas ukuran 5,5 kg yang sudah habis. IDN Times/Debbie Sutrisno

Jangan mengambil risiko dan segera beli regulator baru berstandar SNI jika masih menemukan kondisi berikut setelah dibersihkan:

  • Bau gas tetap menyengat dari badan regulator.
  • Tuas pengunci patah atau goyang parah.
  • Suara mendesis kencang meski karet tabung sudah baru.
  • Usia pakai regulator sudah melewati 2-3 tahun.

Tips Pencegahan Tambahan Pastikan selang gas tidak tertekuk saat dipasang kembali.

Untuk menjaga keawetan regulator, belilah gas hanya di Pangkalan Resmi Pertamina. Jika mencium indikasi produk oplosan, segera lepas regulator dan laporkan temuan tersebut ke Pertamina Contact Center 135.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More