Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

1.822 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Kudus

antarafoto-upaya-penanggulangan-banjir-di-pantura-1768377841.jpg
Petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan sampah yang menghambat aliran sungai Dawe di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). (ANTARA FOTO/Nirza/nym)
Intinya sih...
  • 1.822 jiwa atau 606 keluarga mengungsi akibat banjir di Kudus.
  • Pengungsi terbanyak berada di Gedung DPRD Kudus, dengan jumlah mencapai 396 orang.
  • Pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk makanan, minuman, tempat tinggal sementara, dan mainan untuk anak-anak sebagai upaya trauma healing.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kudus, IDN Times - Banjir yang menggenang wilayah Kabupaten Kudus sebanyak 1.822 jiwa atau 606 keluarga mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mendata jumlah warga kabupaten yang terdampak banjir dan mengungsi ke 11 tempat pengungsian semakin bertambah dan hingga Sabtu (17/1/2026) jumlah pengungsi mencapai 1.822 jiwa atau 606 keluarga.

"Berdasarkan data per hari ini Sabtu (17/1/2026), total pengungsi mencapai 1.822 jiwa. Tentu akan terus diperbarui karena bersifat dinamis," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko, Sabtu (17/1/2026).

Dari jumlah pengungsi tersebut, kata dia, paling banyak perempuan atau sekitar 60 persen dari para pengungsi. Para pengungsi tersebut, berasal dari Desa Pasuruhan Lor, Temulus, Karangrowo, Kesambi, Jati Wetan, Jetis Kapuan, Karangrowo, Ngemplak, Payaman, Tanjungkarang, dan Gulang.

Sementara tempat pengungsian yang disediakan yakni di Gedung NU Center Pasuruhan Lor, Madrasah Hidayatys Shibyan Temulus, Balai Desa Karangrowo, TK Pertiwi dan Aula Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, gedung DPRD Kudus, Balai Desa Payaman, GKMI Tanjung Karang, kantor PDI-P Jalan Lingkar Kudus, dan Balai Desa Gulang.

Dari 10 tempat pengungsian tersebut terbanyak di Gedung DPRD Kudus yang mencapai 396 pengungsi, yang berasal dari Desa Karangrowo dan Desa Ngemplak (Kecamatan Undaan).

Untuk tempat pengungsian lainnya, jumlahnya bervariasi antara 26 jiwa hingga 131 jiwa. Terkait genangan banjir di sejumlah lokasi, kata dia, untuk hari ini (17/1/2026) masih terjadi, meskipun beberapa daerah mulai ada penurunan ketinggian genangan banjir.

"Mudah-mudahan, dengan adanya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) intensitas curah hujan bisa berkurang sehingga genangan banjir di Kabupaten Kudus bisa segera surut," ujarnya.

Pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi di semua tempat pengungsian, meliputi makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga alat-alat kebersihan dan kebutuhan pribadi lainnya juga dipenuhi. Bahkan, mainan untuk anak-anak juga disediakan sebagai bagian dari upaya trauma healing atau penyembuhan psikologi terhadap warga yang mengungsi akibat terdampak banjir.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Banjir Pekalongan: 9 Kereta Dibatalkan, 1.429 Penumpang Refund Tiket

17 Jan 2026, 15:00 WIBNews