Tak kurang 16.000 perantau yang ada di Ibukota Jakarta mulai pulang kampung secara bertahap menuju berbagai daerah Jawa Tengah.
Gelombang keberangkatan para perantau itu dimulai dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII Jakarta.
Para perantau memilih mendaftar secara daring melalui Badan Penghubung Jawa Tengah. Sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan fasilitas perjalanan mudik dengan lebih mudah.
Seorang perantau asal Pemalang, Muhammad Jaelani selalu menantikan program setiap tahun. Sebab, setiap ikut program mudik gratis justrubl membantu karena biaya transportasi biasanya naik menjelang Lebaran.
"Apalagi tahun ini kembali ada dukungan Bejo Jahe Merah, jadi lebih tenang kalau badanmulai terasa tidak enak selama perjalanan,” kata karyawan housekeeping out source di Jakarta Selatan ini.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto menyambut baik kontribusi para sponsor yang mendukung perjalanan mudik dari TMII.
Ia berharap para pemudik pulang kampung dalam kondisi aman, nyaman, hangat di perjalanan serta sehat.
"Pelaksanaan mudik ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap mereka dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Silaturahmi dengan keluarga nilai sosial yang penting," kata Leles dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan setelah merayakan Lebaran bersama keluarga, para pemudik diharapkan dapat kembali ke tempat kerja dengan kondisi tubuh yang sehat. Sehingga dapat kembali beraktivitas secara produktif.
Program mudik gratis ini juga tidak berhenti saat para peserta tiba di kampung halaman.
Pemprov Jateng pun turut menyiapkan program arus balik pada 27 dan 28 Maret yang dikoordinasikan pemerintah kabupaten dan kota asal pemudik bekerjasama dengan berbagai asosiasi profesi.