Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2 Atlet Dayung Pemalang Tersedot Arus saat Latihan di Sungai Laes
Dua personel SAR mencari keberdaan dua atlet dayung yang tenggelam di Sungai Laes Desa Penggarit Pemalang. (IDN Times/Dok Humas Basarnas Semarang)
  • Dua atlet dayung Pemalang bernama Alfi dan Alif tenggelam saat latihan mandiri di Sungai Laes, Desa Penggarit, pada Sabtu sore 23 Juni 2026.
  • Pencarian dilakukan setelah keluarga menemukan motor dan dayung korban di sekitar Benowo Park dan Bendungan Sungapan, namun keduanya belum ditemukan.
  • Tim SAR gabungan menghentikan pencarian sementara karena kondisi gelap dan arus deras, lalu berencana melanjutkan penyisiran serta penyelaman keesokan harinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemalang, IDN Times - Dua atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pemalang tenggelam saat sedang berlatih di Sungai Laes. Mereka kedapatan sedang latihan mandiri di Sungai Laes Desa Penggarit hari Sabtu (23/6/2026) sore kisaran jam 16.00.

Informasi dari Basarnas Semarang menyebutkan dua atlet dayung yang tenggelam atas nama Alfi (16) dan Alif (16).

Keduanya beralamatkan di Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.

Mereka diketahui tidak kembali ke rumah hingga malam hari sehingga membuat cemas keluarga. 

Saat Minggu pagi dilakukan pencarian oleh pihak keluarga, mereka hanya menemukan kendaraan roda dua milik survivor di dekat area sungai daerah Benowo Park dan juga dayung di bendungan Sungapan tak jauh dari lokasi mereka berlatih.

Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan tim SAR untuk melakukan pencarian di sungai yang memiliki lebar sekitar 50 meter tersebut.

"Minggu sore kami menerima info ada remaja yang diduga tenggelam di Sungai Laes Desa Penggarit Kecamatan Taman, Pemalang saat berlatih dayung. Mereka berlatih dalam situasi debit sungai meninggi dan arus cukup deras akibat hujan di hulu sungai," kata Budiono dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (25/6/2026).

Pihaknya menduga bahwa perahu kayak yang dipakai buat berlatih terbalik. Kemudian tubuh dua atlet dayung tersebut tercebur sungai dan terseret arus hingga tenggelam dan hilang.

Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan pencarian tidak berjalan efektif karena situasi yang gelap dan kurangnya pencahayaan. 

Hingga tadi malam keberadaan kedua survivor belum juga ditemukan sehingga operasi SAR gabungan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari.

"Malam ini pencarian tim hentikan dulu dan akan dilanjutkan esok hari dengan rencana penyisiran dari lokasi awal mereka terlihat berlatih hingga di area bendungan, dan akan dilakukan penyelaman di area tersebut. Juga akan dilakukan penyisiran dari bendungan ke arah Utara. Semoga besok kedua survivor bisa segera ditemukan tim," pungkas Budiono.

Editorial Team

Related Article