Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

26 Pengembang di Jateng Bersertifikasi, Siap Bangun 3 Juta Rumah Subsidi

26 Pengembang di Jateng Bersertifikasi, Siap Bangun 3 Juta Rumah Subsidi
Forum Komunikasi (Forkom) Developer Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Registrasi Pengembang Perumahan (SRP2) Angkatan 2 di Hotel Khas Semarang, Rabu (12/2/2025). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Intinya Sih
  • 26 pengembang perumahan di Jawa Tengah resmi mengantongi sertifikat SRP2
  • Ketua Forkom Developer Jateng, Eko Purwanto menyatakan pentingnya keterlibatan langsung pemilik properti dalam sertifikasi
  • Forkom Developer Jateng akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi untuk menyukseskan program 3 juta rumah subsidi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Sebanyak 26 pengembang perumahan di Jawa Tengah resmi mengantongi sertifikat yang bisa dimanfaatkan sebagai bekal untuk mengembangkan usahanya. Mereka telah lolos dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Registrasi Pengembang Perumahan (SRP2) yang diselenggarakan Forum Komunikasi (Forkom) Developer Jawa Tengah. 

1. Pengembang bersertifikasi harus taat aturan

Ilustrasi rumah subsidi. (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi rumah subsidi. (IDN Times/Dhana Kencana)

Ketua Forkom Developer Jateng, Eko Purwanto mengatakan, para pengembang yang sudah tersertifikasi ini diharapkan taat aturan dalam membangun perumahan dan siap mensukseskan program pemerintah 3 juta rumah subsidi.

“Kami telah menggelar Bimtek SRP2 ini sebanyak dua kali dengan kepesertaan 95 pengembang pada angkatan 1. Dari jumlah itu, ada 26 pengembang yang berhasil lolos, sedangkan sisanya masih berproses di pemberkasan dan ada juga yang tidak lolos dan 92 pengembang pada angkatan 2,” jelasnya di sela Bimtek SRP2 Angkatan 2 di Hotel Khas Semarang, Rabu (12/2/2025). 

Peserta yang tidak lolos ini karena pengembang atau pemilik properti tidak datang sendiri, tapi mengirimkan karyawan atau staf untuk mengikuti sertifikasi. Kondisi itu berbeda jika pengembang datang dan mengikuti tes, mayoritas mereka lolos. 

2. Pengembang dan Pemprov Jateng berkolaborasi sukseskan program 3 juta rumah subsidi

Forum Komunikasi (Forkom) Developer Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Registrasi Pengembang Perumahan (SRP2) Angkatan 2 di Hotel Khas Semarang, Rabu (12/2/2025). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Forum Komunikasi (Forkom) Developer Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Registrasi Pengembang Perumahan (SRP2) Angkatan 2 di Hotel Khas Semarang, Rabu (12/2/2025). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

“Padahal pemilik pengembang itulah yang terlibat langsung dan lebih memahami proses teknis secara menyeluruh. Ketika pemilik pengembang terlibat langsung, mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang teknis pembangunan dan masalah yang dihadapi, sehingga proses sertifikasi dan pembangunan bisa lebih lancar,” jelas Eko.

Sementara, Forkom Developer Jateng akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyukseskan program 3 juta rumah subsidi. 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperakim) Jawa Tengah, Arief Djatmiko mengatakan, proses sertifikasi pengembang perumahan ini akan mendukung program pembangunan 3 juta rumah subsidi melalui Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

3. Siap laksanakan program pembangunan perumahan bagi MBR

ilustrasi lingkungan perumahan (unsplash.com/Alhidayah Kadar Regency)
ilustrasi lingkungan perumahan (unsplash.com/Alhidayah Kadar Regency)

“Melalui sertifikasi ini menunjukkan bahwa pengembang di Jateng sudah berstandarisasi. Ke depan kami akan terus lakukan Bimtek SRP2 ini supaya Jateng siap melaksanakan program pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jadi, jika pusat tambah kuota FLPP dengan syarat provinsi yang sudah melangkah, kita tinggal lari," terangnya. 

Adapun, saat ini terdapat 1.544 pengembang perumahan aktif di Jawa Tengah. Dari jumlah itu, mereka tergabung dalam 16 Asosiasi.

“Rincinya, 468 pengembang Himperra, 407 REI, 309 pengembang Apernas, 204 apersi, 39 Deprindo, 28 Asprumnas, 26 Apernas Jaya, 25 ADPS, 18 Apperindo. Kemudian 13 pengembang Hipnu, 13 PIN, 4 Aspprin, 4 perwiranusa, 3 Perumnas, 2 PI, dan 1 pengembang APSI,” pungkas Arief.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More