3.400 Kendaraan Listrik Beredar di Jateng, Ada 20 SPKLU

Semarang, IDN Times - Sebanyak 3.400 unit kendaraan listrik sudah beroperasi di Jawa Tengah selama tahun 2023. Berdasarkan data Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dari total kendaraan listrik yang sudah beredar, ada 2.910 unit merupakan motor listrik. Sedangkan 568 unit adalah mobil listrik.
"Kalau kendaraan listrik yang sudah ada saat ini kan berjumlah 3.400 unit. Untuk roda dua atau motor listrik ada 2.910 unit dan roda empat atau mobil listrik 568 unit. Yang di lingkungan Pemprov Jateng ada pengdaan mobil listrik 3 unit. Di kantor ESDM Jateng unit dan tujuh motor listrik," kata Kepala Bidang Ketenagalistrikan, Dinas ESDM Jateng, Suhardi kepada IDN Times, Kamis (21/12/2023).
1. Kendaraan listrik diklaim lebih irit

Suhardi menjelaskan pengadaan kendaraan listrik juga sudah dilakukan kantor cabang Dinas ESDM Jateng di Jakarta berupa mobil golf dan sebuah mobil Wuling.
Suhardi bilang walaupun selama ini kepemilikan mobil listrik masih bersifat pribadi, akan tetapi ia menjamin operasionalnya lebih irit ketimbang memakai mobil berbahan bakar minyak.
"Ya kalau kepemilikan mobil listrik selama ini emang masih sifatnya pribadi. Cuman adanya mobil listrik ini bisa hemat bahan bakar minyak, lingkungan kan menjadi lebih bersih," ungkap Suhardi.
2. Dinas ESDM belum bisa penuhi target

Ia bilang dengan adanya target secara nasional penjualan kendaraan listrik sebesar 50.000 unit, untuk wilayah Jawa Tengah belum bisa mencapai angka tersebut. "Kalau target nasional kan 50.000. Ini kita baru 20 persen," tuturnya.
3. Sudah ada 20 SPKLU

Lebih lanjut, ia menyampaikan peredaran kendaraan listrik selama ini juga didukung pengoperasian 20 SPKLU. Mayoritas SPKLU terpasang di kantor-kantor UP3 PLN.
Kantor PLN yang sudah memasang SPKLU antara lain UP3 PLN Semarang, Unit Induk Jatingaleh, UP3 Purwokerto, UP3 Tegal, UP3 Pekalongan, ULP PLN Ungaran, UP3 Solo, UP3 Salatiga dan UP3 Kudus.
Sementara SPKLU di ruas jalan tol, menurutnya baru terpasang di rest area Tol Sragen dan rest area Tol Batang.
"SPKLU ada 20 unit di UP3 PLN. Ada yang kapasitasnya dayanya 22 ribu KVA, ada yang 100 ribu VA. Dengan ketersediaan SPKLU, tentunya kita sesuaikan dengan peredaran kendaraan listrik. Karena produksi baterainya masih menunggu pengoperasian pabrik di Batang," jelasnya.
4. Terus berusaha sosialisasikan manfaat kendaraan listrik

Guna mendongkrak penjualan kendaraan listrik, Suhardi mengaku sampai tahun ini pihaknya menggencarkan beragam cara sosialisasi manfaat motor maupun mobil listrik kepada masyarakat Jawa Tengah.
Aneka macam pameran kendaraan listrik juga terus diselenggarakan Dinas ESDM dengan diselipi acara pelatihan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tujuan mengonversi kendaraan listrik.
Selain itu, Suhardi berkata pihaknya juga rutin membekali pelatihan bagi para montir bengkel agar bisa melayani perbaikan motor listrik.
"Kita usahakan terus galakan sosialisasi, pameran-pameran, acara pelatihan konversi motor listrik. Kayak kemarin kan kami juga mengadakan festival motor listrik di Solo. Dalam waktu dekat juga ada pelatihan, pesertanya nanti dari Kementerian ESDM 20 orang. Itu maksudnya untuk menambah keterampilan mengkonversi BBM ke motor listrik. Ada juga pelatihan bengkel motor listrik. Kita kirim dua bengkel dan dua staf ke Jakarta," tandasnya.


















