Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Alasan Kenapa Rebung Lumpia Semarang Sering Tercium Seperti Bau Pesing dan Ini Cara Mengatasinya

Kota Semarang
3 Alasan Kenapa Rebung Lumpia Semarang Sering Tercium Seperti Bau Pesing dan Ini Cara Mengatasinya
ilustrasi lumpia semarang (commons.wikimedia.org/Midori)
  • Aroma mirip pesing pada rebung berasal dari senyawa alami taxiphyllin yang terurai saat dipotong, menghasilkan turunan nitrogen dan gas amonia, bukan otomatis tanda rebung kotor atau busuk.
  • Pembilasan singkat tidak cukup menghilangkan senyawa dalam serat rebung; irisan perlu direndam minimal 24 jam, dengan air diganti berkala, agar zat pemicu aroma terlarut.
  • Perebusan berulang dengan air baru, garam, atau daun salam membantu menetralkan sisa senyawa; kemudian slow cooking bersama ebi, bawang putih, dan kecap membentuk aroma gurih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

3 Alasan Kenapa Rebung Lumpia Semarang Sering Tercium Seperti Bau Pesing dan Ini Cara Mengatasinya

Kamu pasti pernah lagi asyik-asyiknya mau melahap lumpia, tapi saat gigitan pertama malah tercium aroma aneh mirip pesing. Bikin selera makan langsung hilang dan mikir kalau rebungnya kotor atau sudah tidak layak konsumsi, kan?

Tenang dulu, fenomena ini ternyata sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebersihan kotoran! Ada penjelasan sains yang menarik di balik aroma tajam pada tunas bambu muda ini, sekaligus rahasia mengapa lumpia otentik justru punya wangi yang bikin ngiler. Yuk, kita bedah tuntas fakta di baliknya!

  1. 1. Senyawa Alami yang Berubah Menjadi Gas Amonia

    Rebung.
    ilustrasi rebung (magnific.com/mrsiraphol)

    Rebung sejatinya memiliki sistem pertahanan alami berupa senyawa sianogenik glikosida bernama taxiphyllin. Ketika rebung segar dipotong atau dicacah, enzim internal tanaman ini otomatis pecah menjadi hidrogen sianida (HCN) dan senyawa turunan nitrogen yang karakteristiknya mirip amonia.

    Kalau proses pembersihannya kurang maksimal, turunan nitrogen ini bakal terjebak kuat di dalam serat-serat padat rebung. Begitu irisan rebung ditumis atau dipanaskan di dalam kulit lumpia, gas amonia tersebut langsung menguap dan memicu aroma pesing yang sangat menyengat hidung penciuman kita.

  2. 2. Kesalahan Fatal Cuma Pakai Air Mengalir

    ilustrasi lumpia isi rebung (vecteezy.com/Carlo Locara)
    ilustrasi lumpia isi rebung (vecteezy.com/Carlo Locara)

    Banyak orang salah kaprah dengan mengira mencuci rebung cukup dibilas beberapa kali di bawah air mengalir. Fakta sains membuktikan bahwa enzim dan senyawa taxiphyllin memang larut dalam air, namun posisinya tertanam sangat dalam pada pori-pori serat rebung yang rapat.

    Untuk meluruhkannya secara tuntas, rebung yang sudah diiris wajib direndam dalam air bersih atau air kapur sirih selama minimal 24 jam. Air rendamannya pun harus rajin diganti setiap beberapa jam sekali demi menarik keluar seluruh zat pemicu aroma pesing tersebut dari dalam serat.

  3. 3. Perebusan Singkat Demi Tekstur Renyah

    ilustrasi lumpia semarang
    ilustrasi lumpia semarang (commons.wikimedia.org/Candramawa99)

    Para pembuat lumpia amatir kadang takut merebus rebung terlalu lama karena khawatir tekstur renyahnya hilang. Akibatnya, durasi perebusan yang terlalu singkat membuat sisa senyawa HCN dan asam amino spesifik gagal menguap sempurna ke udara.

    Sebagai perbandingan, rebung untuk lumpia Semarang otentik biasanya melewati proses perebusan dua hingga tiga kali dengan air yang terus diganti baru. Bahkan, air rebusan sering ditambah taburan garam atau lembaran daun salam untuk mengikat lalu menetralkan sisa-sisa enzim bandel tersebut.

  4. Trik Rahasia Kedai Legendaris Mengunci Aroma Gurih

    Kalau jajan di sejumlah kedai legendaris di Semarang, kamu nyaris tidak akan menemukan masalah aroma aneh ini. Mereka punya trik rahasia setelah proses hidrasi dan perebusan panjang selesai.

    Rebung akan ditumis perlahan (slow cooking) dalam waktu yang sangat lama bersama bumbu ebi (udang kering), irisan bawang putih, dan tuangan kecap manis kental. Proses karamelisasi bumbu inilah yang mematangkan sisa enzim sekaligus menciptakan aroma gurih khas yang sangat menggoda.

    Jadi, aroma pesing pada rebung murni urusan reaksi kimia alami dan jam terbang teknik pengolahan di dapur yang masih kurang tepat. Jadi, Wargi tidak perlu parno lagi saat ingin menikmati kelezatan jajanan khas ibu kota Jawa Tengah ini.

    Kamu sendiri lebih suka ngemil varian lumpia basah yang lembut atau lumpia goreng yang kriuk, nih? Kasih tahu varian lumpia favorit kamu di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini ke partner kulineranmu, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More