Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Pasar Tradisional Terbesar di Solo dan Komoditas Andalannya
Pasar Klewer (IDN Times/Fatma Roisatin N.)
  • Kota Solo memiliki tiga pasar tradisional legendaris yang menjadi roda penggerak ekonomi sekaligus destinasi wisata budaya, yaitu Pasar Klewer, Pasar Gede, dan Pasar Legi.

  • Masing-masing pasar memiliki spesialisasi komoditas yang unik: Klewer untuk fashion/batik, Gede untuk kuliner/buah, dan Legi sebagai pusat sembako induk 24 jam.

  • Ketiga pasar ini menawarkan harga grosir yang miring dan atmosfir budaya Jawa yang kental.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jalan-jalan ke Kota Solo rasanya belum lengkap kalau belum menapakkan kaki di pasar-pasar tradisionalnya. Bukan sekadar tempat transaksi jual-beli biasa, pasar tradisional di Solo adalah jantung kebudayaan, tempat berkumpulnya kuliner legendaris, dan poros perputaran uang miliaran rupiah per hari.

Jika ingin berburu batik, mencicipi jajanan pasar autentik, atau melihat sibuknya urat nadi pangan Solo Raya, tiga pasar terbesar ini wajib masuk ke dalam daftar kunjungan kamu. Yuk, bedah satu per satu!

1. Pasar Klewer: Rajanya Grosir Sandang & Batik

Pasar Klewer, Solo (google.com/maps/Domu Domu)

Berbatasan langsung dengan area Alun-Alun Utara Keraton Surakarta, Pasar Klewer memegang predikat sebagai rujukan grosir tekstil terbesar di Jawa Tengah.

  • Komoditas Andalan: Kain batik tulis, batik cap, daster, kemeja batik, hijab, kain lurik, hingga perlengkapan konveksi skala besar.

  • Keunggulan: Tempat ini menjadi poros kulakan utama bagi para pedagang baju dari berbagai pulau di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatra. Harganya yang sangat miring dan pilihannya yang super lengkap membuat Pasar Klewer tidak pernah sepi dari pemburu pakaian.

2. Pasar Gede Hardjonagoro: Surga Kuliner & Buah Eksotis

Pasar Gede Solo (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Pasar tradisional tertua di Solo ini mengusung nilai sejarah yang tinggi. Dirancang oleh arsitek Belanda ternama, Thomas Karsten, bangunan Pasar Gede memadukan gaya arsitektur kolonial yang megah dengan struktur atap Jawa yang khas.

  • Komoditas Andalan: Buah-buahan segar lokal maupun impor, oleh-oleh khas Solo, jamu tradisional, dan bahan baku masakan perpaduan Tionghoa-Jawa.

  • Spot Kuliner Populer: Pasar Gede adalah surganya para pencinta kuliner. Di sini, Anda bisa berburu kuliner legendaris seperti Dawet Telasih Bu Dermi, Lenjongan (jajanan pasar berbahan singkong dan ketan), Tahok (kembang tahu hangat), hingga Nasi Liwet yang menggugah selera.

3. Pasar Legi: Jantung Sembako & Sayur Induk 24 Jam

Pasar Legi, Surakarta. (surakarta.go.id)

Jika Klewer urusan baju dan Gede urusan perut instan, maka Pasar Legi adalah dapurnya Solo Raya. Bertindak sebagai pasar induk utama, pasar ini beroperasi aktif selama 24 jam penuh di bawah pengelolaan Dinas Perdagangan Kota Surakarta.

  • Komoditas Andalan: Cabai, bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, aneka palawija, serta sayur-mayur segar yang dipasok langsung dari lereng Gunung Merbabu dan Gunung Lawu.

  • Keunggulan: Pasar Legi menjadi tempat bertemunya para petani besar (supplier) dengan pedagang eceran dari seluruh pelosok Solo, Boyolali, Sukoharjo, hingga Karanganyar, terutama pada saat puncak kesibukan di dini hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article