4 Fakta soal Kematian Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Akibat COVID-19

Laporan Kontributor Widyo Atmojo
Jepara, IDN Times - Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Imam Zusdi Ghozali meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2020) di RSPAD Jakarta. Ia meninggal terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19). IDN Times mendapati sejumlah beberapa fakta soal kematian Imam yang banyak tak diketahui. Berikut ulasannya.
1. Kesehatan Imam sudah menurun 2 minggu sebelum kunker ke Gresik sampai gak ngantor

Imam yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jepara diketahui sudah mengalami penurunan kesehatan sejak dua minggu terakhir, sebelum tutup usia. Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Pratikno kepada IDN Times.
"Dua minggu sebelum meninggal dunia, almarhum sudah terlihat kurang fit dan terlihat sakit-sakitan. Saya sudah 2 minggu gak ketemu almarhum (Imam)," katanya Minggu (01/08/2020).
Lebih dari itu, Imam juga sudah tak terlihat beraktivitas di kantor DPRD Kabupaten Jepara. Segala kegiatan dewan dilakukan di rumah, lantaran kondisinya yang tak fit.
"Ada staf Sekwan (DPRD Jepara) yang datang ke rumah bila memerlukan tanda tangan almarhum (Imam)," imbuhnya.
2. Ruangan tempat kerja dan staf keuangan diminta untuk lockdown pasca kematian

Pihaknya, tambah Pratikno, sedikit meras aman dengan kondisi gedung DPRD Jepara pasca kematian Imam. Meski demikian, dirinya meminta kepada Sekretariat Dewan (Sekwan) dan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan.
"Namun ada dua ruangan yang kami minta untuk di lockdown yakni ruangan tempat kerja beliau dan ruangan staf keuangan," beber Pratikno yang juga politisi Nasdem.
Pratikno mengaku telah mengingatkan kepada jajaran anggota dewan untuk tak melakukan kegiatan kunker. Imbauan tersebut dilakukan karena masih dalam masa pandemik virus corona (COVID-19). Namun larangan tersebut malah berujung pada aksi adu mulut dirinya dengan anggota dewan DPRD Jepara lainnya
"Saya pernah berantem adu mulut untuk tidak melaksanakan kegiatan kunker di masa pandemik ini," tandas Pratikno.
3. Imam berangkat ke Gresik, Jawa Timur sendirian menggunakan mobil pribadi

Ihwal kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan Imam sebelum meninggal, Pratikno bercerita jika pada Minggu (26/07/2020) almarhum berangkat mengikuti kegiatan kunker bersama Komisi B DPRD Kabupaten Jepara.
Saat itu, almarhum berangkat secara sendiri menggunakan mobil pribadi. Pada Selasa (28/07/2020) Imam diketahui telah pulang dari kegiatan kedewanan tersebut. Namun pada Rabu (29/07/2020) lantaran dirasa kesehatan tidak membaik, almarhum memutuskan untuk melakukan swab test di rumahnya.
"Ada dokter dan perawat yang menangani swab test dirumahnya (almarhum)," jelasnya.
4. Imam di-swab dua kali, di rumah dan di RSPAD Jakarta yang hasilnya positif

Hingga Kamis (30/07/2020), lanjut Pratikno, masih tidak kunjung adanya tanda-tanda kesembuhan, almarhum berangkat menuju Jakarta, langsung menuju ke RSPAD Gatot Subroto menggunakan jalur darat dari Jepara.
"Setibanya di Jakarta beliau langsung di-swab lagi. Dan hasilnya positif COVID -19," akunya.
Pratikno kaget atas kabar yang datang pada Sabtu (1/8/2020), Imam Zusdi Ghazali dinyatakan meninggal dunia pukul 08.20 WIB.
"Menurut analisa saya, almarhum sudah terpapar virus corona sebelum berangkat kunker ke Gresik, Jawa Timur. Sebelum berangkat almarhum sudah dalam keadaan kurang fit," bebernya.



















