Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Trip BRT Semarang Dikurangi Imbas Tak Penuhi Target Selama 2021

4 Trip BRT Semarang Dikurangi Imbas Tak Penuhi Target Selama 2021
Dua Bus Rapid Trans (BRT) Semarang tampak mengantre untuk menjemput penumpang di halte koridor Jalan Pemuda, Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk memangkas jumlah trip perjalanan Bus Rapid Trans (BRT) Semarang guna menekan kerugian selama masa pandemik COVID-19. Jadwal perjalanan BRT dikurangi dengan melihat situasi arus penumpang di masing-masing koridor. 

"Trip perjalanan BRT tahun (2022) ini kita kurangi tiga sampai empat trip untuk menyiasati kekosongan penumpang di beberapa wilayah kecamatan yang memilikiw koridor perjalanan BRT," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto kepada IDN Times, Rabu (19/1/2022). 

1. Trip perjalanan BRT Semarang dikurangi 8 kali setiap hari

Deretan Bus Rapid Trans (BRT) Semarang yang bergiliran menjemput penumpang di ruas Jalan Pemuda. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Deretan Bus Rapid Trans (BRT) Semarang yang bergiliran menjemput penumpang di ruas Jalan Pemuda. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Endro menjelaskan, perjalanan BRT yang dikurangi menghubungkan antara pusat Kota Semarang dengan Kecamatan Mijen, Kecamatan Gunungpati, dan Kecamatan Pedurungan. Di wilayah tersebut, diakuinya, jumlah penumpang BRT menurun tajam selama pandemik COVID-19. 

Menurutnya, turunnya penumpang BRT juga disebabkan adanya aturan physical distancing atau peraturan jaga jarak sehingga membuat keterisian setiap armada BRT berkurang 50 persen. 

"Karena masa pandemik dua tahun belakangan ini memang berdampak terhadap penurunan penumpang pada masing-masing koridor BRT. Imbasnya banyak koridor yang sepi penumpang. Maka jalan satu-satunya rute BRT yang sepi kita pangkas. Dari awalnya ada 12 trip perjalanan sehari, untuk beberapa koridor kita kurangi jadi 8 trip sehari," terangnya.

2. Perjalanan BRT koridor 1 tidak dipangkas

Ilustrasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Lebih lanjut, Endro menyatakan hanya BRT koridor 1 yang tidak dipangkas. Sebab, ia melihat BRT koridor 1 masih punya prospek yang cerah dengan jumlah penumpang yang banyak dan cenderung jadi favorit masyarakat Semarang. 

"Koridor 1 yang secara animo penumpang masih gemuk kita pertahankan dan tidak dipangkas," urainya. 

3. Operasional BRT Semarang gagal penuhi target pada 2021

Ilustrasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Ia menyampaikan pengurangan perjalanan BRT jadi langkah yang realistis di tengah situasi perekonomian Kota Semarang yang belum sepenuhnya pulih. 

Terlebih lagi, di tahun kemarin secara pendapatan, BRT juga gagal memenuhi target yang dipatok oleh Pemerintah Kota Semarang. 

"Kita akui pendapatan yang diperoleh dari operasional BRT masihe jauh dari target. Kita hanya bisa mencapai pendapatan 87 persen. Tapi ini tidak serta merta mengurangi kualitas layanan BRT. Kita tetap berikan layanan yang prima bagi masyarakat agar nyaman naik BRT setiap hari," ungkapnya. 

4. Dishub Semarang maksimalkan kerja para kru BRT

Para penumpang menunggu BRT Trans Semarang di halte Simpang Lima Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Para penumpang menunggu BRT Trans Semarang di halte Simpang Lima Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Untuk memperbaiki kinerja BRT, Dishub Semarang mengusahakan meningkatkan kualitas kerjasama dengan pihak ketiga. Para vendor periklanan digandeng untuk meningkatkan promosi BRT Semarang bagi masyarakat luas. 

Di samping itu, ia mengklaim tidak akan mengurangi jumlah pegawai BRT. Ia akan mengoptimalkan kinerja para pegawai terutama kru BRT supaya mendapatkan sambutan yang positif dari para penumpang. 

"Kita tidak mengurangi jumlah kru BRT. Tetap sama jumlahnya seribuan orang. Semoga saja pandemik segera selesai supaya kita bisa bangkit lagi," terangnya. 

5. Pegiat transportasi anggap BRT Semarang kotor dan tidak terawat

Ilustrasi Trans Semarang (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi Trans Semarang (IDN Times/Dhana Kencana)

Terpisah, Pendiri Komunitas Transport Semarang, Theresia Tarigan menyebut, kualitas layanan BRT selama ini buruk. Mestinya, katanya, BRT berbenah secara menyeluruh supaya bisa memikat hati masyarakat Semarang. 

Ia menganggap di setiap koridor BRT Semarang pelayanan yang dilakukan oleh petugas tidak optimal. Bahkan banyak armada yang kurang terawat dan kotor.

"Kita mendorong agar ada perbaikan sistem layanan BRT Semarang. Salah satunya bisa mengevaluasi kinerja yang menyeluruh dan melakukan efisiensi dari segi operasionalnya," tandasnya. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Guru Honorer Dihapus, Disdik Usul Penerimaan Guru ASN di Semarang

28 Mei 2026, 21:18 WIBNews