Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4.283 Pekerja di Semarang Kena PHK dan Dirumahkan Imbas Virus Corona

4.283 Pekerja di Semarang Kena PHK dan Dirumahkan Imbas Virus Corona
Ilustrasi para pekerja perusahaan rokok di Kudus saat mengantre mendapatkan THR. IDN Times/Aji
Share Article

Semarang, IDN Times - Gelombang COVID-19 berdampak pada dunia usaha dan tenaga kerja di Kota Semarang. Hingga hari ini, Rabu (8/4), sebanyak 4.283 pekerja dari 41 perusahaan di Kota Semarang dan sekitarnya harus dirumahkan dan kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

1. Masalah keuangan perusahaan jadi alasan PHK

IDN Times/Kemnaker
IDN Times/Kemnaker

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang per 7 April 2020, sebanyak 41 perusahaan di Kota Semarang sekitarnya merumahkan dan memutuskan hubungan kerja atau PHK kepada karyawannya.

Adapun, jumlah tenaga kerja yang terimbas PHK mencapai 1.835 orang dan dirumahkan 2.448 orang. Mereka merupakan bagian dari 4.155 perusahaan dan 217.424 pekerja yang ada di Kota Semarang sekitarnya. 

Kepala Disnakertrans Kota Semarang, Sutrisno mengatakan, kondisi ini memang tidak diinginkan oleh semua pihak. Perusahaan ingin bertahan, tapi masalah global dan pertimbangan keuangan akhirnya harus mengambil tindakan demikian.

2. Disnakertrans Semarang buka ruang konsultasi tripartit

Ilustrasi pekerja atau buruh pabrik. (IDN Times/Zainul Arifin)
Ilustrasi pekerja atau buruh pabrik. (IDN Times/Zainul Arifin)

‘’Sehingga, keputusannya mereka merumahkan dan mem-PHK karyawan. Kendati demikian, kami juga membuka ruang konsultasi kepada tripartit di kantor setiap harinya sampai pukul 14.00 WIB,’’ ungkapnya saat dihubungi IDN Times, Rabu (8/4).

Adapun, khusus pekerja berdomisili di Kota Semarang yang kena PHK sebanyak 962 orang, kemudian yang dirumahkan sebanyak 1.289 orang, dan yang melapor pribadi 7 orang. Mereka yang melapor pribadi mayoritas adalah para pekerja harian seperti ojek online.

3. Usulkan agar pekerja yang terdampak COVID-19 dapat kartu prakerja

Pekerja tampak sedang menyusun peralatan medis termasuk masker di salah satu toko di Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)
Pekerja tampak sedang menyusun peralatan medis termasuk masker di salah satu toko di Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Menurut Sutrisno, data tersebut akan terus berubah dan meningkat setiap harinya. Stimulus juga dilakukan Pemkot Semarang dengan memberikan bantuan sembako kepada pekerja yang terdampak COVID-19.

‘’Selain itu, kami juga akan mengusulkan para pekerja yang terdampak ini ke Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah agar mereka ikut seleksi untuk mendapatkan kartu prakerja. Sebab, sesuai petunjuk Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kartu tersebut akan diberikan dan juga diprioritaskan salah satunya kepada pekerja yang di-PHK karena terdampak virus corona,’’ jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Tegas! Respati Walkot Surakarta Tolak Jadi Penengah Dua Kubu Keraton Solo

11 Jun 2026, 19:12 WIBNews