Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

44 Hewan Ternak di Semarang Terinfeksi Virus Penyakit Mulut dan Kuku

44 Hewan Ternak di Semarang Terinfeksi Virus Penyakit Mulut dan Kuku
Kelompok Ternak Sumber Rejeki Mijen Semarang berusaha mengantisipasi virus PMK dengan melakukan vaksinasi. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • PMK menyebar di Kota Semarang, 44 hewan ternak terinfeksi virus PMK, 3 ekor sapi sudah mati.
  • Dinas Pertanian melaksanakan pengobatan dan vaksinasi untuk mencegah penyebaran PMK, memberikan vitamin, pembersihan kandang, serta memisahkan hewan yang terkena PMK.
  • Dinas Pertanian mendapat 225 dosis vaksin dari Kementerian Pertanian dan telah melakukan vaksinasi sejak bulan Desember lalu, dengan sisa dilakukan pada pekan ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak menyebar hingga Kota Semarang. Hingga kini ada 44 hewan ternak yang terinfeksi penyakit tersebut. 

1. Ada 3 ekor sapi mati kena PMK

Ilustrasi aktivitas pasar hewan sebelum ditutup akibat PMK. (IDN Times/Riyanto)
Ilustrasi aktivitas pasar hewan sebelum ditutup akibat PMK. (IDN Times/Riyanto)

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shotiah mengatakan, sampai dengan Rabu (15/1/2025), ada 47 kasus sapi terjangkit virus PMK di Kota Semarang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 ekor sapi masih aktif terinfeksi, sedangkan tiga ekor sapi sudah mati.

‘’Adapun, 44 kasus aktif PMK di Kota Semarang ini tersebar di Kecamatan Mijen sebanyak 14 kasus dan Banyumanik 30 kasus,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2025).

Untuk mencegah penyebaran kasus PMK di Ibu Kota Jawa Tengah ini, Dinas Pertanian Kota Semarang melaksanakan pengobatan serta komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) ke peternak-peternak untuk meningkatkan daya tahan tubuh terna.

2. Gencarkan vaksinasi ke peternakan dan kelompok tani

Ilustrasi vaksin PMK. (IDN Times/Riyanto)
Ilustrasi vaksin PMK. (IDN Times/Riyanto)

‘’Kami meminta para peternak untuk memberikan vitamin dan pembersihan kandang ternak. Kemudian, jika diketahui ada sapinya terkena PMK, harus segera dipisahkan dari yang sehat sehingga tidak menular virusnya,’’ tuturnya.

Selain itu, Dinas Pertanian juga memberikan pengobatan melalui tim medis kami bagi ternak yang terkena PMK. Kemudian, juga memberikan vaksin bagi sapi yang masih sehat.

Untuk diketahui, Dinas Pertanian mendapat jatah vaksin dari Kementerian Pertanian sebanyak 225 dosis. Vaksinasi kepada hewan ternak sudah dilaksanakan sejak bulan Desember lalu sebanyak 25 dosis. Adapun, sisanya dilakukan pada pekan ini sejak Senin (13/1/2025).

3. Minta peternak melapor jika ada gejala PMK

ilustrasi sapi (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi sapi (pexels.com/Pixabay)

‘’Senin lalu kami ada vaksinasi di Gunungpati sebanyak 68 dosis, kemudian Selasa 83 dosis di kelompok tani, dan hari ini 20 dosis di kelompok tani Sumber Rejeki, Cangkiran, Mijen dan di UPTD Dinas Pertanian,’’ jelas Shotiah.

Upaya tersebut bagian dari penanganan kasus PMK. Selanjutnya, Dinas Pertanian mengimbau peternak tidak panik jika ada ternaknya terinfeksi PMK, karena penyakit tersebut bisa disembuhkan. Kemudian, juga meminta peternak segera melapor jika mendapati gejala PMK pada hewan ternaknya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More