5 Fakta Unik White Tern, Burung dengan Gaya Terbang Akrobatik!

- White tern adalah burung berpenampilan menawan yang hidup di wilayah tropis
- Mereka tersebar luas di empat benua dan banyak mendiami pulau-pulau terpencil di Asia
- White tern bersifat monogami, berkembang biak sepanjang tahun, dan populasinya terancam menurun
White tern termasuk spesies burung berpenampilan menawan. Mereka lebih suka hidup di wilayah tropis dan dikenal akan kemampuan berburunya yang handal. Hewan yang populer dengan nama ilmiah gygis alba ini juga sangat setia kepada pasangannya.
Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berburu makanan di laut. Memiliki sistem reproduksi yang tergolong lambat, berikut ini beberapa fakta menarik seputar white tern dilansir dari laman Animalia dan Nzbirdsonline. Simak ulasannya!
1. Habitat asli white tern

Populasi white tern tersebar luas di empat benua yaitu Amerika, Asia, Australia dan Afrika. Di Asia, mereka dapat ditemukan di beberapa negara seperti Jepang, Maladewa, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Dilansir dari laman Animalia, spesies burung ini banyak mendiami pulau-pulau terpencil yang berada di samudra Hindia dan Pasifik.
Mereka sering membuat sarang di dalam semak belukar hingga pepohonan. White tern temasuk hewan karnivora. Burung ini bertahan hidup dengan memangsa berbagai jenis hewan laut di antaranya ikan, cumi-cumi, krustasea, dan masih banyak lagi.
2. Kebiasaan hidup di alam liar

White tern sering terlihat hidup menyendiri. Namun, ada juga sebagian kecil dari mereka yang hidup berkelompok meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Burung ini aktif beraktivitas mulai dari matahari terbit hingga terbenam seperti berburu makanan dan berkembang biak.
Mereka dapat terbang rendah di atas permukaan air laut untuk mengintai mangsa. Bahkan, white tern dengan sigap menangkap ikan-ikan yang melompat ke permukaan. Saat berada di udara, burung ini sering terlihat terbang dengan gaya akrobatik.
3. Ciri khas fisik

White tern termasuk spesies burung berukuran sedang. Dilansir dari laman Nzbirdsonline, seekor burung dewasa rata-rata memiliki panjang tubuh 31 sentimeter dan berat maksimal 139 gram. Sedangkan tubuhnya ditutupi oleh bulu berwarna putih terang sehingga terlihat menawan.
Selain itu, mereka mempunyai mata dan paruh runcing berwarna hitam. Ketika sayapnya direntangkan, panjangnya bisa mencapai 87 sentimeter. Sangat sulit untuk membedakan jenis kelamin burung ini secara visual.
4. Sistem reproduksi

White tern merupakan hewan yang bersifat monogami di mana mereka hanya bertahan dengan satu pasangan. Spesies burung ini tidak memiliki musim kawin dan dapat berkembang biak sepanjang tahun. Sedangkan puncaknya terjadi pada akhir musim semi.
Sang jantan mempunyai cara unik untuk menarik perhatian lawan jenisnya yaitu dengan memberikannya mangsa hasil buruannya. Sang betina hanya bisa mengeluarkan 1 telur kemudian diinkubasi selama 36 hari. Anak burung yang baru lahir akan terus berada di dalam sarang hingga berusia dua bulan.
5. Populasi yang masih terjaga

Menurut data yang dirilis oleh Badan Konservasi Alam Dunia (IUCN) jumlah white tern yang tersisa di alam liar saat ini berkisar antara 110 ribu - 1,1 juta ekor. Dengan populasinya yang tergolong banyak mereka belum dimasukan dalam daftar hewan dilindungi. Kabar buruknya, jumlah tersebut dari tahun ke tahun semakin menurun.
Banyak faktor yang membuat keberadaan white tern terancam. Salah satunya adalah telur mereka sering menjadi santapan kucing liar dan tikus. Di habitat aslinya, spesies burung ini mampu bertahan hidup hingga usia maksimal 18 tahun.
Daya tarik white tern memang terletak pada penampilannya yang terlihat indah. Populasinya yang menjangkau wilayah Indonesia, apakah kamu pernah melihat burung ini di alam liar?


















