5 Jenis Perselingkuhan yang Mungkin Tidak Sadar Dilakukan Pasangan

- Artikel menjelaskan bahwa perselingkuhan tidak hanya soal fisik, tapi juga bisa berupa perasaan romantis, fantasi, interaksi online, hingga keterikatan emosional dengan orang lain.
- Setiap jenis perselingkuhan memiliki pemicu berbeda seperti kurangnya kepuasan emosional atau fisik, rasa tidak dihargai, serta kebiasaan berinteraksi intens dengan pihak lain di luar pasangan.
- Penulis menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan kesepakatan batasan dalam hubungan agar pasangan dapat saling memahami dan mencegah terjadinya bentuk perselingkuhan apa pun.
Merasa tidak kalau isu perselingkuhan makin marak terjadi akhir-akhir ini? Topik perselingkuhan sempat ramai menjadi perbincangan hangat, baik yang melibatkan figur publik papan atas maupun masyarakat biasa yang kisahnya viral di media sosial.
Namun, tahukah kamu kalau selingkuh itu memiliki berbagai jenis? Setiap orang punya definisi tersendiri mengenai perselingkuhan, contohnya terlalu dekat dengan lawan jenis atau melakukan percakapan (chat) yang terlalu intim dengan orang lain selain pasangan resminya.
Mengutip definisi dari Psychology Today, perselingkuhan adalah bentuk pengingkaran janji untuk tetap setia kepada pasangan romantis. Hal ini mencakup pelanggaran sumpah pernikahan, kesepakatan pribadi antar kekasih, maupun asumsi tidak terucap yang sudah menjadi pemahaman bersama.
Jadi, bentuk selingkuh itu sangat beragam dan terbagi ke dalam beberapa jenis. Jika kamu ingin mengetahuinya lebih dalam, mari simak ulasan artikel ini!
1. Memiliki perasaan romantis pada orang lain

Memiliki perasaan suka atau hal yang lebih cendrung pada rasa cinta pada orang lain saat memiliki pasangan merupakan selingkuh juga, hal ini karena jika perasaan itu ditindaklanjuti maka akan membuat kita ingin menghabiskan waktu bersama mereka, atau memberikan hadiah pada mereka secara istimewa.
Wajar saja jika memiliki rasa suka pada orang lain hal itu merupakan manusiawi, tapi agar kamu tidak ingin perselingkuhan ini berlanjut maka kamu harus secepatnya untuk menindaklanjuti dan menekan rasa itu.
2. Selingkuh secara fisik

Selingkuh jenis ini melibatkan dua orang melakukan hubungan secara fisik, seperti berciuman, berpegangan tangan, atau bahkan melakukan hubungan seks tanpa pasangan mengetahuinya.
Orang melakukan ini karena bisa jadi mereka tidak merasa puas atau untuk memenuhi kebutuhan seksual mereka yang tidak didapatkan dari pasangan mereka.
Selain itu ada faktor lain yang mempengaruhi nya seperti rasa tidak percaya diri pada pasangan sendiri bahwa mereka tidak cukup baik atau merasa kurang dihargai dan akhirnya mencari simpati dari orang lain untuk mendengarkan keluh kesah mereka.
3. Selingkuh secara fantasi

Walaupun tidak secara fisik dan mereka tidak melakukan apa-apa pada orang lain, fantasi seksual pada orang lain merupakan jenis selingkuh dan ketidaksetiaan pada pasangan sendiri dan bisa saja membuat retak hubungan.
Jika berfantasi seksual pada orang lain maka akan mempengaruhi kepuasan dan waktu pada pasangan, dan jika ketertarikan fantasi seksual terus dilakukan bisa menimbulkan masalah pada hubungan.
4. Selingkuh secara online

Orang-orang akan lebih cenderung berselingkuh secara online jika mereka terlalu larut dalam aktivitas online, terlalu aktif pada hubungan online seperti chatting dengan orang lain akan cenderung membuat hubungan rusak.
Selingkuh jenis ini bisa terjadi karena terlalu lama online pada dunia maya dan tidak memperhatikan pasangan, mereka akan sibuk pada dunianya sendiri, atau bisa juga dengan tergoda pada foto lawan jenis pada sosial media.
Bermain sosial media pada zaman sekarang mungkin saja suatu hal yang biasa saja, tapi jika terlalu larut, menyita waktumu dan membuat pasangan terabaikan maka hal itu juga bisa disebut sebagai selingkuh.
5. Selingkuh secara emosional

Seperti perselingkuhan jenis fantasi atau fisik, jenis selingkuh yang ini bisa berkahir pada pengkhianatan. Karena jika terlalu emosional terlalu emosional pada lawan jenis terlebih lagi jika memiliki ketertarikan maka akan berakhir melakukan aktivitas seperti curhat pada lawan jenis lainnya tentang pasangan, atau komunikasi secara mendalam.
Umumnya orang melakukan hal seperti ini karena mereka tidak mendapatkan perhatian secara emosional pada pasangan sendiri, dan akhirnya berawal lah komunikasi orang ketiga yang merupakan awal dari keretakan hubungan.
Mungkin kamu bisa saling terbuka dengan pasangan untuk mendiskusikan apa yang tidak boleh dan apa yang boleh didalam kesepakatan kalian, hubungan yang saling terbuka dan tahu apa batasannya akan menghindari kemungkinan merusak hubungan.


















